<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>limbah Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/limbah/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Fri, 17 Apr 2026 10:31:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>limbah Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Dapur MBG di Jawa Tengah tak Punya IPAL, Satgas; Kurang Tertib</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/04/17/dapur-mbg-di-jawa-tengah-tak-punya-ipal-satgas-kurang-tertib</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Apr 2026 10:31:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita utama]]></category>
		<category><![CDATA[Ahmad Luthfi]]></category>
		<category><![CDATA[dapur]]></category>
		<category><![CDATA[Hanung Triyono]]></category>
		<category><![CDATA[ipal]]></category>
		<category><![CDATA[jawa tengah]]></category>
		<category><![CDATA[limbah]]></category>
		<category><![CDATA[mbg]]></category>
		<category><![CDATA[sppg]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=554484</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211; Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Provinsi Jawa Tengah masih banyak dibangun tanpa instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Artinya, limbah hasil produksi dan operasional MBG masih dibuang di lingkungan sekitar. Pembuangan dilakukan di saluran irigasi, sungai, dan tanah-tanah kosong di lingkungan sekitar. Nur, warga di salah [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/04/17/dapur-mbg-di-jawa-tengah-tak-punya-ipal-satgas-kurang-tertib">Dapur MBG di Jawa Tengah tak Punya IPAL, Satgas; Kurang Tertib</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Provinsi Jawa Tengah masih banyak dibangun tanpa instalasi pengolahan air limbah (IPAL).</p>
<p>Artinya, limbah hasil produksi dan operasional MBG masih dibuang di lingkungan sekitar.</p>
<p>Pembuangan dilakukan di saluran irigasi, sungai, dan tanah-tanah kosong di lingkungan sekitar.</p>
<p>Nur, warga di salah satu desa di Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak, mengakui hal tersebut.</p>
<p>Terdapat Dapur MBG di lingkungan tempat tinggalnya. Akan tetapi limbah air cucian tempat makan MBG dibuang di sungai sekitar.</p>
<p>&#8220;Sungai jadi kotor dan bau,&#8221; kata dia, Jumat 17 April 2026.</p>
<p>Padahal menurut Nur, pengusaha Dapur MBG memiliki lahan yang seharusnya bisa dibuat IPAL.</p>
<p>&#8220;Bayangkan setiap hari ada ribuan tempat makan yang dicuci,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Sebelumnya, Dewan Pendidikan Kabupaten Semarang menemukan Daour MBG di Desa Samban, Kecamatan Bawen, yang juga tak memiliki IPAL.</p>
<p>Air sisa operasional langsung dialirkan ke sungai dan memicu pencemaran lingkungan.</p>
<p>Terpisah, Sekretaris Satuan Tugas (Satgas) MBG Provinsi Jawa Tengah, Hanung Triyono, mengakui adanya Pengusaha MBG yang membangun Dapur SPPG tanpa dilengkapi IPAL.</p>
<p>Dia bilang, sesuai standar operasional prosedur (SOP), seharusnya setiap Dapur MBG dilengkapi dengan IPAL.</p>
<p>&#8220;Nah, itu SOP-nya sudah ada. Jadi mungkin  salah satu atau dua (SPPG) mungkin kurang tertib ya,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Dia meminta tim pengawas untuk berkeliling memastikan pembangunan Dapur MBG sesuai dengan standar. Termasuk ketersediaan IPAL.</p>
<p>&#8220;Iya, kita pokoknya bekerja dengan baiklah, positiflah. Ya mungkin satu kurang-kurangnya itu pasti ada,&#8221; katanya.</p>
<p>Lebih lanjut dia mengatakan, di provinsi Jawa Tengah yang dipimpin Gubernur Ahmad Luthfi ini telah berdiri sebanyak 3.741 SPPG. (*)</p>
