<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>metafisika Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/metafisika/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Sat, 30 Mar 2024 08:12:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>metafisika Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Puasa dan Terapi Hati &#8211; I</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/03/30/puasa-dan-terapi-hati-i</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 Mar 2024 08:12:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jurnal Metafisika]]></category>
		<category><![CDATA[Masruri]]></category>
		<category><![CDATA[metafisika]]></category>
		<category><![CDATA[obat hati]]></category>
		<category><![CDATA[tamba ati]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=407199</guid>

					<description><![CDATA[<p>TAMBA, dalam bahasa Jawa dapat diartikan obat. Jadi, yang dimaksud tamba ati (obat hati) adalah mengobati hati agar terhindar dari penyaki, atau menjadi sembuh jika sudah telanjur hatinya sakit. Tentu, yang dibahas ini bukan mengobati sakit hati dalam pengertian yang sempit, melainkan penyakit rohani yang jika ada pada diri seseorang, maka dia memiliki kepribadian yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/03/30/puasa-dan-terapi-hati-i">Puasa dan Terapi Hati &#8211; I</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" class="alignnone wp-image-140439 size-full" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/metafisika-logo-masruri-5.jpg" alt="" width="604" height="175" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/metafisika-logo-masruri-5.jpg 604w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/metafisika-logo-masruri-5-400x116.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/metafisika-logo-masruri-5-150x43.jpg 150w" sizes="(max-width: 604px) 100vw, 604px" /></p>
<p><strong><em>TAMBA</em></strong>, dalam bahasa Jawa dapat diartikan obat. Jadi, yang dimaksud</p>
<p><em>tamba ati</em> (obat hati) adalah mengobati hati agar terhindar dari penyaki, atau menjadi sembuh jika sudah telanjur hatinya sakit.</p>
<p>Tentu, yang dibahas ini bukan mengobati sakit hati dalam pengertian yang sempit, melainkan penyakit rohani yang jika ada pada diri seseorang, maka dia memiliki kepribadian yang cenderung berprilaku keluar dari jalur yang benar.</p>
<p>Untuk itu, perlu kita bahas seputar nafsu. Terutamanya, jenis nafsu dan “bala-tentara”-nya sekaligus meliputi, nafsu negatif dan yang positif.</p>
<p>Dan yang dimaksud penyakit hati itu nafsu yang mendorong hati memiliki kecenderungan negatif.</p>
<p>Nafsu negatif perlu dikendalikan, nafsu yang positif, ditingkatkan dengan harapan dapat mengantarkan pada kehidupan yang lebih baik, sabda Nabi SAW.</p>
<p>”&#8230;. dalam tubuh manusia ada segumpal daging, jika daging itu baik, maka baiklah tubuh seluruhnya, dan jika daging itu tidak baik, binasalah seluruh tubuh. Ketahuilah, daging itu adalah hati.” (H.R. Bukhari Muslim).</p>
<p>Hati itu dapat disebut baik jika terhindar dari sifat-sifat yang tercela baik itu dimata sesama maupun Allah, seperti menipu, ujub, riya&#8217;, takabur, hasud, cinta dunia dan kemasyhuran, bengis dan berbagai sifat tercela yang lain.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/03/30/puasa-dan-terapi-hati-i">Puasa dan Terapi Hati &#8211; I</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tentang Azimat – ( II )</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/03/01/tentang-azimat-ii</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Mar 2024 12:04:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jurnal Metafisika]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[azimat]]></category>
		<category><![CDATA[jimat]]></category>
		<category><![CDATA[Masruri]]></category>
		<category><![CDATA[metafisika]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=402138</guid>

					<description><![CDATA[<p>TENTANG jimat atau azimat, kita jangan melihat sebatas bendanya. Kita perlu mengetahui proses penyaluran energinya. Dalam hal ini adalah doa yang diucapkan ketika akan “meniup” atau mengisi getaran pada azimat itu. Bukankah itu tidak berbeda ketika Nabi SAW menancapkan pelepah kurma basah pada suatu makam yang kondisinya sedang menerima siksa akibat perilakunya pada masa hidupnya. [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/03/01/tentang-azimat-ii">Tentang Azimat – ( II )</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TENTANG</strong> jimat atau azimat, kita jangan melihat sebatas bendanya. Kita perlu mengetahui proses penyaluran energinya. Dalam hal ini adalah doa yang diucapkan ketika akan “meniup” atau mengisi getaran pada azimat itu.</p>
<p>Bukankah itu tidak berbeda ketika Nabi SAW menancapkan pelepah kurma basah pada suatu makam yang kondisinya sedang menerima siksa akibat perilakunya pada masa hidupnya.</p>
<p>Ini bukan berarti menyamakan manusia dengan Nabi SAW yang mempunyai segala kemuliaan dari-Nya. Dan kajian sederhananya, Nabi mempunyai mukjizat, manusia juga diberi keistimewaan yang disebut <em>maunah</em>.</p>
<p>Karunia dalam bentuk Maunah itu diperoleh ketika seseorang dapat  melampaui ujian tertentu, misalnya banyak melakukan ibadah sunah, banyak berdoa, wirid, puasa, tahajud, dan bentuk sunnah lain yang ajarkan para nabi, dsb.</p>
<p><strong>Azimat</strong></p>
<p>Tentang azimat, atau orang Jawa menyebut “jimat” ini lebih akrab dengan kalangan tradisional.  Bagi kalangan santri, lebih familiar dengan konsep para  ahli hikmah, yaitu dengan metode wirid, yang dibaca pada waktu tertentu dan jumlah tertentu.</p>
<p>Allah, dengan sifat Maha Kuasa-Nya, mampu menyembuhkan  sakit mata seperti yang dialami Nabi Ya’qub, membelah lautan menjadi jalan dengan perantaraan tongkat (kayu), memberi karisma, wibawa kepada Nabi Sulaiman melalui benda mati berupa cincin.</p>
<p>Mengapa saat menyalurkan karunia Allah itu masih melalui perantara benda mati? Itulah rahasia –Nya Yang Mahakuasa, Dia kuasa untuk memberikan karunia pada apa dan siapa pun, dan kita tidak berhak bertanya mengapa dan bagaimana, karena hal itu hanya akan melemahkan iman.</p>
