Ketua PP MAJT Prof Dr KH Noor Achmad MA (tengah) didampingi Ketua PIMAJT Dr Hj Nur Kusuma Dewi MSi, Sekretaris MAJT Drs H Istajib AS dan Wakil Ketua Baznas Jateng KH Zain Yusuf usai menyerahkan santunan PIMAJT dan Baznas Jateng kepada anak yatim piatu.

SEMARANG(SUARABARU.ID)  – Pengajian Ibu-ibu Masjid Agung Jawa Tengah (PIMAJT), kembali menyalurkan santun kepada anak yatim piatu. Kali ini, disalurkan santuan berupa uang senilai Rp 500 ribu kepada 100 anak dari berberapa panti asuhan di Kota Semarang.

Ketua PIMAJT Dr Hj Nur Kusuma Dewi MSi dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Baznas RI, Baznas Provinsi Jawa Tengah serta segenap unsur yang telah membantu menyantuni anak-anak yatim piatu melalui PIMAJT.

“Kami sampaikan terima kasih atas kepercayaaaan penyaluran kepada PIMAJT. Bahwa satunan kepada anak yatim dan piatu ini sudah kami lakukan sejak lama. Alhamdulillah jumlahnya penerima dan nominal yang diterima semakin meningkat. Penyaluran kali ini merupakan tahap kedua dalam rangka bulan santunan Muharram. Yang pertama beberapa waktu lalu kami salurkan santunan dari Baznas Pusat dan PIMAJT kepada 350 anak,” ungkap Dr Hj Nur Kusuma Dewi Noor Achmad MSi,Jumat (10/9)

Sementara Ketua PP MAJT Prof Dr KH Noor Achmad menyampaikan terima kasih atas kiprah PIMAJT dalam peran serta membantu anak-anak yatim dan piatu.

“Kami Pengurus MAJT berharap semakin ke depan kita akan semakin banyak membantu anak-anak yatim dan piatu.Kami pun selalu  mendoakan bahwa anak-anak yang kami bantu ini kelak menjadi anak-anak yang kuat dan sukses, sehingga kelak juga bisa membantu anak-anak lainnya yang senasib. Artinya bila kelak menjadi orang sukses mereka ini juga akan menjadi penyantun,”kata Noor Achmad.

Wakil Ketua Baznas Jateng Drs KH  Zain Yusuf MM  mewakili Keta Baznas Jateng Dr KH Ahmad Darodji MSi, mengatakan bahwa sampai kini Baznas Provinsi Jawa Tengah telah memberikan santunan kepada 3.474 anak yatim dan piatu, termasuk mereka yang telah kehilangan orang tua mereka karena Covid-19.

“Hal ini tentunya juga mendukung pemerintah dalam penanganan dampak Covid-19. Bahkan kami siap membantu mereka anak-anak yang orang tuanya meninggal karena Covid-19 dari usia 5 tahun hingga 18 tahun. Kami akan bantu pendidikannya hingga lulus SMA. Kini kami juga sudah menjalin kerjasama dengan pondok pesantren yang memiliki madrasah, seperti milik KH Fadholan di Gunungpati,” ujar KH Zain Yusuf.

Riyan/Sol

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here