<p><strong>Diaz A Abidin</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/04/17/dapur-mbg-di-jawa-tengah-tak-punya-ipal-satgas-kurang-tertib">Dapur MBG di Jawa Tengah tak Punya IPAL, Satgas; Kurang Tertib</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dari Limbah Jadi Inovasi, Expo Agribisnis UKSW Tampilkan Karya Berdampak</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/07/08/dari-limbah-jadi-inovasi-expo-agribisnis-uksw-tampilkan-karya-berdampak</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ning Suparningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Jul 2025 12:57:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Expo Agribisnis UKSW]]></category>
		<category><![CDATA[Inovasi]]></category>
		<category><![CDATA[Karya Berdampak]]></category>
		<category><![CDATA[limbah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=482951</guid>

					<description><![CDATA[<p>SALATIGA (SUARABARU.ID) &#8211; Halaman Rumah Noto Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) diwarnai geliat kreativitas anak muda dalam Expo Agribisnis Berdampak, Senin (7/7/2025). Diantara tenda-tenda yang tertata apik, pengunjung disuguhkan beragam produk hasil inovasi mahasiswa, mulai dari sabun minyak jelantah, essential oil dari kulit jeruk, hingga anting dari tutup botol bekas. Semua hadir bukan sekadar untuk [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/07/08/dari-limbah-jadi-inovasi-expo-agribisnis-uksw-tampilkan-karya-berdampak">Dari Limbah Jadi Inovasi, Expo Agribisnis UKSW Tampilkan Karya Berdampak</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SALATIGA (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Halaman Rumah Noto Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) diwarnai geliat kreativitas anak muda dalam Expo Agribisnis Berdampak, Senin (7/7/2025).</p>
<p>Diantara tenda-tenda yang tertata apik, pengunjung disuguhkan beragam produk hasil inovasi mahasiswa, mulai dari sabun minyak jelantah, essential oil dari kulit jeruk, hingga anting dari tutup botol bekas. Semua hadir bukan sekadar untuk dilihat, tetapi salah satunya untuk menunjukkan bahwa limbah dapat diubah menjadi solusi kreatif.</p>
<p>Expo ini diselenggarakan oleh Program Studi (Prodi) Agribisnis, Fakultas Pertanian dan Bisnis (FPB) UKSW. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa dari empat mata kuliah, yakni Kewirausahaan Sosial, Bisnis Komoditas dan Produk Hortikultura, Pemberdayaan Masyarakat Pertanian (PMP), serta Studi Kelayakan dan Evaluasi Bisnis (SKEB). Melalui expo ini, para mahasiswa menampilkan beragam karya yang lahir dari riset, eksperimen, dan kepedulian terhadap isu lingkungan dan sosial.</p>
<p>Tak hanya dari internal kampus, expo ini juga diramaikan oleh mitra industri dan pendidikan seperti Sidomuncul, RL Orchids milik alumni Prodi Agribisnis FPB UKSW, Mikoologi, SMAN 1 Getasan, Industri Tahuku, art and craft, hingga partisipasi dari mahasiswa luar kampus seperti Janabadra Yogyakarta yang mengikuti student exchange secara daring.</p>
<p><strong>Kolaborasi Lintas Peran</strong></p>
<p>Wakil Rektor Bidang Pengajaran, Akademik, dan Kemahasiswaan UKSW, Profesor Ferdy Semuel Rondonuwu, menekankan pentingnya kolaborasi lintas peran. “Mahasiswa punya banyak gagasan, sementara pelaku usaha punya pengalaman. Kolaborasi inilah yang akan menghasilkan nilai ekonomi nyata dan mensejahterakan masyarakat sekitar,” ujarnya.</p>
<p>Dekan FPB, Dr. Ir. Bistok Hasiholan Simanjuntak, M.Si., menyebut kegiatan ini sebagai bagian dari pendekatan Outcome-Based Education (OBE) yang dijalankan fakultas. “Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi harus berani praktik. Setiap mata kuliah harus memberikan dampak nyata, baik bagi mahasiswa maupun masyarakat,” tegasnya.</p>
<p>Salah satu contoh nyata datang dari salah satu kelompok dalam mata kuliah Kewirausahaan Sosial. Mereka menciptakan JSoap, sabun dari minyak jelantah yang diolah secara sederhana namun efektif. “Kami ingin menunjukkan bahwa limbah rumah tangga seperti minyak jelantah bisa menjadi produk yang bermanfaat,” ujar Christhoperus William Richard Sucipto, salah satu anggota tim.</p>
