Turut meramaikan acara “Purnama Puisi di Atas Awan”. Foto: Dok: wied

Ada Ketua MPR Bambang Soesatyo, mantan Menteri Tenaga Kerja Erman Soeparno, Gubernur Ganjar Pranowo. Juga sastrawan Semarang Budi Maryono, Ch Kurniawati dari Magelang, serta tokoh dan pejabat lain. Tentunya termasuk para pejabat di USM yang di dalamya ada Rektor dan Pembina Yayasan Alumni Undip.

Tanggal 31 Mei 2022, Mas Amir Machmud mengirimkan undangan dari USM, yang secara resmi mengundang saya untuk membaca puisi pada tanggal 12 Juni 2022 malam.

Mas, saya usahakan, soalnya tanggal itu saya kondangan adik saya mantu di Wonosobo,” ujar saya pada Mas Amir.

Dan, benar saya berusaha untuk bisa datang. Sepanjang perjalanan dari Wonosobo hujan deras, sehingga mobil yang saya kemudikan harus berjalan pelan. Kakak sepupu yang satu kendaraan bilang, kayaknya perlu mampir di Soropadan, Pringsurat, Temanggung.

Ya, itu tempat tinggal saya dulu, dan sekarang tinggal adik-adik yang di sana. Saya bilang, “Nggak usah Mas. Lain kali saja, aku khawatir terlambat datang di USM.”

Sampai Ungaran cuaca cukup bagus, tetapi sampai Tembalang hujan deras sekali. Waktu sudah mendekati pukul setengah tujuh, padahal undangan 18.30. Wah, kalau terlambat ada perasaan tidak enak.

Kebetulan pula, waktu mau keluar tol Gayamsari, ada pohon yang roboh untuk tidak merintangi seluruh jalan, sehingga kami bisa lewat. tetapi Jalan Majapahit banjir.

Waktu terasa sangat lama, jalan macet, sudah hampir jam tujuh. Akhirnya sampai juga ke rumah, pukul 18.50. Hujan sudah agak reda, saya langsung mandi dan ganti baju. Kemudian mengeluarkan motor menuju kampus USM.Cuma butuh waktu sekitar tiga menit, karena rumah saya di Tlogosari dekat USM.

Ternyata acara belum dimulai. Panggung yang disiapkan secara out door dikonsep seperti amfiteater di lantai 10 Gedung Prof Muladi tergenang hujan. Sehingga acara dipindah ke ruangan. Dan, beberapa tamu lain juga datang belakangan karena hujan dan banjir.

Sambil menikmati makan malam dan minuman rempah yang hangat, kami pun bergantian membaca puisi yang diambil dari buku Mas Amir Machmud “Percakapan dengan Candi”.

Pukul 22.00 acara selesai. Dalam perbincangan seusai acara, Mas Rektor Supari berkata kepada saya, “Besok rawuh pas Lustrum”.
Saya mengiyakan. Dan, saya juga tidak merasa penting untuk diundang.  Karena memang bukan orang penting. Kalau Ketua PWI, memang selayaknya diundang. Lha saya ini cuma pengurus biasa.

Undangan Malam-malam
Hari Rabu 22 Juni 2022 pukul 18.35 ada telepon dari seseorang, tetapi belum sempat saya mengangkat sudah putus. Lima ment kemudian Sekretaris PWI Jateng Mas Setiawan Hendra Kelana menelepon saya, bahwa ada hal penting dari USM. Pesannya, bila ada telepon diangkat. Mas Widi diundang untuk acara penyerahan penghargaan di USM.