Anggota Sat Binmas Polrestabes Semarang, Bripka Purnomo Budi Setiyawan dalam kegiatan implemetasi pemolisian 'Presisi Inspiratif' TV Polri melalui zoom meeting di Pos Pelayanan Simpang Lima, Semarang. Foto: Dok/ist

SEMARANG (SUARABARU.ID) – Dalam menanggulangi faham radikalisme dan terorisme di Jawa Tengah khususnya di Kota Semarang, Polrestabes Semarang melalui Sat Binmas melakukan implemetasi pemolisian ‘Presisi Inspiratif’ TV Polri melalui zoom meeting di Pos Pelayanan Simpang Lima, Semarang.

Anggota Sat Binmas Polrestabes Semarang, Bripka Purnomo Budi Setiyawan mengatakan, kegiatan tersebut merupakan terobosan kreatif, yakni melakukan pembinaan kepada komunitas Eks Narapidana Teroris (Napiter) Yayasan Persadani (Putra Persaudaraan Anak Negeri) dengan kegiatan kewirausahaan.

“Untuk menekan berkembangnya faham radikalisme dan terorisme dilakukan langkah kongkrit dan strategis dalam mendorong stake holder untuk peduli membina dan menggandeng Eks Napiter Kota Semarang,” ungkapnya, Sabtu (1/1/2022).

Dukunganpun datang dari Walikota Semarang, Hendrar Prihadi dan Kesbangpolinmas terhadap program kreatifitas kewirausahaan bagi Eks Napiter melalui BAZNAS Kota Semarang, dengan memberi pelatihan Laundry.

Sementara BAZNAS Provinsi Jawa Tengah juga memberi pelatihan dasar budidaya ikan lele dan pembuatan pakan non pelet.

Tidak hanya itu, bantuan sembako juga diberikan kepada keluarga Eks Napiter untuk meringankan dampak ekonomi akibat pandemi Covid-19.

“Ini adalah terobosan kreatif dalam bentuk implementasi pemolisian prediktif dengan menggandeng Eks Napiter dalam mencegah dan menekan faham radikalisme dan terorisme untuk mewujudkan Kamdagri” ujar Purnomo.

Sementara itu Eks Napiter, Mahmudi Haryono mengaku senang karena ada yang peduli, hingga dirinya merasa tersentuh. “Dulu saya alergi dengan Kepolisian, tapi dengan hadirnya bapak Purnomo yang berpakaian uniform dinas ini kami bisa berdiskusi, dan bermediasi, sehingga ke depan kami bisa lebih baik lagi, dan mampu menjadikan Kota Semarang sebagai kota yang damai” ungkapnya.

Ning