Para prajurit dari kesatuan Kodim 0721/Blora, sedang latihan menembak dengan membidik sasaran yang telah ditentukan. Foto: wahono

BLORA (SUARABARU.ID)TNI diharuskan memiliki kemampuan tempur yang selalu terbina dengan baik. Untuk menguasai kemampuan tempur, salah satunya adalah kemampuan menembak yang wajib dikuasai seorang prajurit. Dan untuk mampu menguasai kemampuan dengan aktif, latihan harus dilakukan secara terarah, bertingkat dan berlanjut.

Terkait hal itu, Kodim 0721/Blora melalui program Pembinaan dan Latihan (Binlat) Bidang Operasi yang sudah ditentukan dalam kalender waktu latihan, kembali mengelar Latihan Menembak Senjata Ringan (Latbakjatri) Triwulan III/2020, pada Selasa-Kamis (18-20/8/2020).

Latihan menembak digelar di lapangan tembak Baladewa Yonif 410/Alugoro. Untuk latihan triwulan ini, dilaksanakan tiga hari, dengan materi senapan FNC dan pistol (senpi).

BACA JUGA : Jajaran Polres Blora Sosialisasi Protokol Kesehatan Hingga Pelosok Desa

Dijelaskan Komandan Latihan (Danlat) Kapten (Inf) Surana, hal yang paling utama dalam Latbakjatri adalah faktor keamanan. Oleh karenanya, sebaik apa pun hasil sebuah latihan tidak akan berarti jika terjadi cidera atau pun hal-hal yang tidak diinginkan.

Sebaliknya, lanjut Surana, jika latihan berjalan dengan aman dan lancar, maka itu adalah sebuah indikator keberhasilan latihan yang dilakukan selama tiga hari.

Sementara itu Lettu (Inf) Maningsun, Perwira Koordinator Latbakjtri laras panjang, menekankan kepada seluruh prajurit yang saat ini sebagai peserta latihan, agar bersikap disiplin dengan mematuhi segala instruksi dari petugas yang sudah ditunjuk koordinator. ”Patuhi segala mekanisme latihan, agar kita semua aman dan selamat,” tekan Maningsun.

Sebelum dilakukan latihan menembak, para prajurit TNI melakukan persiapan secara tertib dan teratur. Foto: wahono

Protokol Kesehatan
Ditambahkan dia, lantaran saat ini masih dalam situasi covid-19, pihaknya selaku koordinator memerintahkan agar semua yang hadir mematuhi protokol kesehatan, seperti jaga jarak, menggunakan masker, cuci tangan menggunakan sabun.

Di acara yang sama, Pasi Ops Kapten (Inf) Andi Mulhan, memberikan pengarahan sebelum Latbakjatri dimulai. Para peserta kembali diingatkan dengan pelajaran teori dasar menembak yang disampaikan.

Menurutnya, hal ini harus dilakukan untuk menyegarkan kembali hal mendasar dari teknik menembak yang benar. Karena dengan adanya pemahaman yang baik tentang ilmu dasar menembak, di antaranya sinkronisasi dari pengaturan nafas, teknik bidik yang benar, teknik menekan picu dan pegangan teguh.

”Dengan pemahaman dasar ini, diharapkan para prajurit akan mampu mengaplikasikanya dalam latihan, sehingga sasaran atau pun tujuan latihan dapat dicapai sesuai yang diharapkan satuan,” pungkas Kapten (Inf) Andi Mulhan.

Wahono-Riyan