TRAUMA HEALING: Personel Polwan dikerahkan untuk program trauma healing bagi anak-anak korban banjir di Gubug. Foto: Hana Eswe

GROBOGAN (SUARABARU.ID)– Insiden banjir di wilayah Kabupaten Grobogan ternyata juga membuat anak-anak menjadi korban. Namun kini banjir sudah surut, dan diharapkan tidak ada lagi bencana serupa. Anak-anak juga sudah kembali bersekolah.

Di hari pertama sekolah usai terjadinya bencana banjir, para polwan dari Polres Grobogan, mengadakan sosialisasi berupa trauma healing, yang ditujukan untuk anak-anak. Dengan dipimpin Paur Kes Polres Grobogan, Ipda Hardono,
kegiatan ini berlangsung meriah.

BACA JUGA : PPI Salurkan Bantuan Hasil Penggalangan Dana

Di kesempatan itu, Ipda Hardono memperkenalkan Iptu Umbarwati dan para polwan yang akan menghibur mereka. Kegiatan itu dipusatkan di Ponpes Miftahul Huda Ngroto, Senin (13/1).

Seluruh murid dari tingkat RA hingga Aliyah, mengikuti jalannya trauma healing ini. Kali pertama mereka diminta untuk memejamkan matanya sambil mengingat kembali hal paling awal yang mereka lakukan saat terjadinya banjir.

”Pertama, kita minta mereka memejamkan mata sejenak. Mereka kita ajak mengingat, bagaimana reaksinya saat tiba-tiba terjadi bencana banjir,” ujar Iptu Umbarwati.

Usai memejamkan mata, para murid diminta menjawab beberapa pertanyaan. Ada yang mengatakan senang ada banjir, karena bisa main air. Ada pula yang langsung panik karena arusnya lumayan deras dan berupaya menyelamatkan diri. Bahkan ada yang merasakan lapar usai menyelamatkan diri.

Meski jawaban yang diberikan para murid sangat beragam, Iptu Umbarwati menilai anak-anak sudah ceria kembali. Mereka tidak memiliki beban, meskipun baru saja mengalami suatu kejadian yang tidak biasa mereka alami sebelumnya.


IKUTI ARAHAN: Dalam kegiatan ini, siswa diminta mengikuti arahan dari para polwan, agar trauma akibat banjir dapat hilang perlahan. Foto: Hana Eswe

Komunikasi
Alhamdulillah, senang dan bangga melihat anak-anak masih tetap semangat dan kembali ceria. Sepertinya mereka tidak ada trauma yang dirasa menjadi beban bagi mereka,” ucapnya.

Sementara itu, Kapolres Grobogan AKBP Ronny Tri Prasetyo Nugroho menambahkan, kegiatan trauma healing merupakan upaya pihak kepolisian untuk memberikan perhatian lebih atau khusus, terhadap anak-anak.

”Sasaran kegiatan trauma healing adalah para pelajar, yang bertujuan untuk memulihkan psikologinya, agar dapat melupakan kejadian bencana banjir bandang yang telah terjadi, sehingga psikis mereka tidak mengalami trauma atau rasa takut yang berkepanjangan,” tukas dia.

”Kami dari pihak Kepolisian Resor Grobogan juga melakukan komunikasi dengan pihak guru setempat, agar kami dapat membantu memberikan trauma healing terhadap murid-murid sekolah yang menjadi korban banjir,” tandas Kapolres.

Hana Eswe/Riyan