JEPARA (SUARABARU.ID)– MTs Amal Muslimin Bantrung menggelar Parenting Talk yang dikemas dalam rangkaian sosialisasi program unggulan dan tata tertib madrasah pada Minggu (19/7/2026). Kegiatan yang berlangsung di Pondok Pesantren Amal Muslimin, lingkungan MTs Amal Muslimin, ini dihadiri seluruh wali murid dan dewan guru.
Mengusung tema “Sinergi Madrasah dan Orang Tua dalam Membentuk Generasi Unggul, Berkarakter, dan Berakhlakul Karimah”, kegiatan menghadirkan narasumber Ratih Tahiyatur, S.Ak., CT., CMT. BNSP. Acara dimoderatori oleh Shoifah M. Shofa, salah seorang guru MTs Amal Muslimin.
Kepala MTs Amal Muslimin, Ahmad Nurul Huda, mengatakan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab madrasah, tetapi juga membutuhkan peran aktif keluarga.
“Pendidikan terbaik lahir dari sinergi madrasah dan keluarga. Guru menanamkan ilmu, orang tua menguatkan karakter, dan keduanya bersama-sama membentuk masa depan anak,” ujarnya.
Menurutnya, melalui kegiatan parenting sekaligus sosialisasi program dan tata tertib madrasah, diharapkan terbangun kesepahaman antara pihak madrasah dan wali murid dalam mendampingi proses pendidikan peserta didik.
Dalam kesempatan tersebut, madrasah juga memperkenalkan sejumlah program unggulan, di antaranya Tahassus Kitab Kuning dan English Conversation Class. Program tahassus dilaksanakan setiap hari pukul 07.00–08.00 WIB sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.
Program Tahassus Kitab Kuning telah menjadi kegiatan rutin selama beberapa tahun terakhir. Sementara itu, English Conversation Class merupakan program baru yang mulai diterapkan pada tahun ajaran ini. Ke depan, madrasah berencana menghadirkan penutur asing (native speaker) agar siswa dapat berlatih berkomunikasi dan melafalkan bahasa Inggris secara lebih tepat.
Pada sesi parenting, Ratih Tahiyatur memaparkan bahwa masa remaja merupakan fase yang sangat menentukan pembentukan karakter anak. Menurutnya, pada usia setingkat SMP/MTs, pengaruh terbesar terhadap perkembangan anak berasal dari teman sebaya dan media sosial.
Ia juga menjelaskan terdapat beberapa pola asuh orang tua, namun pendekatan yang paling efektif bagi remaja adalah pola asuh yang tegas sekaligus penuh kasih sayang (authoritative parenting). Dengan pendekatan tersebut, anak tetap mendapatkan batasan yang jelas tanpa kehilangan perhatian, kehangatan, dan dukungan dari orang tua.
Dalam pemaparannya, Ratih turut mengingatkan pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental remaja. Ia menyampaikan bahwa berbagai hasil survei menunjukkan semakin banyak anak yang mengalami tekanan psikologis sehingga diperlukan komunikasi yang baik antara orang tua, madrasah, dan anak.
Peserta tampak antusias mengikuti jalannya kegiatan. Tidak sedikit wali murid yang mengaku memperoleh wawasan baru mengenai pola pengasuhan remaja serta pentingnya membangun komunikasi yang sehat di lingkungan keluarga.
Melalui kegiatan ini, MTs Amal Muslimin Bantrung berharap kolaborasi antara madrasah dan orang tua semakin kuat sehingga mampu mencetak generasi yang unggul dalam prestasi, berkarakter, serta berakhlakul karimah.
Hadepe – Manan













