Tim CSR PT Semen Gresik dan nutrisionis UPT Puskesmas Gunem melakukan penyuluhan kepada orang tua anak yang mengalami gizi buruk. Pendampingan ini bermanfaat menekan angka kasus gizi buruk dan stunting yang juga menjadi perhatian pemerintah. Foto: Humas SG

REMBANG (SUARABARU.ID) –  Anak gizi penderita buruk di empat desa Kecamatan Gunem Kabupaten Rembang disasar progam Semen Gresik Ayo Optimalkan Gizi (SG Ayomi). Perusahaan persemenan terkemuka ini ikut berkontribusi positif mengurai persoalan gizi buruk dan stunting yang memang menjadi perhatian serius pemerintah.

Empat desa yang disasar progam SG Ayomi adalah Kajar, Timbrangan, Pasucen dan Tegaldowo. Ada 16 anak kasus gizi buruk yang dibantu progam hasil kolaborasi dengan UPT Puskesmas Gunem tersebut.

Nutrisionis UPT Puskesmas Gunem Nuruz Zahrotun Nisa mengatakan progam SG Ayomi sangat membantu jajarannya dalam penanganan kasus gizi buruk. Pemenuhan nutrisi anak gizi buruk yang memang berasal dari keluarga kurang mampu itu juga tercukupi seiring progam itu.

Tim CSR PT Semen Gresik dan nutrisionis UPT Puskesmas Gunem tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19 selama kegiatan Progam SG Ayomi. Mereka menggunakan masker bahkan APD, mempraktikkan physical distancing dan lain sebagainya selama kegiatan itu.Foto: humas SG

Ia mencontohkan balita AZ asal Desa Pasucen. Awal Januari 2020, saat pertama kali ikut progam SG Ayomi, bobot bayi yang kala itu berusia 14 bulan hanya 7 kilogram. Namun setelah hampir enam bulan, bobotnya naik signifikan dan saat ini mencapai 8,3 kilogram.

“Keluarga anak gizi buruk itu juga sangat terbantu sekali, terlebih saat pandemi Covid-19 seperti sekarang. Sebab ekonomi keluarga mereka mayoritas memang tergolong kurang mampu,” kata Nuruz Zahrotun Nisa, Rabu (17/6/2020).

Progam SG Ayomi pertama kali digulirkan September 2019. Waktu itu, salah seorang balita yang dibantu SG Ayomi adalah Laila Qurrota Ayuni, buah hati pasangan suami istri Mukijan (45) – Ngamijah (32).

Selain pendampingan dan pemberian nutrisi, Semen Gresik juga membantu Rp 5 juta untuk membayar biaya perawatan Laila Qurrota Ayuni selama di rumah sakit. Orang tua Laila termasuk keluarga tidak mampu dan waktu itu belum terdaftar sebagai penerima program BPJS Kesehatan.

Tahun 2020 ini, PT Semen Gresik kembali menganggarkan dana puluhan juta untuk progam SG Ayomi. Anggaran itu untuk beragam kegiatan. Mulai dari pendampingan pola asuh anak dan pemberian makanan penambah gizi yang terjadwal secara periodik hingga pemberian bantuan untuk balita gizi buruk yang menjalani perawatan di rumah sakit.

Menurut Nuruz Zahrotun Nisa, progam SG Ayomi ikut mempercepat penurunan angka gizi buruk di wilayah kerjanya. Berdasar hasil pendataan, saat ini masih ada 37 anak dengan gizi buruk yang tersebar di 16 desa se Kecamatan Gunem. Jika penanganan 16 anak gizi buruk yang tahun ini disasar progam SG Ayomi rampung, maka hampir separuh persoalan itu teratasi.

Tim CSR PT Semen Gresik berfoto bersama petugas Puskesmas Gunem dan sejumlah ibu serta balita gizi buruk usai kegiatan konsultasi dan pemberian nutrisi progam SG Ayomi. Kegiatan SG Ayomi selaras dengan upaya pemerintah yang serius menangani kasus gizi buruk dan stunting.. Foto: Humas SG

“Semoga tahun 2021 masih ada progam SG Ayomi. Dan kita berharap kegiatannya juga bisa diarahkan untuk desa-desa lain di Kecamatan Gunem yang ada kasus gizi buruk,” harapnya.

Kepala Unit Humas dan Bina Lingkungan PT Semen Gresik Syaichul Amin mengatakan progam SG Ayomi sejalan dengan progam pemerintah yang juga serius menangani gizi buruk. Persoalan gizi buruk memang tidak boleh dianggap sepele.

Sebab, ujar Syaichul Amin, gizi buruk yang kronis bisa memicu munculnya stunting. Yakni pertumbuhan tubuh balita yang tidak normal untuk usianya. Lazimnya ditandai dengan kerdil, gampang sakit hingga kemampuan kognitif yang tidak optimal.

“Anak-anak gizi buruk harus mendapat penanganan yang optimal. Sebab mereka juga calon generasi penerus bangsa. Makanya Semen Gresik juga komitmen mengawal hal ini,” tandas Syaichul Amin.

Widiyartono R/Rls SG