<p>Ada pula kelompok Trash Art dari yang mengolah tutup botol menjadi anting warna-warni nan estetik. “Kami ingin mengurangi sampah sekaligus menciptakan produk bernilai ekonomis dan artistik,” ungkap Dieter Ovino Bakatara.</p>
<p><strong>Saling Belajar dan Berbagi</strong></p>
<p>Tak hanya mahasiswa, kegiatan ini juga menggugah kesan mendalam dari pengunjung. Afida Shuhba Saniyati yang merupakan siswi SMKN 3 Salatiga menilai bahwa mahasiswa UKSW sangat inovatif. “Inovasi mereka sederhana tapi berdampak, seperti teh bit dan gantungan kunci dari botol bekas,” katanya. Guru SMAN 1 Ungaran Sri Mulyani, S.Pd., pun menyampaikan apresiasi tinggi terhadap pemanfaatan limbah menjadi kompos, anting, hingga produk pangan seperti tahu dan jamur.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/07/08/dari-limbah-jadi-inovasi-expo-agribisnis-uksw-tampilkan-karya-berdampak">Dari Limbah Jadi Inovasi, Expo Agribisnis UKSW Tampilkan Karya Berdampak</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mahasiswa KKN USM Latih Warga Rejosari Bikin Paving Block dari Limbah Plastik</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/05/21/mahasiswa-kkn-usm-latih-warga-rejosari-bikin-paving-block-dari-limbah-plastik</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 May 2025 07:17:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Suara USM]]></category>
		<category><![CDATA[Kelurahan Rejosari]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliah Kerja Nyata]]></category>
		<category><![CDATA[limbah]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Paving Block]]></category>
		<category><![CDATA[sampah plastik]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Tematik]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Semarang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=475397</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)&#8211; Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik IV Universitas Semarang (USM), memberikan pelatihan pembuatan paving block dari limbah sampah plastik, pada warga Kelurahan Rejosari, pada Sabtu (17/5/2025). Kegiatan itu tidak hanya dihadiri mahasiswa dan dosen pendamping, tetapi juga melibatkan Kepala Kelurahan Rejosari, serta para pengurus dan penggerak Bank Sampah setempat, serta Mahasiswa International Mobility [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/05/21/mahasiswa-kkn-usm-latih-warga-rejosari-bikin-paving-block-dari-limbah-plastik">Mahasiswa KKN USM Latih Warga Rejosari Bikin Paving Block dari Limbah Plastik</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik IV Universitas Semarang (USM), memberikan pelatihan pembuatan paving block dari limbah sampah plastik, pada warga Kelurahan Rejosari, pada Sabtu (17/5/2025).</p>
<p>Kegiatan itu tidak hanya dihadiri mahasiswa dan dosen pendamping, tetapi juga melibatkan Kepala Kelurahan Rejosari, serta para pengurus dan penggerak Bank Sampah setempat, serta Mahasiswa International Mobility dari Central Luzon State University.</p>
<p>Dosen Pendamping Lapangan, Sinta Pramucitra mengatakan, pelatihan itu merupakan bagian dari tema KKN tahun ini, yang mengangkat isu kebencanaan dan sosial ekonomi.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/05/21/ftik-universitas-semarang-lepas-calon-wisudawan">FTIK Universitas Semarang Lepas Calon Wisudawan</a></strong></p>
<p>Melalui inovasi pengolahan sampah plastik menjadi paving block, program ini diharapkan dapat menjadi solusi terhadap dua permasalahan sekaligus, yakni pengelolaan sampah dan peningkatan ekonomi warga.</p>