<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Baca juga <a href="https://suarabaru.id/2024/02/23/tentang-azimat-i">Tentang Azimat (I)</a></strong></span></p>
<p>Karunia Allah dapat dititipkan pada berbagai makhluk ciptaan-Nya. Allah menitipkan karunia-Nya berupa obat pada daun, kayu dan biji-bijian. Intinya, mengambil manfaat pada ciptaan-Nya berarti  memanfaatkan karunia-Nya.</p>
<p><strong>Pro-Kontra Jimat</strong></p>
<p>Kesimpulannya tentang pro-kontra jimat, sebagian ada yang  mengharamkan azimat karena dikhawatir azimat itu dapat menggelincirkan iman bagi  orang yang tauhidnya belum lurus.</p>
<p>Terhadap orang yang memosisikan azimat sebagai sarana ikhtiar (wasilah), azimat itu tidak lebih dari obat atau benda yang aslinya, “diberi kekuatan” oleh Tuhan yang Mahaesa. Dan azimat itu hasil dari kecanggihan teknologi batin.</p>
<p>Dan ini tidak  jauh berbeda ketika teknologi yang dapat merekam suara pada pita atau piring cakram digital. Demikian juga, teknologi batin itu dapat merekam  atau menyimpan power pada benda mati.</p>
<p>Dari sejarah Nabi SAW adanya mukjizat yang melalui benda mati. Misalnya, saat Nabi dikepung pemudaa kafir, beliau mengambil segenggam pasir kemudian menebarkan pasir itu sambil membaca Surah Yasin ayat 1-9, sehingga yang mengepung itu pun tertidur hingga pagi hari.</p>
<p>Mengapa harus dengan menggunakan pasir? Sekali lagi, hakikatnya itu  bacaan ayatnya, dan bukan karena benda matinya. Jadi, keberadaan benda itu sebagai perantara yang tidak perlu dipermasalahkan sepanjang doa yang dibaca ditujukan kepada Allah Swt, dan untuk keperluan yang tidak dilarang-Nya.</p>
<p>Perlu dipahami, benda apa pun jenisnya, memiliki “keajaiban” jika  ada izin dari-Nya. Dan mengapa ayat-ayat suci itu memiliki daya  (mukjizat)? Sebagai jawaban, renungkan  firman-Nya. “Dan Kami turunkan dari Alquran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Al Isra: 82).</p>
<p>Dari ‘Auf bin Malik Al Asyia’i RA, : “Kami biasa melakukan mantra pada masa jahiliyah. Dan kami bertanya kepada Nabi SAW. “Ya Rasulullah. Bagaimana tentang mantra?” Jawab beliau, “Ucapkan  mantramu. Setelah itu, dijawa, “Tidak ada salahnya selama tidak mengandung syirik.” (Shahih Muslim).</p>
<p>Kesimpulannya? penggunaan amalan dan benda-benda yang diyakini memiliki kekuatan metafisis itu diperbolehkan sepanjang memenuhi kriteria : Tidak bertentangan dengan syariah, terutamanya  dalam tata laku pembuatannya, tidak mengarah kepada maksiat, dan tidak merugikan orang lain.</p>
<p>Selain azimat dalam bentuk tulisan, orang-orang zaman dulu, jika mau merantau, sering memanfaatkan bagian dari tubuh, terutama  kuku kaki Ibu terutama, dan jika Ibu sudah tiada kuku Ayahnya, lalu  dijadikan azimat, diletakkan dalam dompet, sabuk, dsb.</p>
<p>Tradisi itu ada kaitan dengan hadis bahwa surga itu di bawah telapak kaki Ibu. Secara zahir, para Ibu dengan keridhaannya mengantarkan anak-anaknya ke surga. Dan itu dapat diraih anak-anaknya dengan perantaraan perilakunya yang rendah hati, patuh dan selalu menghormatinya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/03/01/tentang-azimat-ii">Tentang Azimat – ( II )</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dukun Bisu Berilmu Unik &#8211; I</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/12/25/dukun-bisu-berilmu-unik-i</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Dec 2023 12:23:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jurnal Metafisika]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[dukun aneh]]></category>
		<category><![CDATA[dukun tuli]]></category>
		<category><![CDATA[jurnal metafisika]]></category>
		<category><![CDATA[Masruri]]></category>
		<category><![CDATA[metafisika]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=390309</guid>

					<description><![CDATA[<p>BANYAK dukun kita kenal, tapi yang satu ini lain dari yang lain. Jaiman, termasuk dukun yang tidak bisa diketahui jenis ilmunya dan latar belakang proses bergurunya, karena sejak dilahirkan, dia bisu. Karena kondisinya itu mustahillah jika dia pernah berguru. Karena selain bisu, Jaiman juga tuli (dua sifat bawaan itu saling terkait) dan dia juga tidak [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/12/25/dukun-bisu-berilmu-unik-i">Dukun Bisu Berilmu Unik &#8211; I</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" class="alignnone wp-image-175192 size-full" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/06/metafisika-logo-masruri.jpg" alt="" width="604" height="175" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/06/metafisika-logo-masruri.jpg 604w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/06/metafisika-logo-masruri-400x116.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/06/metafisika-logo-masruri-150x43.jpg 150w" sizes="(max-width: 604px) 100vw, 604px" /></p>
<p><strong>BANYAK </strong>dukun kita kenal, tapi yang satu ini lain dari yang lain. Jaiman, termasuk dukun yang tidak bisa diketahui jenis ilmunya dan latar belakang proses bergurunya, karena sejak dilahirkan, dia bisu.</p>
<p>Karena kondisinya itu mustahillah jika dia pernah berguru. Karena selain bisu, Jaiman juga tuli (dua sifat bawaan itu saling terkait) dan dia juga tidak pernah sekolah, dan tidak mungkin belajar ilmu gaib dari buku. Komunikasi dengan bahasa isarat pun tidak bisa mengorek latar belakang keilmuannya.</p>
<p>Jaiman, semasa hidupnya tinggal di Desa Damarwulan, Jepara, dan lebih banyak “bicara” dengan caranya sendiri tanpa memahami pertanyaan yang ditujukan kepadanya.</p>
<p>Menurut istrinya, Jaiman sudah memiliki keistimewaan sejak pulang dari menghilang. Dikisahkan, dia lahir-sekitar tahun 1945 dalam keadaan yatim. Ayahnya meninggal ketika dia masih dalam kandungan. Saat dia berusia empat tahun, ibunya menyusul kematian ayahnya.</p>
<p>Karena sayangnya kepada Ibunya, dia sering tidur di makam Ibunya. Hingga keajaiban pun terjadi ketika anak kecil itu sering menyendiri di makam Ibunya, Jaiman tiba-tiba menghilang entah kemana, sehingga warga desa berupaya  untuk mencarinya.</p>
<p>Segala upaya pencarian tidak berhasil, 10 tahun kemudian ada warga desa yang tidak sengaja menemukan Jaiman di daerah Banyuwangi, Jawa Timur.</p>
<p>Setelah menghilang, Jaiman tumbuh menjadi remaja yang <em>nganehi-anehi</em>. Dia menguasai ilmu gaib yang prestasinya mustahil tertandingi orang-orang pintar di desanya di perbatasan Pati &#8211; Jepara.</p>
