WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Selama Bulan Ramadan 1446 H (2025 M), Alun-alun Giri Krida Bakti dan halaman Stadion Pringgondani Wonokarto, Kabupaten Wonogiri, menjelam jadi pusat penjualan makanan dan minuman (Mamin) untuk takjil. Jenisnya ada yang tradisional khas Nusantara dan ada pula kuliner manca negara.
Dua tempat tersebut, lokasinya berdekatan dengan dua masjid besar. Yakni Masjid Besar At Taqwa sisi barat Alun-alun Giri Krida Bakti Wonogiri, dan berdekatan dengan Masjid Al Hidayah yang berada di depan Stadion Pringgondani Wonokarto, Wonogiri.
Selama Bulan Ramdan, dua lokasi itu setiap sore menjadi tempat ngabuburit bagi umat Islam yang menunggu datangnya Adzan Maghrib untuk buka puasa. Aneka macam Mamin untuk takjil dijual oleh ratusan pedagang. Mulai dari jenis Mamin tradisional sampai yang berlabel manca negara.
Mamin yang tradisional, jenisnya ada aneka ragam gorengan (tempel, tahu, pisang dan singkong). Juga dijajakan pecel, gendar, bakmi pentil (tloror) bongko, bothok, kolak, sop buah, dawet cendol dan lain-lain. Ada juga dawet khas Jepara. Cireng (Cilok Goreng), bakso dan lain-lain.
Untuk Mamin dengan kemasan manca negara, terdiri atas sushi roll dan gunkan shusi (nasi dibalut nori dengan varian toping), dimsum mentai (daging ayam dengan mentai), dimsum keju (daging dengan saus keju). Semua ini dijajakan pada lapak yang berada di depan Masjid Besar At Taqwa sisi barat Alun-alun Giri Krida Bakti Wonogiri.
Sejak awal Bulan Ramadan 1446 H (bukan Ramadhan) di dua lokasi itu menjelma menjadi pusat penjualan Mamin untuk takjil. Tapi populer dengan sebutan pusat penjualan takjil. Masyarakat, terlanjur salah kaprah (salah yang terlanjur memasyarakat) memaknai kata takjil. Yang terlanjur dipahami sebagai penamaan untuk makanan berbuka.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesis (KBBI), arti takjil yang benar adalah menyegerakan berbuka saat datang waktu Mahgrib. Bukan memiliki arti makanan minuman. Takjil berakar dari kata ‘ajila yang dalam Bahasa Arab memiliki arti menyegerakan.
Snouck Hurgronje
Sehingga takjil, sebenarnya adalah perintah untuk menyegerakan berbuka puasa saat tiba waktunya Maghrib. Istilah takjil di Indonesia, pertamakali tercatat pada catatan milik Snouck Hurgronje dalam De Atjehrs, yaitu laporan saat mengunjungi Aceh pada Tahun 1891-1893.

Dalam catatan tersebut, dijelaskan penduduk Aceh telah menyiapkan menu berbuka puasa untuk takjil (menyegerakan buka puasa) di masjid, dengan menu ie bu peudah (bubur pedas). Dalam KBBI) penyebutan yang baku adalah Ramadan, bukan Ramadhan atau Romadhan).
Para penjual di Alun-alun Giri Kridan Bakti dan di Stadion Pringgondani, sebagian merupakan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang sebelumnya aktif berjualan di event Car Free Day (CFD). Sementara itu, sejak Bulan Ramadan, event CFD diliburkan. Yang sampai sekarang, CFD belum ada tanda-tanda akan dihidupkan kembali.
Di Kabupaten Wonogiri, ada dua lokasi ruas jalan raya yang dipakai untuk ajang gelaran CFD. Pertama di ruas Jalan Ir Sukarno, memanjang dari Simpang Empat Ponten (Fountain) depan Kantor Bank Jateng, ke arah timur sampai barat Jembatan Juranggempal. Yitno, pedagang CFD pemilik usaha Omah Iwak Wonogiri, mengatakan, CFD libur sejak awal Bulan Puasa lalu. ”Kelak baru akan dibuka kembali setelah usai pelayanan arus balik pasca-Lebaran Idul Fitri,” jelasnya.
CFD Kota Wonogiri, dicetuskan pada era kepemimpinan Bupati Wonogiri Danar Rahmanto (menjabat di Tahun 2010-2015). Awalnya menempati ruas jalan protokol Kota Wonogiri, yakni sejak Lampu Bangjo (traffic light) simpang empat Gudangseng sampai ke simpah empat Ponten.
Tapi di era Bupati Joko Sutopo (2015-2025), lokasinya dipindahkan ke ruas Jalan Ir Sukarno, memanjang sejak simpang empat Ponten sampai ke barat Jembatan Juranggempal. Bersamaan dengan pembangunan drainase, taman dan pembenahan komplek alun-alun, CFD dipindahkan sementara ke ruas Jalan Gatot Subroto. Memakai ruas jalan yang memanjang dari Simpang Lima Bangjo depan RSUD Dokter Sudiran Mangun Soemarso sampai ke utara Stdion Pringgondani Wonokarto.
Kedua, CFD di Ibukota Kecamatan Giritontro (sekitar 65 Kilometer selatan Ibukota Kabupaten Wonogiri). Camat Giritontro, Sangga Okta Kharisma, mengatakan, event mingguan CFD libur sejak memasuki Bulan Ramadan. ”Kapan akan dimulai lagi, masih menunggu pemberitahuan dari Pemkab,” jelasnya.(Bambang Pur)