<p>Sinta berharap, program ini bisa berdampak jangka Panjang. Dia menyebut, melalui kegiatan ini, pihaknya ingin mahasiswa tidak hanya belajar di lapangan saja, tetapi juga memberi kontribusi nyata kepada masyarakat.</p>
<p>&#8221;Paving block dari limbah plastik ini, tidak hanya ramah lingkungan, tapi juga bernilai ekonomis. Kami berharap, warga bisa memproduksi dan menjual paving block ini, sekaligus membantu mengatasi masalah genangan air di wilayah Rejosari,&#8221; kata Sinta.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/05/21/tim-pkm-usm-beri-pelatihan-konten-kreatif-lewat-capcut-di-sma-sint-louis">Tim PKM USM Beri Pelatihan Konten Kreatif Lewat CapCut di SMA Sint Louis</a></strong></p>
<p>Menurutnya, kegiatan itu menjadi bukti nyata, sinergi antara mahasiswa, dosen, dan masyarakat, dapat melahirkan solusi inovatif yang bermanfaat secara sosial dan ekonomi.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Kelurahan Rejosari, Ema Nurhayati SE MM, memberikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan ini. Pihaknya juga menyambut baik kegiatan ini, karena sejalan dengan kebutuhan masyarakat Rejosari.</p>
<p>&#8221;Dengan adanya pelatihan ini, kami berharap pengurus Bank Sampah bisa mengembangkan produk ini, dan menjadikannya sebagai sumber ekonomi baru. Selain itu, sebagai upaya pengurangan sampah plastik, dan penanganan genangan air yang masih terjadi di beberapa titik,&#8221; ungkapnya.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/05/21/mahasiswa-kkn-usm-latih-warga-rejosari-bikin-paving-block-dari-limbah-plastik">Mahasiswa KKN USM Latih Warga Rejosari Bikin Paving Block dari Limbah Plastik</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tim PKM Fakultas Ekonomi USM Beri Pelatihan Pemanfaatan Limbah Minyak Jelantah</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/12/20/tim-pkm-fakultas-ekonomi-usm-beri-pelatihan-pemanfaatan-limbah-minyak-jelantah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Dec 2024 23:01:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Suara USM]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Fakultas Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Kelurahan Krobokan]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Semarang]]></category>
		<category><![CDATA[limbah]]></category>
		<category><![CDATA[Minyak Jelantah]]></category>
		<category><![CDATA[pelatihan]]></category>
		<category><![CDATA[Pengabdian kepada Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[UKM]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Semarang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=452965</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)&#8211; Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dosen Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Semarang (USM), baru-baru ini memberikan pelatihan pemanfaatan limbah minyak jelantah menjadi produk yang bernilai ekonomis, pada pelaku UKM di Kelurahan Krobokan, Semarang. Tim PKM USM terdiri dari Ketua Totok Wibisono SE MM, anggota Tri Endang Yani SE MSi, dan Anantya Roestanto SE MM. [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/12/20/tim-pkm-fakultas-ekonomi-usm-beri-pelatihan-pemanfaatan-limbah-minyak-jelantah">Tim PKM Fakultas Ekonomi USM Beri Pelatihan Pemanfaatan Limbah Minyak Jelantah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dosen Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Semarang (USM), baru-baru ini memberikan pelatihan pemanfaatan limbah minyak jelantah menjadi produk yang bernilai ekonomis, pada pelaku UKM di Kelurahan Krobokan, Semarang.</p>
<p>Tim PKM USM terdiri dari Ketua Totok Wibisono SE MM, anggota Tri Endang Yani SE MSi, dan Anantya Roestanto SE MM. Dalam keterangannya Totok menjelaskan, tujuan kegiatan ini untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, tentang bahaya limbah minyak jelantah terhadap lingkungan.</p>