<p>Yang dianggap unik itu Jaiman dengan mudahnya mampu memerintahkan benda untuk berjalan menuju tempat yang dikehendakinya. Karena keahlian itu, warga sering memanfaatkannya.</p>
<p>Misalnya, ketika ada gelang atau jam tangan milik warga yang masuk (tercebur) ke dalam sumur, Jaiman dengan kekuatan batinnya mampu “menarik” barang itu kembali ke atas.</p>
<p>Prosesnya begitu mudah. Dia menunduk dan memejamkan mata sambil mulutnya bergumam lirih, dan selanjutnya benda yang dituju itu diperintah untuk berada di genggaman tangannya, disertai ucapan khasnya : Uk uk uk &#8230;.</p>
<p>Setiap berhasil menangani suatu kejadian yang berkaitan “keajaiban”-nya, dia bangga hati, apalagi jika Jaiman dijadikan tontonan warga. Maklum, ketika itu dia masih remaja.</p>
<p>Semasa remaja, Jaiman memiliki bawaan tempramental. Kalau dia diremehkan warga karena bisunya, dia tidak segan-segan ngerjain orang yang meremehkan cacat bawaannya. Kalau tersinggung, dia bisa menancapkan potongan lidi pada orang yang dituju. Dan lidi itu baru diambil setelah orang itu minta maaf.</p>
<p>Kemahiran menguasai benda itu bisa juga untuk menarik barang yang hilang. Dan itu tidak sekadar benda-benda kecil seperti gelang atau jam tangan, bahkan cangkul yang hilang pun bisa ditarik kembali ke termpat semula.</p>
<p>Melihat potensi Jaiman, masyarakat mencoba memanfaatkannya untuk hal-hal yang lebih bermakna, terutama yang berkaitan dengan penyembuhan. Dan spesialisasi dia berkaitan dengan orang kemasukan benda kecil pada mata, telinga, lubang hidung, termasuk yang terselak duri pada tenggorokan.</p>
<p>Setelah sering memanfaatkan keahliannya dibidang pengobatan, Jaiman mulai membatasi untuk menarik benda hilang. Tentang kemahiran Jaiman sudah tidak diragukan lagi. Dia banyak membantu warga dibidang penyembuhan dan untuk itu tidak dibutuhkan biaya.</p>
<p>Seperti yang dialami keluarga asal Karimunjawa, untuk mengeluarkan biji jagung yang masuk lubang hidung anaknya yang masih TK. Karena  biji itu sudah terlalu masuk ke dalam, dokter menyarankannya untuk ke rumah sakit dan operasi.</p>
<p>Untung, ketika itu ada seseorang yang pernah mengalami kejadian yang sama, menyarankan untuk membawa anak itu ke kediaman Jaiman. Ketika saran itu dilaksanakan, Jaiman dengan berhasil mengeluarkan biji jagung.</p>
<p>Sedikit-dikitnya, ketika saya berkunjung ke kediaman Jaiman guna wawancara, ada empat pasien yang datang dengan kasus yang berbeda. Pasien pertama, si bocah TK tersebut. Kedua adalah tukang ukir yang telinga kirinya tuli akibat kemasukan cuilan kayu dua tahun silam. Dan ketiga, guru SD yang matanya bengkak karena kemasukan lalat. <em>Bersambung</em></p>
<p><strong><em>Masruri, penulis buku praktisi dan konsultan metafisika tinggal di Sirahan Cluwak, Pati</em></strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/12/25/dukun-bisu-berilmu-unik-i">Dukun Bisu Berilmu Unik &#8211; I</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Orang Kebal Stres</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/09/26/orang-kebal-stres</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 Sep 2023 10:14:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jurnal Metafisika]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Berdoa]]></category>
		<category><![CDATA[kebal stres]]></category>
		<category><![CDATA[metafisika]]></category>
		<category><![CDATA[orang stres]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=370226</guid>

					<description><![CDATA[<p>SAYA pernah mendatangi klinik tradisional pengobatan jiwa dan  diskusi dengan terapisnya. Ketika saya tanya, dari sekian yang dirawat, yang menyebabkan gangguan jiwa itu dari faktor apa? Dijawab, yang terbanyak orang yang keinginannya tidak tercapai, persentasenya hampir 50 persen, 25 persen yang salah menerapkan ilmu metafisik, dan 25 persen (diyakini) gangguan makhluk halus. Artinya, jika ada [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/09/26/orang-kebal-stres">Orang Kebal Stres</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" class="alignnone wp-image-175192 size-full" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/06/metafisika-logo-masruri.jpg" alt="" width="604" height="175" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/06/metafisika-logo-masruri.jpg 604w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/06/metafisika-logo-masruri-400x116.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/06/metafisika-logo-masruri-150x43.jpg 150w" sizes="(max-width: 604px) 100vw, 604px" /></p>
<p><strong>SAYA</strong> pernah mendatangi klinik tradisional pengobatan jiwa dan  diskusi dengan terapisnya. Ketika saya tanya, dari sekian yang dirawat, yang menyebabkan gangguan jiwa itu dari faktor apa?</p>
<p>Dijawab, yang terbanyak orang yang keinginannya tidak tercapai, persentasenya hampir 50 persen, 25 persen yang salah menerapkan ilmu metafisik, dan 25 persen (diyakini) gangguan makhluk halus.</p>
<p>Artinya, jika ada 100 orang terganggu jiwanya, separuhnya akibat gagal dalam cita-cita, sisanya masalah metafisik. Ketika saya tanya, bagaimana agar selamat dari gangguan jiwa?</p>
<p>Dijawab, mencegah lebih baik daripada mengobati. Caranya? Membiasakan diri berbaik sangka  apa pun yang sudah  digariskan Tuhan, dan ketika gagal mencapai  target, jangan terlalu berlarut. Hindari suasana batin tidak nyaman, hindari mudah tersinggung, marah, dsb.</p>
<p>Sebab, jika suasana itu ditambah beban lain, jika itu dialami mereka  yang jiwanya rapuh, <em>basic</em> spiritualnya pas-pasan, sangat rentan  mengalami gangguan kejiwaan.</p>
<p>Menurutnya, ada beberapa cara menanggulangi gangguan jiwa akibat problem hidup. Yaitu membiasakan bersikap apa adanya, dan hindari sikap optimistis berlebihan, berserah diri kepada-Nya dan selalu berbaik sangka dalam banyak hal.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/09/26/orang-kebal-stres">Orang Kebal Stres</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Puncak Ilmu Selamat</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/08/18/puncak-ilmu-selamat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Aug 2023 16:15:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jurnal Metafisika]]></category>
