Tim gabungan melakukan patroli di sejumlah lokasi strategis di Wonogiri, dan sekaligus merazia PGOT. Terazia selanjutnya dikirim ke RSJ Solo, karena mengidap gangguan jiwa.

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Mewarnai penyambutan Tahun Baru 2020, di Kabupaten Wonogiri, Jateng, dilakukan razia terhadap para Pengemis, Gelandangan dan Orang Terlantar (PGOT). Sementara itu, dari Kabupaten Pacitan, Jatim, dilaporkan dua orang wisatawan domestik tewas tenggelam di Pantai Teleng Ria, bibir samudera Indonesia.

Kapolres Wonogiri AKBP Christian Tobing melalui Kasubag Humas Polres Iptu Suwondo dan Paur Subag Humas Aipda Iwan Sumarsono, Rabu (1/1), menyatakan, razia PGOT dilakukan Selasa sore (31/12) oleh tim gabungan. Melibatkan personel polisi, anggota Satpol-PP dan Perlindungan Masyarakat (Linmas), serta petugas dari Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Wonogiri.

Mereka terdiri atas Bripka Paryanto dan Bripka Eko Heri P dari kepolisian Wonogiri, berikut Agus dan Puguh dari Satpol PP, serta Anastasia dari unsur Linmas, ditambah Ikan dan Nur Nugrohowati dari Dinsos. Tim gabungan ini, melakukan patroli bersama untuk menyisir ruas-ruas jalan strategis dan tempat-tempat yang disukai PGOT, seperti terminal dan pasar.

Dalam melaksanakan kegiatan patroli ini, tim gabungan sekaligus melakukan operasi penertiban PGOT. Mereka mengambil route perjalanan dari Kota Wonogiri, menuju ke Kecamatan Pracimantoro, Giriwoyo, Baturetno dan Kecamatan Ngadirojo. Hasilnya, menjaring 4 orang PGOT tanpa identitas. Mereka kemudian dibawa ke barak Dinsos, untuk selanjutnya dikirim ke Rumah Sakit Jiwa (PSJ) Solo. Ini dilakukan, karena mereka mengidap gangguan jiwa. Tindakan razia PGOT ini, sekaligus untuk menghindarkan kemungkinan terjadinya ada PGOT yang tewas mengenaskan di sembarang tempat.

Dari empat yang terkena razia, ada seorang PGOT perempuan yang diduga menderita gangguan jiwa. Untuk penanganan selanjutnya, terazia dikirim ke RSJ Solo.

Tergulung Ombak
Sementara itu dari Kabupaten Pacitan, Jatim dilaporkan terjadi tragedi dua orang wisatawan asal Kabupaten Jombang, Jatim, tewas karena tergulung ombak laut selatan. Kejadiannya berawal ketika kedua korban, bermaksud ingin menolong seorang bocah berusia 10 tahun yang terseret arus. Ini terjadi, ketika dia bermain air di Pantai Teleng Ria. Tapi malang, kedua penolong malah tewas tenggelam digulung ombak laut selatan dan terseret ke tengah tanpa dapat berenang. Kapolres Pacitan AKBP Sugandi, kepada awak media, menyatakan, tragedi ini berlangsung Sabtu sore (28/12/2019) sore lalu. Dua korban tewas masing-masing bernama Yoyon Widarto (36) warga asal Kelurahan Jombatan Kecamatan dan Kabupaten Jombang, Jatim. Yoyon tercatat sebagai staf auditor di Kantor Inspektorat Pemkab Jombang. Korban kedua, Sofi Hidayat (21) mahasiswa asal Desa Jabon Kecamatan dan Kabupaten Jombang.

 Yoyon dan Sofi, saat itu sigap ingin menolong seorang bocah yang tergulung ombak laut selatan. Namun naas, kedua penolong ini malah tenggelam, sementara bocah yang akan ditolongnya terlemparkan oleh gelombang ke sisi bibir pantai dan selamat. Petugas penjaga pantai dibantu warga, memberikan pertolongan dengan membawa dua korban tersebut untuk dibawa ke daratan. Setelah mendapatkan pertolongan pertama, keduanya langsung dilarikan ke RSUD Darsono Kabupaten Pacitan. Namun sampai di rumah sakit, nyawa keduanya tidak dapat diselamatkan.

Menyikapi tragedi kematian dua orang wisatawan lokal tersebut, petugas penjaga pantai (Coast Guard) wisata bahari Pantai Teleng Ria dan personel Search And Resque (SAR) Kabupaten Pacitan, mengimbau kepada para pelancong untuk mematuhi aturan tentang larangan berenang atau main air di pantai. Sebab ancaman bahaya digulung ombak bisa datang sewaktu-waktu, tanpa dapat diprediksikan sebelumnya.

Bambang Pur