<p>&#8221;Pelatihan yang dilakukan, mengolah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi. Minyak jelantah ini akan sangat bermanfaat, apabila dikelola dengan benar dan menjadi produk-produk yang bernilai ekonomis,&#8221; katanya.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2024/12/19/tim-pkm-usm-beri-pelatihan-teknologi-pengolahan-hasil-ternak">Tim PKM USM Beri Pelatihan Teknologi Pengolahan Hasil Ternak</a></strong></p>
<p>Dia menambahkan, minyak jelatah adalah minyak goreng bekas pakai, baik untuk kebutuhan rumah tangga, restoran, usaha kuliner, dan masih banyak lagi. di berbagai rumah tangga, seringkali mereka membuang minyak jelatah. Akibatnya, hal itu akan mencemari lingkungan, dan bisa berdampak buruk pada kesehatan manusia.</p>
<p>&#8221;Padahal minyak jelantah ini sebenarnya bisa diubah menjadi produk yang bermanfaat, dan bisa bernilai ekonomis. Hanya saja, masih sedikit orang yang tahu bagaimana cara memanfaatkannya,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, Ika Yudha Kurniasari, selaku pendamping UKM di Kelurahan Krobokan menyatakan, pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan edukasi dan pelatihan ini. Dia berharap, melalui kegiatan itu para pelaku UKM bisa lebih bijak dalam mengelola limbah minyak jelantah.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2024/12/19/mahasiswa-ilkom-usm-dan-komunitas-kinasih-gelar-kampanye-satuhatiuntukinklusi">Mahasiswa Ilkom USM dan Komunitas Kinasih Gelar Kampanye #SatuHatiUntukInklusi</a></strong></p>
<p>Menurut dia, pelatihan ini sangat bermanfaat, karena para pelaku UKM sekarang mempunyai keterampilan dalam mengolah minyak jelantah menjadi produk yang bernilai jual, dan bisa membuka peluang usaha baru.</p>
<p>&#8221;Pelatihan ini sangat bermanfaat, karena para pelaku UKM sekarang mempunyai keterampilan dalam mengolah minyak jelantah menjadi produk yang bernilai jual, dan bisa menjadi peluang usaha baru,&#8221; ungkap Ika.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/12/20/tim-pkm-fakultas-ekonomi-usm-beri-pelatihan-pemanfaatan-limbah-minyak-jelantah">Tim PKM Fakultas Ekonomi USM Beri Pelatihan Pemanfaatan Limbah Minyak Jelantah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sering Menjadi Limbah, Ini Enam Manfaat Biji Buah Pepaya yang Perlu Kamu Tahu</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/07/15/sering-menjadi-limbah-ini-enam-manfaat-biji-buah-pepaya-yang-perlu-kamu-tahu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Jul 2024 09:31:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Biji Pepaya]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[limbah]]></category>
		<category><![CDATA[Manfaat]]></category>
		<category><![CDATA[nutrisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=425230</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)- Pepaya merupakan sumber serat, antioksidan serta vitamin C. Makan buah ini berarti menghindarkan diri dari kolesterol. Tambahkan semangkuk pepaya dalam diet harian Anda, maka dengan mengunyah buah lezat ini, Anda bisa terhindar dari penyakit jantung. Pepaya termasuk buah yang kaya gizi, mengandung kalori, karbohidrat, protein, lemak, serat, antioksidan, vitamin A, vitamin B1, vitamin [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/07/15/sering-menjadi-limbah-ini-enam-manfaat-biji-buah-pepaya-yang-perlu-kamu-tahu">Sering Menjadi Limbah, Ini Enam Manfaat Biji Buah Pepaya yang Perlu Kamu Tahu</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (SUARABARU.ID)- </strong>Pepaya merupakan sumber serat, antioksidan serta vitamin C. Makan buah ini berarti menghindarkan diri dari kolesterol. Tambahkan semangkuk pepaya dalam diet harian Anda, maka dengan mengunyah buah lezat ini, Anda bisa terhindar dari penyakit jantung.</p>
