blank
Ganjar dan Siti Atikoh memberikan penghormatan terakhirnya untuk seniman asal Solo, Blacius Subono. Foto: tmgp

SOLO (SUARABARU.ID)– Mantan Gubernur Jawa Tengah 2013-2023, Ganjar Pranowo, melepas kepergian seniman hebat asal Solo, pemeran Semar yang meninggal saat tampil di acara Hajatan Rakyat Ganjar, Blacius Subono. Bersama istrinya, Siti Atikoh, Ganjar melepas keberangkatan Subono menuju tempat peristirahatannya yang terakhir.

Ganjar tiba di tempat persemayaman Ki Bono, di Padepokan Seni Nurroso, Surakarta, di Gang Brotoseno, Jebres, Solo, Minggu (11/2/2024). Ganjar langsung menemui istri Ki Bono dan keluarganya, untuk menyampaikan duka citanya.

Suasana haru terlihat dalam pertemuan itu. Ganjar dan istri terlihat berpelukan dengan istri dan anak-anak Ki Bono, untuk menyampaikan duka cita. Istri Ki Bono sempat bercerita kepada Ganjar, tentang hari-hari terakhirnya bersama dosen ISI Surakarta itu. Meski berduka, namun istri dan anak-anak Ki Bono terlihat tegar menerima kenyataan itu.

BACA JUGA: Bawaslu Grobogan Gelar Penertiban Alat Peraga Kampanye Tiga Hari Menjelang Pemilu 2024

”Kami sungguh berduka atas kepergian Pak Bono. Beliau orang baik, seniman hebat yang tidak hanya menguri-uri budaya, namun juga mengembangkan dan memiliki prinsip yang kuat,” ucap Ganjar.

Ki Bono juga sosok seniman yang selalu tampil maksimal. Menurut cerita FX Rudyatmo, Ki Bono berlatih berhari-hari, untuk menyiapkan pentas di acara Hajatan Rakyat Ganjar itu.

”Bayangkan, beliau yang sudah pakar masih mau latihan berhari-hari dengan serius. Sungguh beliau seniman hebat, dan selalu ingin menunjukkan yang terbaik,” kenang Ketua DPC PDIP Surakarta itu.

BACA JUGA: Cuaca Buruk Paksa KMC Express Bahari Balik Arah

blank
Ganjar memberikan ungkapan duka citanya kepada salah satu keluarga dari Blacius Subono. Foto: tmgp

Pesan terakhir Ki Bono masih terngiang di benak Ganjar. Saat pentas itu, Ki Bono menyampaikan pesan secara khusus kepada Ganjar-Mahfud.

Pesan yang disampaikan Ki Bono saat tampil terakhir itu, bukan cerita lakon yang dipentaskan. Pesan itu adalah apa yang sejatinya Ki Bono harapkan.

”Dan kata-kata terakhir beliau itu, mengutip apa yang selalu saya tulis. Tuanku rakyat, jabatan hanya mandat. Sungguh ini sebuah mandat yang kita mesti lakukan untuk membela mereka yang susah,” kenangnya.

BACA JUGA: Pemkab Kudus dan PWNU Jateng Dorong Pengusulan Gelar Pahlawan untuk KH Raden Asnawi

Usai bertemu keluarga, Ganjar menyampaikan, kalau keluarganya sudah ikhlas melepas kepergian Ki Bono. Keluarganya yang juga keluarga seniman, sudah sangat memahami soal itu.

”Saat saya sampaikan duka cita, keluarganya justru menyampaikan permohonan maaf atas kesalahan Pak Bono. Saya sampaikan, Pak Bono orang baik, dan saya bersaksi beliau memang orang baik. Kita berdoa semoga beliau Husnul Khatimah,” pungkasnya.

Penghormatan terakhir pada Ki Bono dihadiri ribuan masyarakat. Tidak hanya masyarakat biasa, sejumlah tokoh seniman juga hadir dalam acara itu. Seperti dalang kondang Sujiwo Tejo, Ki Sigit Ariyanto, serta para dalang serta seniman lain se-Solo Raya.

Riyan