		<category><![CDATA[ilmu selamat]]></category>
		<category><![CDATA[Masruri]]></category>
		<category><![CDATA[metafisika]]></category>
		<category><![CDATA[Puncak Ilmu Selamat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=360741</guid>

					<description><![CDATA[<p>BELAJAR ilmu itu membawa keberuntungan, wawasan dan teman bertambah banyak. Namun segala yang ada di dunia ini pada akhirnya ada titik jenuh dan ini  yang sulit dihindari. Bukan berarti jenuh menuntut ilmu, namun metode yang monoton tanpa variasi bisa membuat cepat bosan. Dan seperti itu yang sering dirasakan. Setelah lama berkelana di belantara tiada tepi, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/08/18/puncak-ilmu-selamat">Puncak Ilmu Selamat</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" class="alignnone size-full wp-image-154208" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/03/metafisika-logo-masruri.jpg" alt="" width="604" height="175" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/03/metafisika-logo-masruri.jpg 604w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/03/metafisika-logo-masruri-400x116.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/03/metafisika-logo-masruri-150x43.jpg 150w" sizes="(max-width: 604px) 100vw, 604px" /></p>
<p><strong>BELAJAR </strong>ilmu itu membawa keberuntungan, wawasan dan teman bertambah banyak. Namun segala yang ada di dunia ini pada akhirnya ada titik jenuh dan ini  yang sulit dihindari.</p>
<p>Bukan berarti jenuh menuntut ilmu, namun metode yang monoton tanpa variasi bisa membuat cepat bosan. Dan seperti itu yang sering dirasakan. Setelah lama berkelana di belantara tiada tepi, saatnya mengevaluasi segala yang pernah kami.</p>
<p>Hasil evaluasi ternyata mengejutkan. Dengan bantuan dan bimbingan guru, saya dapat meresapi berbagai hal yang sebelumnya tidak pernah saya pikirkan. Betapa banyak orang yang semula dianggap benar, ternyata keliru. Demikian juga suatu perkara yang semula kami abaikan justru itu layak diikuti.</p>
<p>Suatu ketika, saat kami berkumpul ada rekan menuturkan pengalaman yang mirip dengan pengajaran terselubung. Suatu hari, setelah jamaah salat maghrib, rekan itu disuruh membaca bagian dari Al Quran oleh gurunya.</p>
<p>Ayat yang dibaca pada halaman terakhir juz tujuh ini oleh sebagian ahli hikmah disebut dengan istilah “Pembantu Arab”. Ketika sampai pada kalimat &#8230;. <em>Laa tudrikuhul abshaaru wahuwa yudrikul abshaara wahuwal lathiiful khabiir, tiba-tiba dia disuruh berhenti. </em></p>
<p>&#8220;Ulangi lagi,&#8221; pinta gurunya. Dalam hati, dia ragu. Perasaan tidak ada yang salah dengan bacaannya. Dia lalu hati-hati mengulangnya. Setelah selesai, tidak langsung melanjutkan kalimat berikutnya. Dia hanya diam menunggu reaksi guru.</p>
<p>Dia melihat guru menarik napas panjang dan berkata, &#8220;Bacaanmu sudah cukup bagus. Besok saya minta kamu menemui saya untuk membaca kalimat itu lagi. Tapi ingat kamu harus benar sudah hafal.&#8221;</p>
<p>Perintah itu dituruti. Semalaman dia menguatkan hafalannya. Esoknya, begitu menghadap guru, dia menyampaikan sudah hafal. Dia tidak jadi dites. Hanya saja, sebelum pamit, dia diberi amanah agar membaca tiga kali setiap selesai salat.</p>
<p>Dia yakin yang barusan diterima itu termasuk cara guru memberi ijazah atau wejangan ilmu. Menurutnya, dia termasuk murid yang lebih diperhatikan sehingga banyak hal diterima dalam bentuk simbul dan penjelasan yang safaknya umum.</p>
<p>Meski amanah itu sudah dilaksanakan, dia belum bisa memahaminya. Tiap kali ditanyakan pada guru, dijawab, tidak pernah diberi tahu. Dia hanya mengikuti agar amalan itu minimalnya  dibaca setiap pagi dan  petang.</p>
<p>Setiap kali dia akan meninggalkan amalan itu hatinya merasa tidak tenang.  Apalagi setelah mengetahui arti kalimatnya dari Alquran terjemah, sehingga dia mulai memahaminya. Dan bagi dia amalan itu dinilai yang banyak menyita konsentrasinya dibanding yang lain.</p>
<p>Pemahaman ekstra perlu diterapkan untuk mengkajinya. Dia yakin, kelak bisa menemukan makna dan manfaat yang lebih mendalam. Hingga suatu saat, dia bertemu teman lain.</p>
<p>Dia juga menceritakan baru menerima wejangan dari Ayahnya. Dia menuturkan, wejangan itu sebagai kunci dari keselamatan. Artinya, setinggi apa pun ilmu yang dimiliki, jika tidak selamat, ya tidak ada manfaatnya.</p>
<p>Merasa tertarik dengan amalan itu, Ahmad mendesak Hambali memberitahukan kepadanya. Awalnya ditolak, karena amalan itu masih baru dan belum dimatangkan. Namun dengan berbagai upaya, Hambali bersedia, dengan catatan dia  datang ke rumahnya malam hari.</p>
<p><strong>Pura-pura menghafal</strong></p>
<p>Saat waktunya tiba, Hambali memerintahkan Ahmad membuka bagian dari surat Al An&#8217;am. Dia terkejut, karena ayat itu sudah sering dia baca. Maka, untuk membesarkan hati teman, Ahmad tidak mengatakan kalau dia sudah hafal.</p>
<p>Dia pura-pura menghapal kata demi kata, di depan Hambali. Setelah yakin bacaannya lancar, Hambali membuka rahasia ayat itu.  Rasa ingin tahunya terjawab. Ayat pendek yang dihapalkan lebih dua bulan itu mengandung penjabaran luas. Dan mewakili berbagai jenis ilmu hikmah.</p>
<p>Maka, pelajaran dia itu berakhir ketika Ahmad membacakan arti kalimatnya, &#8220;Dia tidak bisa dicapai dengan penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala yang kelihatan, dan Dialah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui.&#8221;</p>
<p>Setelah hafal amalan itu, dia menjadi malas dengan wirid panjang. Dia fokus ke amalan yang baru. Dan ketika menggunakan amalan itu banyak hal dia alami. Pernah suatu saat, dia menghadapi orang dari kampung lain yang akan menyerbu kampungnya.</p>
<p>Kekuatan mereka sekitar 100 orang. Saat itu, dia ditemani lima teman, dan satu diantaranya adalah Hambali yang tempo hari mengajarkan doa kepadanya. Sepanjang perjalanan dia tidak menyuruh temannya  berdoa agar menang atau kebal senjata, melainkan doa minta selamat.</p>
<p>Dia membaca bagian dari ayat pada surat Al Anam, itu ratus kali, karena perjalanan mereka dua kilo meter. Yang berikutnya benar-benar tidak terbayangkan. Gerombolan yang tadinya siap mengeroyok pun kehilangan semangat.</p>
