blank
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, saat menerima penghargaan dari Ketua Baznas RI Noor Achmad. Foto: humas

GUBERNUR Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, dinilai berhasil mengoptimalkan peran Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Hal itu dibuktikan, dengan bertaburnya penghargaan yang ditujukan kepada mantan anggota DPR RI itu, terkait pengelolaan zakat.

”Dalam catatan kami, Pak Ganjar ini orang yang paling punya perhatian terhadap Baznas. Tentu saja dari apa yang dilakukan oleh beliau,” kata Ketua Baznas RI, Noor Achmad, dalam keterangannya, seperti dikutip Selasa (20/9/2022).

Sejumlah penghargaan yang diterima Ganjar dalam upayanya mengoptimalisasi peran Baznas, antara lain, Ganjar Pranowo sebagai Gubernur Pendukung Gerakan Zakat Indonesia, Jateng sebagai provinsi dengan pengelolaan zakat terbaik, dan provinsi/kota/kabupaten/kota dengan inovasi zakat terbaik.

BACA JUGA: Istri Bupati Kendal, Wynne Frederica:Membatik Butuh Kesabaran

Selain itu, Ganjar juga berhasil mendorong kinerja sejumlah kepala daerah di Jateng, seperti di Kabupaten Kendal, Kabupaten Kudus, dan Kota Semarang, sehingga menerima penghargaan sebagai pendukung gerakan zakat Indonesia.

Noor Achmad sendiri menyatakan, Jateng sebagai provinsi dengan perolehan zakat, infaq dan sedekah terbesar di Indonesia. Noor menyampaikan, inisiasi yang dilakukan Ganjar dalam menggandeng Baznas, selalu dijadikan cerita di manapun berada.

”Setiap berkeliling Indonesia, saya selalu memberikan contoh tentang Provinsi Jawa Tengah. Bahwa Gubernur Jawa Tengah luar biasa, selalu mendorong zakat, hubungan antara Baznas dengan provinsi, mendorong hubungan antara Baznas dengan kabupaten/kota,” jelasnya.

BACA JUGA: Resmi, Seleksi Perangkat Desa di Kudus Digelar 13 Desember 2022

Di Jateng sendiri, Ganjar melalui Pemprov Jateng bersama Baznas, terus mendorong penghimpunan zakat. Bahkan keduanya menjalin kerja sama untuk menghimpun zakat dari ASN Pemprov Jateng.

Berkat kerja sama itu, Baznas berhasil menghimpun zakat ASN Pemprov Jateng, dengan nilai mencapai Rp 57 miliar, pada tahun 2021 lalu. Angka ini melesat dibanding tahun-tahun sebelumnya, yang berada pada kisaran Rp 17 miliar per tahun.

Zakat ASN Pemprov Jateng itu kemudian disalurkan kepada mustahik, dalam bentuk pemberian beasiswa, penyediaan tabung oksigen saat pandemi covid-19, support kebencanaan lokal dan Nasional, sumbangan kaki palsu, pembangunan masjid-mushola, hingga bantuan renovasi Rumah Tak Layak Huni (RTLH), bagi keluarga prasejahtera.

BACA JUGA: Polres Kudus Tangkap Dua Penjudi Online, Sita Uang Rp 437 Ribu

Tak hanya itu, Ganjar bersama Baznas Jateng, juga menggerakkan sejumlah program produktif. Seperti pemberdayaan seperti permodalan usaha, pertukangan, pelatihan kuliner sampai perbengkelan.

”Gubernur Ganjar terus mendorong secara kuat Baznas, dan telah menunjukkan ke masyarakat, bahwa lembaga ini memberikan kemaslahatan kepada masyarakat,” tukas dia.

Sementara itu, Ketua Baznas Jateng, KH Ahmad Darodji dalam keterangannya menyebutkan, melalui Baznas, secara taktis dan strategis, Ganjar mampu mengatasi berbagai persoalan di masyarakat. Baik itu pendidikan, kesehatan, sampai ketenagakerjaan.

BACA JUGA: Pelaku Pemotongan BLT BBM Keluarga Penerima Manfaat Akan Dipolisikan

blank
Ketua Baznas Jateng, KH Ahmad Darodji, saat menyerahkan bantuan permodalan kepada penerima manfaat Baznas. Foto: baznas

Ditambahkan dia, Baznas hadir sebagai pintu dana taktis, ketika kebutuhan masyarakat sedang mendesak. Menurutnya, Ganjar mampu mengoptimalisasi dana zakat untuk kemaslahatan masyarakat lebih cepat. Pasalnya, pencairan dana APBD cenderung prosedural.

”Itu sebabnya, keberadaan Baznas yang bersinergi dengan OPD-OPD, dinas-dinas terkait, selalu ada di waktu yang tepat, dalam kondisi darurat. Seperti kebencanaan, APD saat pandemi, dan rumah untuk korban bencana,” tuturnya.

Upaya yang dilakukan antara Ganjar dan Baznas ini, menjadi salah satu indikator penerunan angka kemiskinan di Jateng. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan di Jateng turun 0,32 persen, dari sebelumnya 11,25 persen (September 2021), lalu menjadi 10,93 persen (Maret 2022).

BACA JUGA: 13 Tingkah Laku Kucing Yang Jarang Diketahui Pemiliknya, Makan Rumput Hingga Berkicau

Presentase itu menunjukkan, warga miskin di Jateng berkurang 102,57 ribu orang. Dari sebelumnya berjumlah 3,93 juta jiwa, menjadi 3,83 juta jiwa.

”Saya senang, karena pengelolaan Baznas Jateng jauh lebih modern. Peruntukkannya tidak hanya untuk charity atau pemberian semata, tapi juga untuk bantuan-bantuan yang sifatnya produktif,” ungkap Ganjar, beberapa waktu lalu.

Tim SB