blank
(Foto: ilustrasi)

Oleh: Aliva Rosdiana

Sikap anak sangat individual. Sebab mereka punya karakternya masing-masing yang cenderung individual. Ada yang pemalu. Juga ada yang tegas bak pemimpin di antara teman-temannya. Namun, jangan beranggapan anak yang tegas memimpin teman-temannya itu selalu memiliki sisi positif. Bisa jadi ada sisi lain, yaitu negatif. Maka, di sinilah peran orang tua mengendalikan sikap anak.

Sikap bossy anak yang cenderung negatif itu ingin mendapatkan perhatian. Mungkin saja perhatian anak dari orang tuanya di rumah kurang sehingga anak merasa dirinya tidak bernilai.

Maka, perlu dicari sumber penyebab anak berlaku layaknya bos. Hal ini diharapkan tidak sampai mengintimidasi teman-temannya dan apalagi berlanjut hingga dewasa. Orang tua sebaiknya tidak langsung menegur, tapi mengajak bicara anak dari hati  ke hati menggunakan bahasa yang dimengerti anak. Intinya tidak menyudutkan anak dalam posisi bersalah. Sebab akar permasalahan tak akan ditemukan bila anak berada dalam posisi tak mengaku melakukan kesalahan.
BACA JUGA Tumbuhkan Kreativitas Anak, Orang Tua Harus Lakukan Ini

Lebih baik lagi jika sikap bossy anak mengarah positif. Ketegasan anak untuk mengarahkan teman-temannya yang melakukan kesalahan atau megingatkan teman untuk melakukan tugas dengan baik. Hal positif ini bisa diartikan bahwa anak memiliki potensi untuk menjadi pemimpin. Sehingga di masa depan, anak dapat membina atau mengarahkan rekan kerja serta keluarganya dengan baik.