<p><strong><em>Masruri, penulis buku praktisi dan konsultan metafisika tinggal di Sirahan Cluwak Pati</em></strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/08/18/puncak-ilmu-selamat">Puncak Ilmu Selamat</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gelar Lucu, Gelar Palsu</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/06/16/gelar-lucu-gelar-palsu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Jun 2023 16:14:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jurnal Metafisika]]></category>
		<category><![CDATA[gelar palsu]]></category>
		<category><![CDATA[jayabaya]]></category>
		<category><![CDATA[kiai palsu]]></category>
		<category><![CDATA[metafisika]]></category>
		<category><![CDATA[sarjana abal-abal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=345201</guid>

					<description><![CDATA[<p>MAJALAH Panji Masyarakat dalam artikel 5 Mei 1999 tentang maraknya paranormal, yang saat itu jor-joran iklan, lengkap dengan “bumbu”-nya.  Ada yang bergelar Prof. Setelah saya telusuri, yang dimaksud Prof  itu bukan profesor, melainkan profesional. Ada yang pakai gelar KH, terkesan itu gelar keagamaan Kiai Haji. Ternyata tidak. Kemudian ada gelar MA versi mereka itu ternyata [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/06/16/gelar-lucu-gelar-palsu">Gelar Lucu, Gelar Palsu</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" class="aligncenter wp-image-175192 size-full" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/06/metafisika-logo-masruri.jpg" alt="" width="604" height="175" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/06/metafisika-logo-masruri.jpg 604w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/06/metafisika-logo-masruri-400x116.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/06/metafisika-logo-masruri-150x43.jpg 150w" sizes="(max-width: 604px) 100vw, 604px" /></p>
<p><strong>MAJALAH </strong><em>Panji Masyarakat</em> dalam artikel 5 Mei 1999 tentang maraknya paranormal, yang saat itu jor-joran iklan, lengkap dengan “bumbu”-nya.  Ada yang bergelar Prof. Setelah saya telusuri, yang dimaksud Prof  itu bukan profesor, melainkan profesional.</p>
<p>Ada yang pakai gelar KH, terkesan itu gelar keagamaan Kiai Haji. Ternyata tidak. Kemudian ada gelar MA versi mereka itu ternyata inisial dari nama panggilan ayahnya, Mat Amin, nama lengkapnya Ahmad Amin. Termasuk yang mengkritisi fenomena itu adalah, Prof Dadang Hawari melalui media sekaligus mempertanyakan keasliannya.</p>
<p>Majalah <em>Panji Masyarakat</em> dalam laporan utamanya juga mensinyalir banyak paranormal yang memakai gelar palsu. Benarkah demikian? &#8220;Ya! Di Surabaya ada pedagang kaki lima yang tiba-tiba menjadi paranormal, dan dia memakai gelar Ir (insinyur) pada kartu namanya.</p>
<p>Hal seperti itu dianggap biasa di kalangan sebagian dari mereka. Yang agak kelewatan itu jika sudah nekat mengenakan gelar keagamaan. Misalnya, seseorang yang tahu agama sepotong-potong, dan juga tidak bisa membaca huruf atau tulisan Arab, namun dia pakai titel Romo Kiai, plus gelar &#8220;Almukarrom&#8221; pada kartu namanya.</p>
<p>Di kalangan sebagian dari mereka, gelar-gelar seperti Prof yang bisa diartikan Profesor atau Profesional, Ph.D. (Philosophie Doctor) Dr. H.C. (Doktor Honouris Causa) dan sebagainya itu dipilih sendiri dan bisa juga dibeli dari lembaga abal-abal. Dan salah satu dari penggemar  gelar abal-abal itu, pernah datang ke rumah saya.</p>
<p>Begini, suatu saat datang ke kediaman saya seorang paranormal Malaysia yang sebelum datang itu mengirim buku karyanya dan beberapa fotokopi ijazah yang pernah diraih dalam ilmu keparanormalan.</p>
<p>Terhitung, sudah dua puluh lima piagam (ijazah) dikoleksinya dan salah satunya piagam Dr. H.C. atau doktor honouris causa. &#8220;Piagam itu asli atau palsu? Saya meyakini itu palsu. Piagam itu dikeluarkan oleh lembaga “pelatihan” fiktif yang ditandatangani seseorang yang pakai gelar PROF.DR. dan sederet gelar lain tidak dikenal.</p>
<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Baca juga <a href="https://suarabaru.id/2023/06/03/hewan-dan-metafisika">Hewan dan Metafisika</a></strong></span></p>
<p>Dan dia yang titelnya panjang itu menurut teman-teman pernah berurusan dengan pihak berwajib. Termasuk seseorang di wilayah timur yang membeli gelar itu pun pernah berurusan dengan aparat.</p>
<p>Gelar abal-abal semacam itu dulu dijual bebas, bahkan ada “orang pintar”  yang belajar ilmu di Indonesia, sempat bertamu di kediaman saya, juga menunjukkan berbagai “gelar” yang didapatkan membayar  membeli, baik secara kontan, dan bisa juga dengan mengangsur.</p>
<p>Bebebara orang yang saya kenal pernah memanfaatkan gelar palsu. Kalau saya, andai diberi gratis pun tidak tega karena malu memakainya, selain itu juga sayang uangnya. Gelar itu kata rekan saya, pada tahun 80-an dijual sekitar tiga hingga empat juta rupiah.</p>
<p>Saya masih menyimpan beberapa fotokopi Piagam Doktor yang dikeluarkan Institut di Jakarta yang lembaganya tidak jelas, sebab saat saya lacak di Google tidak ada. Informasi dari kalangan wartawan, pembeli gelar doktor dari lembaga pendidikan fiktif itu pernah dipanggil kejaksaan setempat hingga  gelar itu tidak  dikenakan pada iklan keparanormalanny, Dsb.</p>
<p>Seperti pengusaha kecap atau  sambel, untuk mendapatkan register atau MD biasanya disuruh membawa contoh hasil produknya. Paranormal yang pasang iklan resmi pun semestinya aturan itu perlu dilakukan. Ini tugas Kejari untuk meneliti apakah benar gelar mereka itu, palsu atau asli.</p>
<p>Ini agar masyarakat tahu pasti apakah titel seperti MA yang ada dibelakang nama seseorang yang dikenal suka mejeng itu kepanjangan dari Master of Art atau kepanjangan dari KH yang biasa dipakai di depan nama paranormal itu benar &#8220;Kiai Haji&#8221; atau &#8220;Kanjeng Haryo&#8221;. Yang seperti ini perlu ditertibkan.</p>
<p><strong>Gelar Kiai</strong></p>
<p>Tentang gelar keagamaan (palsu) siapa yang patut menertibkannya?  Ini yang belum jelas, karena ini berkaitan etika pribadi yang menggunakannya. Saya sempat bertanya mungkinkah Majelis Ulama atau Departemen Agama? Aturan mainnya belum jelas, karena yang seperti itu tolok ukurnya pada moral yang mengenakannya.</p>