<p>Pepaya termasuk buah yang kaya gizi, mengandung kalori, karbohidrat, protein, lemak, serat, antioksidan, vitamin A, vitamin B1, vitamin B2, vitamin B3, vitamin B5, vitamin B6, asam folat, vitamin C, vitamn E dan vitamin K.</p>
<p>Biji pepaya merupakan limbah pertanian yang diketahui mempunyai khasiat sebagai antimikroba terhadap mikroba propionibacterium acnes. Dimana biji pepaya mempunyai bahan aktif berupa alkaloid, steroid, flavonoid, saponin dan triterpenoid.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://suarabaru.id/2024/05/06/ini-manfaat-daun-pepaya-jepang-bagi-kesehatan-kamu-wajib-tahu">Ini Manfaat Daun Pepaya Jepang bagi Kesehatan, Kamu Wajib Tahu!</a></strong></p>
<p>Pepaya adalah buah yang kaya akan nutrisi dan sering dikonsumsi karena manfaat kesehatannya. Namun, yang sering terlupakan adalah biji buah pepaya yang ternyata juga memiliki sejumlah manfaat penting untuk kesehatan pencernaan kita.</p>
<p>Dilansir dai Suara.com, berikut ini adalah enam manfaat biji buah pepaya yang perlu kamu ketahui. Simak penelusurannya.</p>
<p><strong>1. Mengandung Serat yang Tinggi</strong></p>
<p>Biji buah pepaya mengandung serat tinggi untuk menjaga kesehatan pencernaan. Serat membantu meningkatkan gerakan usus, mencegah sembelit, dan menjaga keseimbangan mikroflora usus. Dengan mengonsumsi biji buah pepaya, kamu dapat menjaga pencernaan tetap lancar dan mencegah masalah pencernaan yang umum terjadi.</p>
<p><strong>2. Antiinflamasi</strong></p>
<p>Biji buah pepaya mengandung senyawa antiinflamasi alami yang dapat membantu meredakan peradangan pada saluran pencernaan. Manfaat antiinflamasi ini dapat membantu mengurangi gejala gangguan pencernaan seperti radang usus, maag, dan sindrom iritasi usus.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://suarabaru.id/2023/07/14/dapat-mencegah-penyakit-kanker-ini-5-manfaat-pepaya-bagi-kesehatan">Dapat Mencegah Penyakit Kanker, Ini 5 Manfaat Pepaya bagi Kesehatan</a></strong></p>
<p><strong>3. Membantu Mencerna Protein</strong></p>
<p>Enzim papain yang terdapat dalam biji buah pepaya dapat membantu memecah protein dalam makanan yang kita konsumsi. Ini memudahkan proses pencernaan protein dan membantu mengurangi beban kerja sistem pencernaan kita.</p>
<p><strong>4. Mengobati Infeksi Usus</strong></p>
<p>Biji buah pepaya mengandung senyawa antibakteri dan antijamur yang dapat membantu melawan infeksi pada saluran pencernaan. Ini bisa membantu mengatasi masalah seperti infeksi bakteri, parasit, atau jamur yang seringkali menyebabkan gangguan pencernaan.</p>
<p><strong>5. Detoksifikasi Alami</strong></p>
<p>Biji buah pepaya memiliki sifat detoksifikasi alami yang membantu membersihkan racun dalam sistem pencernaan. Senyawa-senyawa aktif dalam biji pepaya membantu menghilangkan racun dan zat berbahaya dari tubuh kita, sehingga meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://suarabaru.id/2023/07/10/terkenal-dengan-rasanya-yang-pahit-ini-6-manfaat-daun-pepaya">Terkenal dengan Rasanya yang Pahit, Ini 6 Manfaat Daun Pepaya</a></strong></p>
<p><strong>6. Tinggi Antioksidan</strong></p>
<p>Biji buah pepaya mengandung senyawa antioksidan yang kuat, seperti karotenoid dan vitamin C, yang membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Antioksidan ini dapat mencegah kerusakan sel pada saluran pencernaan dan membantu mengurangi risiko penyakit kronis, seperti kanker.</p>
<p>Ketika akan mengonsumsi biji buah pepaya, sebaiknya biji tersebut dikeringkan dan dihaluskan terlebih dahulu sebelum. Bisa juga mencampurkannya dengan makanan atau menambahkannya ke dalam minuman favorit. Namun, perlu diingat bahwa hindari mengonsumsi dalam jumlah yang berlebihan, karena dapat menyebabkan gangguan pencernaan.</p>
<p>Itulah beragam benefit mengonsumsi biji buah pepaya. Semoga bermanfaat.</p>
