Bagikan
Sekretaris Pemuda Pancasila Kudus Teguh Santosa saat melakukan dropping air bersih di Desa Glagahwaru, Undaan. foto:Suarabaru.id/

KUDUS – Wakil Ketua Komisi C DPRD Kudus Anis Hidayat menilai upaya Pemkab Kudus dalam menangani bencana kekeringan yang terjadi masih terkesan insidental. Pemberian bantuan dropping air bersih, masih menjadi solusi instan dalam mengatasi krisis air bersih yang kini banyak melanda desa-desa di Kudus.

”Penanganan kekeringan dengan dropping air bersih saya kira hanya bersifat instan. Kami berharap Pemkab bisa memiliki solusi jangka panjang agar krisis air bersih tidak terjadi lagi,”kata Wakil Ketua Komisi C DPRD Kudus, Anis Hidayat.

Menurut Anis, musim kemarau panjang memang hal yang tidak bisa dihindarkan. Namun demikian, krisis air bersih, semestinya bisa diantisipasi jauh hari sebelumnya.

Namun kondisi yang berbeda terjadi saat ini. Di saat warga mengalami kesulitan air bersih, solusi yang bisa dilakukan saat ini hanya dropping air bersih yang sifatnya insidental.

“Ini tentu menjadi kurang maksimal karena warga hanya bergantung pada bantuan air bersih saja,”tandasnya.

Oleh karena itu, kata Anis, perlu ada upaya yang lebih baik lagi dalam menjaga ketersediaan air bersih. Salah satunya adalah dengan memaksimalkan pelayanan PDAM.

“Saya melihat di desa-desa yang saat ini mengalami krisis air bersih, sebenarnya sudah tersambung jaringan PDAM. Hanya sayangnya, ketersediaan air baku masih minim sehingga aliran air juga tidak bisa lancar,”tandasnya.

Untuk itu, menurut Anis, pada pembahasan APBD 2020 mendatang, pihaknya akan berupaya agar program pengadaan air bersih bagi daerah yang terdampak kekeringan bisa dianggarkan. Jangan sampai kesusahan warga di musim kemarau ini terulang lagi.

“Kami berharap tahun depan sudah tidak terjadi lagi krisis air bersih seperti sekarang,”tukasnya.

Data dari BPBD Kabupaten Kudus sendiri, jumlah desa yang mengalami krisis air bersih terus bertambah. Saat ini tercatat sudah ada 16 desa di Kecamatan Undaan, Jekulo dan Kaliwungu yang mengalami kesulitan air bersih.

Dropping Air Bersih

Untuk mengatasi kondisi tersebut, upaya dropping air masih terus dilakukan. Tak hanya dari pihak Pemkab Kudus, bantuan air bersih pun mulai mengalir dari berbagai pihak swasta hingga organisasi-organisasi kemasyarakatan.

Salah satunya seperti dilakukan MPC Pemuda Pancasila Kudus, Sabtu (12/10). Sebanyak 10 mobil tangki dikerahkan untuk bantuan air bersih di Desa Glagahwaru, Kecamatan Undaan.

“Bantuan ini kami lakukan karena masyarakat masih sangat membutuhkan air bersih,”kata Sekretaris Pemuda Pancasila Kudus, Teguh Santosa.

Teguh yang turun langsung ke lokasi dropping air mengungkapkan bantuan yang diberikan memang langsung jadi rebutan masyarakat. Hal tersebut menunjukkan masyarakat setempat memang benar-benar kesulitan mendapatkan air bersih.

“Kami tak hanya memberikan bantuan air bersih ke warga biasa, tapi juga ada bantuan air untuk pengecoran masjid, dan keperluan orang meninggal dunia,”tandasnya.

Suarabaru.id/Tm

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here