<p>Jika orang buta huruf (Arab) dan hanya hafal dalil sepotong-potong sudah berani mengenakan gelar Kiai Haji, ini kelewatan. Sebab, gelar keagamaan itu karena faktor alamiah dari masyarakat terdekat sebagai bentuk dari pengakuan pada seseorang yang layak dari sisi ilmu dan perilakunya.</p>
<p>Sebagian dari mereka yang oleh media ditulis &#8220;Kiai&#8221; setelah saya datangi, ketika saya bertanya kepada tetangganya, pada umumnya mereka  tidak menyebutkan sebagai Kiai. Saya pernah mengenal seseorang yang oleh murid-muridnya dipanggil Pak Kiai.</p>
<p>Suatu hari saya bertemu tetangganya. Saya bertanya, apakah kenal pak Kiai Anu? Dijawabnya agak ketus. “Orang itu kok dipanggil kiai, oleh tetangganya dia disebut profesi yang kurang patut.”</p>
<p>Ini mengingatkan pada sebuah hadis, bahwa kualitas seseorang (baik buruknya) itu tetangganya yang paling mengetahui.</p>
<p>Suatu saat saya ngobrol dengan seseorang di luar kota. Dia mengaku belajar ilmu dari seseorang yang ternyata dia tetangga saya yang saya kenal buta huruf namun olehnya disebut ahli kaligrafi. Terbukti, rajah (huruf Arab) ditulis sempurna.</p>
<p>Zaman akhir, sebagaimana yang telah prediksi Jayabaya, <em>Akeh wong ngedol ngelmu, akeh wong ngaku-aku&#8230; </em> banyak orang menjual ilmu, banyak orang mengaku-ngaku..</p>
<p><strong><em>Masruri, penulis buku, praktisi dan konsultan metafisika tinggal di Sirahan Cluwak Pati</em></strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/06/16/gelar-lucu-gelar-palsu">Gelar Lucu, Gelar Palsu</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Malima dan Filosofi Olah Batin</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/12/16/malima-dan-filosofi-olah-batin</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Dec 2022 06:42:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jurnal Metafisika]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[malima]]></category>
		<category><![CDATA[metafisika]]></category>
		<category><![CDATA[molimo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=300711</guid>

					<description><![CDATA[<p>PADA zaman ini untuk memiliki daya linuwih, buat apa harus melalui lelaku batin dan meninggalkan sebagian “kenikmatan” duniawi  yang  disebut Malima : Madat (narkoba), main (berjudi), minum (mabuk minuman keras), madon (main perempuan), dan maling (mencuri, korupsi, dan tindak kejahatan serupa). Bisa jadi rambu-rambu itu hanya cara guru menakut-nakuti murid atau jika dilanggar berdampak terhadap [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/12/16/malima-dan-filosofi-olah-batin">Malima dan Filosofi Olah Batin</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" class="alignnone size-full wp-image-175192" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/06/metafisika-logo-masruri.jpg" alt="" width="604" height="175" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/06/metafisika-logo-masruri.jpg 604w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/06/metafisika-logo-masruri-400x116.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/06/metafisika-logo-masruri-150x43.jpg 150w" sizes="(max-width: 604px) 100vw, 604px" /></p>
<p><strong>PADA</strong> zaman ini untuk memiliki <em>daya linuwih</em>, buat apa harus melalui lelaku batin dan meninggalkan sebagian “kenikmatan” duniawi  yang  disebut Malima : <em>Madat (</em>narkoba)<em>, main </em>(berjudi)<em>, minum </em>(mabuk minuman keras)<em>, madon </em>(main perempuan), dan<em> maling </em>(mencuri, korupsi, dan tindak kejahatan serupa)<em>.</em></p>
<p>Bisa jadi rambu-rambu itu hanya cara guru menakut-nakuti murid atau jika dilanggar berdampak terhadap kekuatan supranatural seseorang? Dan ini terkadang ditanyakan oleh anggota dan orang luar perguruan.</p>
<p>Beberapa perguruan yang mengolah sisi metafisis menerapkan rambu-rambu  malima ini kepada anggotanya, bahkan seringkali disertai “ancaman” melanggar satu dari (Ma) yang lima itu bersiaplah untuk kualat, kena penyakit dan hilang pula ilmunya.</p>
<p><strong>Energi Supranatural</strong></p>
<p>Sebagian perguruan menerapkan rambu-rambu “Malima” ini bahkan ada yang menambah jenis pantangannya dan ada yang mengurangi atau minta diskon.</p>
<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Baca juga </strong></span><strong><span style="font-size: 12pt;"><a href="https://suarabaru.id/2022/11/11/lmanajemen-dan-spiritual">Manajemen dan Spiritual</a></span></strong></p>
<p>Ada yang menambahkan malima plus yaitu apa yang diajarkan agama, dan yang mengurangi adalah adanya aturan yang “menawar” yaitu, berzina boleh, asal tidak dengan teman seperguruan.</p>
<p>Malima juga ada dalam bentuk <em>sanepa</em>, atau bisa juga disebut “menawar” misalnya tidak boleh melangkahi celana dalam wanita atau menerobos pagar. Mestinya, ini artinya tidak boleh berzina, melanggar <em>pager ayu</em> (kehormatan perempuan).</p>
<p>Sayangnya, ajaran atau ajakan itu ditelan mentah, melanggar atau menerobos pagar menjadi pantangan, namun menerobos <em>pager ayu</em> tetap dilakukan. Banyak yang meyakini, kemampuan supranatural itu karunia Tuhan.</p>
<p>Dan pertolongan Allah (maunah) itu lebih dikhususkan kepada hamba yang timbangan amal baiknya lebih banyak, dibanding amal buruknya. Jadi, berpantang malima itu bukan hanya karena kekuatan supranatural yang menjadi tujuan.</p>
<p>Anggap itu sebagai “bonus”, sedangkan yang utamanya adalah ridha-Nya. Dan dari sisi lain, berpantang malima itu untuk mencari ketenangan, karena berawal dari ketenangan itu menyebabkan doa-doa lebih mudah terkabulkan.</p>
<p>Ibarat mesin yang bersih lebih mampu mengeluarkan tenaga, dan pengolahan energi supranatural juga berlaku seperti itu. Misalnya, dalam kisah si Pitung, walau dia memliki Aji Panglimunan, ketika pikirannya sedang kalut, ajiannya tidak dapat dimanfaatkan.</p>
<p>Berpantang malima itu bertujuan untuk belajar mengendalikan  nafsu, karena dominannya nafsu itu menjadikan manusia berjarak dengan-Nya. Dan manfaat berpantang malima justru dapat kita rasakan pada zaman sekarang dimana masyarakat sudah &#8220;sadar hukum&#8221;, dan hukum rimba tidak kebagian tempat pada kehidupan masyarakat.</p>
