Bukti Orang Jujur Itu LLBT: Lempeng, Lurus, Burus, lan Temen
Oleh: JC Tukiman Tarunasayoga
Catatan awal, awas LLBT ini jangan diplesetkan apalagi diplintir sebagai bagian dari fenomena kehidupan sebagian anak manusia yang berbendera pelangi itu....
Mencermati Orang dengan ‘Pekerjaan Utama’ Ngiwi-iwi, Ngewak-ewakake, dan Umuk-umukan
Oleh: JC Tukiman Tarunasayoga
Barangkali terlalu vulgar menyebut seseorang (atau bahkan kelompok?) yang karena setiap saat muncul dengan ungkapan-ungkapannya yang serba ngiwi-iwi, ngewak-ewakake lan umuk-umukan...
Naga Dina, Apes, Lalu Nglemprak: Mimpi Buruk Apa Ya?
Oleh: JC Tukiman Tarunasayoga
Setiap orang, “apa pun pangkat kedudukanmu, sekuat atau selemah apa pun posisi sosialmu,” suatu saat pasti pernah (akan?) mengalami apes.
Dia,...
Ini Dia: Jarag, Ngawur, Waton (Part 5)
Oleh: JC Tukiman Tarunasayoga
Antara jarag, ngawur, dan waton nuansa perbedaannya sangat tipis, nyaris sama. Baru terasa berbeda manakala ada contoh konkret dari pergaulan hidup...
Kini Saatnya TTM: Tolong, Terima Kasih, dan Maaf
Oleh: JC Tukiman Tarunasayoga
Tibalah saat terbaik bagi siapa saja untuk TTM, yakni menyuburkan kembali semangat hidup bersama penuh tolong-menolong, senantiasa diwarnai ucapan terima kasih, ...
Kesatria Zaman Now: Tinggalkanlah “Dhemen Moyoki, Mojoke, lan Magoli” (Part 4)
Oleh: JC Tukiman Tarunasayoga
Ada sekurangnya tiga pola relasi sosial yang menjadikan kita maju mundur, berarti ora maju-maju; yakni banyak orang yang terpenjara dan justru...
Hari Gini, Bersikap Kuatlah: Aja Cingeng, Cinging, lan Cengeng (Part 3)
Oleh: JC Tukiman Tarunasayoga
Sudah seharusnya, layak, dan sepantasnya, kita yang telah lebih dari dua tahun “dihajar” oleh Covid-19 dengan segala variannya, berpikir dan bersikap...
Setali Tiga Uang: Beler, Clemer, lan Cemer (Part 2)
Oleh: JC Tukiman Tarunasayoga
Saat saya usia SD-SMP, terutama di tlatah/wilayah kasultanan Ngayojakarta Hadiningrat, sebutan untuk uang satu rupiah ialah sak gelo (bacalah gelo seperti...
Setali Tiga Uang: Gidhuh, Kisruh, lan Ribut (Part 1)
Oleh: JC Tukiman Tarunasayoga
Di masa kanak-kanak saya, -sebutlah di tahun 1950 an- , mata uang seharga satu sen (sepersepuluhnya satu rupiah) masih berlaku untuk/sebagai...
Lamun Bares Mesthi Beres: Dari Kendi Nusantara, Pawang Hujan GPMotor Mandalika, Isu Reshuflle Kabinet
Oleh: JC Tukiman Tarunasayoga
Ucapkan bares sebagaimana layaknya Anda mengatakan kates, atau pamer(an), atau juga kena gaet; sedangkan untuk kata beres mengucapkannya seperti “Ia terseret...
Diblithuk Kowe: Muda Kaya Raya, Tua Foya-foya, Mati Masuk Mana?
Oleh: JC Tukiman Tarunasayoga
Dalam kondisi zaman seperti sekarang ini, satu saran paling penting untuk kita semua, ialah “Aja gampang keblithuk, oleh siapa pun dan...
Persepsi Kendi Nusantara: Ada yang Luput, Mrucut, dan Ketrucut
Oleh: JC Tukiman Tarunasayoga
Sangat bisa dipahami munculnya berbagai persepsi sekitar “ritual kendi Nusantara” yang rasa-rasanya nuansanya Jawa banget; dan oleh karena itu wajar kalau...
Tuwa, Idealnya Tuwas
Oleh: JC Tukiman Tarunasayoga
Apa itu tua? Satu hal pasti tentang tua ialah berkaitan dengan umur/usia. Seseorang disebut tua karena usianya sudah banyak, atau karena...
Jajal-jajal vs Jajal Laknat
Oleh: JC Tukiman Tarunasayoga
Kejadian ini sudah lebih dari setengah tahun lalu, tetapi masih menarik untuk contoh seperti apa kiprah orang yang jajal-jajal itu. Ungkapan...
Wadhas Gempal – Part 2
Oleh: JC Tukiman Tarunasayoga
Dari 130 lebih pembaca tulisan saya “Wadhas Gempal dan Jurang Grawah” minggu lalu, ada dua penanggap sangat serius. Penanggap pertama seseorang...





























