Mari Kita Kaji: Siapa Sebenarnya Kemaruk, Kemecer, dan Nyidham?
Oleh: JC Tukiman Tarunasayoga Tulisan saya minggu lalu tentang “Modal sukses Pilpres 2024: Sabar, Sareh, lan Tawekal” direspons oleh seorang sahabat dengan pertanyaan: “Tidak perlu...
Modal Sukses Pilpres 2024: Sabar, Sareh, Tawekal
Oleh: JC Tukiman Tarunasayoga Apakah sabar, sareh, dan tawekal itu berbeda? Di mana letak perbedaannya? Dan dalam konteks Pilpres serta Pemilu 2024, ada perbedaan nuansa...
Kemlinthi, Kemlancang, Kemlungkung, Kementhus Vs Pimpinan Muring Benggala
Oleh: JC Tukiman Tarunasayoga Pernahkah Anda marah? Jawabannya pasti, pernah; dan ketika ditanyakan lagi, kemarahanmu termasuk marah kecil atau marah besar (muring benggala, Jw), serta...
Bukti Orang Jujur Itu LLBT: Lempeng, Lurus, Burus, lan Temen
Oleh: JC Tukiman Tarunasayoga Catatan awal, awas LLBT ini jangan diplesetkan apalagi diplintir sebagai bagian dari fenomena kehidupan sebagian anak manusia yang berbendera pelangi itu....
Mencermati Orang dengan ‘Pekerjaan Utama’ Ngiwi-iwi, Ngewak-ewakake, dan Umuk-umukan
Oleh: JC Tukiman Tarunasayoga Barangkali terlalu vulgar menyebut seseorang (atau bahkan kelompok?) yang karena setiap saat muncul dengan ungkapan-ungkapannya yang serba ngiwi-iwi, ngewak-ewakake lan umuk-umukan...
Naga Dina, Apes, Lalu Nglemprak: Mimpi Buruk Apa Ya?
Oleh: JC Tukiman Tarunasayoga Setiap orang, “apa pun pangkat kedudukanmu, sekuat atau selemah apa pun posisi sosialmu,” suatu saat pasti pernah (akan?) mengalami apes. Dia,...
Ini Dia: Jarag, Ngawur, Waton (Part 5)
Oleh: JC Tukiman Tarunasayoga Antara jarag, ngawur, dan waton nuansa perbedaannya sangat tipis, nyaris sama. Baru terasa berbeda manakala ada contoh konkret dari pergaulan hidup...
Kini Saatnya TTM: Tolong, Terima Kasih, dan Maaf
Oleh: JC Tukiman Tarunasayoga Tibalah saat terbaik bagi siapa saja untuk TTM, yakni menyuburkan kembali semangat hidup bersama penuh tolong-menolong, senantiasa diwarnai ucapan terima kasih, ...
Kesatria Zaman Now: Tinggalkanlah “Dhemen Moyoki, Mojoke, lan Magoli” (Part 4)
Oleh: JC Tukiman Tarunasayoga Ada sekurangnya tiga pola relasi sosial yang menjadikan kita maju mundur, berarti ora maju-maju; yakni banyak orang yang terpenjara dan justru...
Hari Gini, Bersikap Kuatlah: Aja Cingeng, Cinging, lan Cengeng (Part 3)
Oleh: JC Tukiman Tarunasayoga Sudah seharusnya, layak, dan sepantasnya, kita yang telah lebih dari dua tahun “dihajar” oleh Covid-19 dengan segala variannya, berpikir dan bersikap...
Setali Tiga Uang: Beler, Clemer, lan Cemer (Part 2)
Oleh: JC Tukiman Tarunasayoga Saat saya usia SD-SMP, terutama di tlatah/wilayah kasultanan Ngayojakarta Hadiningrat, sebutan untuk uang satu rupiah ialah sak gelo (bacalah gelo seperti...
Setali Tiga Uang: Gidhuh, Kisruh, lan Ribut (Part 1)
Oleh: JC Tukiman Tarunasayoga Di masa kanak-kanak saya, -sebutlah di tahun 1950 an- , mata uang seharga satu sen (sepersepuluhnya satu rupiah) masih berlaku untuk/sebagai...
Lamun Bares Mesthi Beres: Dari Kendi Nusantara, Pawang Hujan GPMotor Mandalika, Isu Reshuflle Kabinet
Oleh: JC Tukiman Tarunasayoga Ucapkan bares sebagaimana layaknya Anda mengatakan kates, atau pamer(an), atau juga kena gaet; sedangkan untuk kata beres mengucapkannya seperti “Ia terseret...
Diblithuk Kowe: Muda Kaya Raya, Tua Foya-foya, Mati Masuk Mana?
Oleh: JC Tukiman Tarunasayoga Dalam kondisi zaman seperti sekarang ini, satu saran paling penting untuk kita semua, ialah “Aja gampang keblithuk, oleh siapa pun dan...
Persepsi Kendi Nusantara: Ada yang Luput, Mrucut, dan Ketrucut
Oleh: JC Tukiman Tarunasayoga Sangat bisa dipahami munculnya berbagai persepsi sekitar “ritual kendi Nusantara” yang rasa-rasanya nuansanya Jawa banget; dan oleh karena itu wajar kalau...






