<p>Misalnya pernah ada kejadian lucu yang dialami seorang jawara yang terperosok masuk kedalam parit dengan motornya. Itu karena saat berpapasan dengan saya, dia saya bohongi dengan memberi tanda acungan dua jari, yang artinya tidak jauh dari situ ada razia.</p>
<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Baca juga <a href="https://suarabaru.id/2022/12/09/sepak-bola-api-teknik-atau-magis">Sepak Bola Api, Teknik atau Magis?</a></strong></span></p>
<p>Merasa tidak memiliki  SIM dan tidak berhelm, menyebabkannya dia gugup lalu putar balik kemudian saking tergesanya lalu terperosok dalam got. Padahal saya tahu jawara itu punya prestasi dalam olah kanuragan. Tetapi karena melanggar peraturan,  kejawaraannya tidak berfungsi .</p>
<p><strong>Malima</strong></p>
<p>Jika pertolongan Tuhan lebih dikhususkan kepada seorang hamba yang memi liki timbangan amal baik lebih banyak di banding amal buruknya maka berpantang malima lebih membawa arti jika disertai dengan amal ibadah sehingga neraca buruk terkurangi, dan neraca baik ditambah bobotnya.</p>
<p>Di samping ridha Allah yang dituju, tidak ada salahnya jika amal saleh</p>
<p>itu kita jadikan tawasul atau “perantara” agar doa lebih cepat dikabulkan dan kita dimasuakkan sebagai orang yang tersurat dalam Albaqarah : 105 &#8220;Dan Allah mengkhususkan rahmat-Nya kepada orang yang Dia sukai.&#8221;</p>
<p>Malima itu belum mencakup keseluruhan dari yang dilarang Allah, tetapi mampu meninggalkan lima perkara itu sudah termasuk  prestasi tersendiri. Apalagi jika mam  berpantang lima M yang lain :  Murtad, Musyrik, Munafik, dan Melanggar Hukum, tentu itu lebih baik lagi.</p>
<p>Tetapi apakah dengan memasuki perguruan yang mencanangkan rambu-rambu berpantang Malima itu menjadikan seseorang memiliki predikat manusia suci. Semua bergantung pada pribadi manusianya.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/12/16/malima-dan-filosofi-olah-batin">Malima dan Filosofi Olah Batin</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Puter Giling dan Doa Keadilan &#8211; II</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/10/07/puter-giling-dan-doa-keadilan-ii-2</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Oct 2022 09:09:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jurnal Metafisika]]></category>
		<category><![CDATA[jurnal metafisika]]></category>
		<category><![CDATA[Masruri]]></category>
		<category><![CDATA[metafisika]]></category>
		<category><![CDATA[mistik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=283463</guid>

					<description><![CDATA[<p>SUATU sore ada warga ditemukan meninggal akibat tusukan senjata tajam. Setelah kasusnya ditangani Polisi, pihak keluarga,  ikhtiar mendatangi sesepuh agar pelakunya segera terungkap. Keluarga yang lain ikut melakukan hal yang sama. Ada yang menggunakan tradisi agama, dengan ilmu hikmah, ada yang dengan tradisi jawa. Tujuannya sama, agar kasus pembunuhan itu segera terungkap. Salah satu dari [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/10/07/puter-giling-dan-doa-keadilan-ii-2">Puter Giling dan Doa Keadilan &#8211; II</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" class="alignnone size-full wp-image-175192" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/06/metafisika-logo-masruri.jpg" alt="" width="604" height="175" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/06/metafisika-logo-masruri.jpg 604w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/06/metafisika-logo-masruri-400x116.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/06/metafisika-logo-masruri-150x43.jpg 150w" sizes="(max-width: 604px) 100vw, 604px" /></p>
<p><strong>SUATU </strong>sore ada warga ditemukan meninggal akibat tusukan senjata tajam. Setelah kasusnya ditangani Polisi, pihak keluarga,  ikhtiar mendatangi sesepuh agar pelakunya segera terungkap.</p>
<p>Keluarga yang lain ikut melakukan hal yang sama. Ada yang menggunakan tradisi agama, dengan ilmu hikmah, ada yang dengan tradisi jawa. Tujuannya sama, agar kasus pembunuhan itu segera terungkap.</p>
<p>Salah satu dari sesepuh yang didatangi, menyarankan agar  keluarga korban disarankan membaca amalan tertentu sebanyak  10 kali setelah salat mahrib. Tujuannya “mohon keadilan” dan tidak disarankan berdoa agar pelakunya tertangkap atau kena musibah.</p>
<p>“Biar Allah yang mengatur, karena Dia yang Mahaadil, ” pesan sesepuh. Mereka lalu mengamalkan doa yang diterima dari sesepuh itu. Terjadi keajaiban. Pada akhir acara tujuh hari,  cucu dari korban itu bikin gaduh.</p>
<p>Dia  “kesurupan” dan bertingkah aneh, mengigau sambil menuding salah satu warga yang hadir dalam acara tahlilan. Anak itu  berkata, “kamu yang membunuh,” sambil menangis histeris. Kejadian itu membuat suasana tahlil pun gaduh.</p>
<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Baca juga <a href="https://suarabaru.id/2022/09/30/puter-giling-dan-doa-keadilan-ii">Puter Giling dan Doa Keadilan – I</a></strong></span></p>
<p>Tentu saja warga yang dituding memungkiri, apalagi secara hukum, kesaksian anak tidak bisa diterima secara hukum. Namun tidak demikian  dengan pendapat keluarga. Kejadian heboh pada malam ketujuh itu dimanfaatkan untuk menggali informasi lebih dalam.</p>
<p>Secara diam-diam ada yang kordinasi dengan keluarga yang anggota aparat. Tentu saja, kesaksian anak kecil tidak bisa atau tepatnya tidak laku dijadikan sebagai “barang bukti” namun oleh keluarga dicari titik temu sebagai bentuk ikhtiar.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/10/07/puter-giling-dan-doa-keadilan-ii-2">Puter Giling dan Doa Keadilan &#8211; II</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Membentengi Rumah dan Kebun</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/09/09/membentengi-rumah-dan-kebun</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Sep 2022 11:44:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jurnal Metafisika]]></category>
		<category><![CDATA[metafisika]]></category>
		<category><![CDATA[misteri]]></category>
		<category><![CDATA[mistik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=277401</guid>

					<description><![CDATA[<p>AWAL tahun 2000 saya masih ketemu guru yang menguasai ilmu siker atau pagar gaib untuk melindungi rumah, tempat usaha, kebun, Dsb. Kebiasaan dari  ahli pagar gaib itu, setiap masuk bulan Muharram atau Sura, dia puasa selama 40 hari. Panggil saja Mbah Jito, dia tinggal di tetangga desa saya.  Saya berguru kepadanya, namun saya tidak berani [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/09/09/membentengi-rumah-dan-kebun">Membentengi Rumah dan Kebun</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" class="alignnone size-full wp-image-175192" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/06/metafisika-logo-masruri.jpg" alt="" width="604" height="175" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/06/metafisika-logo-masruri.jpg 604w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/06/metafisika-logo-masruri-400x116.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/06/metafisika-logo-masruri-150x43.jpg 150w" sizes="(max-width: 604px) 100vw, 604px" /></p>
<p><strong>AWAL </strong>tahun 2000 saya masih ketemu guru yang menguasai ilmu siker atau pagar gaib untuk melindungi rumah, tempat usaha, kebun, Dsb. Kebiasaan dari  ahli pagar gaib itu, setiap masuk bulan Muharram atau Sura, dia puasa selama 40 hari.</p>
<p>Panggil saja Mbah Jito, dia tinggal di tetangga desa saya.  Saya berguru kepadanya, namun saya tidak berani mengatakan ilmu yang saya jalani itu ampuh seperti yang dimilikinya. Karena Guru saya itu ahli tirakat, sedangkan saya hobi makan. Kata Mbah Jito, ilmu itu tergantung bagaimana tirakatnya.</p>
<p>Suatu lokasi yang dipagari Mbah Jito, insya Allah  menjadi aman, karena orang yang berniat jahat masuk lokasi yang sudah disiker atau dipagari secara metafisk, itu menjadi  bingung kemudian mengurungkan niatnya.</p>
<p>Jika yang berniat jahat itu lebih dari satu orang, beda lagi sesasasinya. Yaitu, lokasi yang dijadikan target itu  berubah menjadi semak, atau dipenuhi kabut sehingga   tidak melihat barang yang akan dicuri.</p>
<p>Dia menyimpan lima ilmu pagar gaib dengan reaksi yang berbeda. Dan keampuhan Mbah Jito itu sudah dibuktikan para tetangga. Misalnya peternak ayam pedaging yang sebelumnya sering kehilangan ayam pada malam hari, setelah dipagari menjadi aman.</p>
<p>Bahkan karena kuatnya pagar gaib  Mbah Jito, siapa pun yang masuk lokasi pekarangannya, walau tidak niat mengambil sesuatu, matanya pun tak bisa melihat. Bahkan pernah kakaknya malam hari masuk lokasi kandang  mau memetik cabe untuk bumbu nasi goreng. Cabenya pun tidak tampak.</p>
<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Baca juga  <a href="https://suarabaru.id/2022/09/03/anda-tidak-percaya-ilmu-metafisika">Anda Tidak Percaya Ilmu Metafisika?</a></strong></span></p>
<p>Tetangga lain mengisahkan keampuhan ilmu Mbah Jito. Ketika tetangga sedang digugat cerai istrinya, pihak lelaki minta Mbah Jito memagari rumahnya agar petugas dari KUA yang mengantar surat panggilan sidang tidak melihat rumahnya, sehingga surat panggilan dari pengadilan agama tidak disampaikan.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/09/09/membentengi-rumah-dan-kebun">Membentengi Rumah dan Kebun</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Nazar Jangan yang Memberatkan</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/08/12/nazar-jangan-yang-memberatkan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Aug 2022 13:16:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jurnal Metafisika]]></category>
		<category><![CDATA[jurnal metafisika]]></category>
		<category><![CDATA[Masruri]]></category>
		<category><![CDATA[metafisika]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=270573</guid>

					<description><![CDATA[<p>RUMAH di belakang anak-anak yang sedang meloncat ini punya kisah tersendiri. Posisi rumah itu ada di samping timur rumah saya. Sebelum dibangun rumah, di situ tanah kosong. Ketika ada warga sedang konflik dengan saudaranya hingga ada yang terusir dari rumahnya, itu  mengutarakan keinginannya untuk membeli tanah orangtua saya, yang posisinya ada  di timur bangunan rumah [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/08/12/nazar-jangan-yang-memberatkan">Nazar Jangan yang Memberatkan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" class="alignnone size-full wp-image-175192" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/06/metafisika-logo-masruri.jpg" alt="" width="604" height="175" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/06/metafisika-logo-masruri.jpg 604w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/06/metafisika-logo-masruri-400x116.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/06/metafisika-logo-masruri-150x43.jpg 150w" sizes="(max-width: 604px) 100vw, 604px" /></p>
<p><strong>RUMAH </strong>di belakang anak-anak yang sedang meloncat ini punya kisah tersendiri. Posisi rumah itu ada di samping timur rumah saya. Sebelum dibangun rumah, di situ tanah kosong.</p>
<p>Ketika ada warga sedang konflik dengan saudaranya hingga ada yang terusir dari rumahnya, itu  mengutarakan keinginannya untuk membeli tanah orangtua saya, yang posisinya ada  di timur bangunan rumah saya.</p>
<p>Karena iba, keluarga kami mempersilakan, bahkan tetangga itu diberi keringanan harga, bahkan dibolehkan mengangsur jika nanti sudah ada rezeki. Karena merasa tertolong, saking senangnya, janda itu ikrar, besuk akan merawat Ibu saya sepanjang hidupnya.</p>
<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Baca juga <a href="https://suarabaru.id/2022/05/13/keajaiban-doa-dan-ilmu-yakin">Keajaiban Doa dan Ilmu Yakin</a></strong></span></p>
<p>Ternyata, niat baik itu tidak kesampaian, karena dia meninggal duluan. Dan setelah itu menyusul anak lelakinya, sehingga rumah itu  suwung atau tidak berpenghuni.</p>
<p><strong>Tamu Jakarta</strong></p>
<p>Tiga bulan kemudian ada sahabat  dari Jakarta silaturahmi ke rumah saya. Beliau tanya status rumah kosong itu dan saya jawab, kosong. Karena pemilik dan anaknya meninggal, dan anak-anak yang perempuan sudah punya rumah.</p>
<p>Tamu itu lalu berkata, &#8220;Pak, bagaimana kalau rumah itu saya beli, biar nanti bisa dimanfaatkan untuk kepentingan umum, belajar, bermain, membaca (perpustakaan) pelatihan terapi, bekam, pijat, dsb.”</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/08/12/nazar-jangan-yang-memberatkan">Nazar Jangan yang Memberatkan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>