<p><em><strong>Claudia</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/07/15/sering-menjadi-limbah-ini-enam-manfaat-biji-buah-pepaya-yang-perlu-kamu-tahu">Sering Menjadi Limbah, Ini Enam Manfaat Biji Buah Pepaya yang Perlu Kamu Tahu</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Seringkali Dibuang, Ini 3 Manfaat Kulit Durian yang Wajib Kamu Tahu</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/09/21/seringkali-dibuang-ini-3-manfaat-kulit-durian-yang-wajib-kamu-tahu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Sep 2023 05:16:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Life Style]]></category>
		<category><![CDATA[durian]]></category>
		<category><![CDATA[Kulit Durian]]></category>
		<category><![CDATA[limbah]]></category>
		<category><![CDATA[Limbah Kulit Durian]]></category>
		<category><![CDATA[Manfaat Limbah Kulit Durian]]></category>
		<category><![CDATA[Pupuk Kompos]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=368875</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMRANG (SUARABARU.ID)- Saat menikmati buah durian umumnya orang hanya memanfaatkan bagian daging buahnya yang lembut dan memiliki aroma khas. Sedangkan bagian lain seperti biji dan kulitnya umumnya akan dibuang. Limbah kulit durian selama ini tidak dimanfaatkan dengan baik, karena karakternya yang sulit terurai sehingga berpotensi menjadi salah satu limbah hayati yang dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. Kulit [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/09/21/seringkali-dibuang-ini-3-manfaat-kulit-durian-yang-wajib-kamu-tahu">Seringkali Dibuang, Ini 3 Manfaat Kulit Durian yang Wajib Kamu Tahu</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMRANG (SUARABARU.ID)- </strong>Saat menikmati buah durian umumnya orang hanya memanfaatkan bagian daging buahnya yang lembut dan memiliki aroma khas. Sedangkan bagian lain seperti biji dan kulitnya umumnya akan dibuang.</p>
<p>Limbah kulit durian selama ini tidak dimanfaatkan dengan baik, karena karakternya yang sulit terurai sehingga berpotensi menjadi salah satu limbah hayati yang dapat menyebabkan pencemaran lingkungan.</p>
<p>Kulit durian mengandung kandungan pati, pektin, minyak atsiri, flavonoid, saponin, unsur selulosa, lignin, serta senyawa ethanol.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://suarabaru.id/2023/09/13/sering-dianggap-tidak-berguna-yuk-simak-3-manfaat-limbah-sisik-ikan">Sering Dianggap Tidak Berguna, Yuk Simak 3 Manfaat Limbah Sisik Ikan</a></strong></p>
<p>Namun, tahukah kamu ternyata bagian kulit durian yang sering dianggap sampah ternyata memiliki beragam manfaat. Dilansir dari Suara.com, berikut 3 manfaat dari kulit durian yang perlu kamu ketahui.</p>
<p><strong>1. Bahan Pupuk Kompos</strong></p>
<p>Salah satu manfaat dari kulit durian adalah dapat menjadi bahan baku pupuk kompos organik. Melansir dari artikel jurnal “Agrotrop” yang ditebitkan oleh Universitas Udayana, Bali, kulit durian mengandung senyawa alami seperti kalium, magnesium, vitamin dan beberapa mineral lainnya yang dapat berfungsi sebagai penyubur tanaman.</p>
<p>Penggunaan pupuk kompos dari kulit durian ini disarankan juga dilakukan bersamaan dengan penggunaan pupuk anorganik agar mendapatkan hasil yang lebih maksimal.</p>
<p><strong>Baca Juga:<a href="https://suarabaru.id/2023/08/30/dianggap-kurang-berguna-ini-4-manfat-limbah-kulit-pisang">Dianggap Kurang Berguna, Ini 4 Manfat Limbah Kulit Pisang</a></strong></p>
<p><strong>2. Bahan Baku Pestisida Organik</strong></p>
<p>Kulit durian juga dapat berguna sebagai bahan anti hama atau pestisida organik. Melansir dari sebuah artikel dalam jurnal “Biology Science &amp; Education”, kulit durian yang terkenal cukup keras ternyata dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan pestisida organik. Kulit durian mengandung kandungan flavonoid, lignin dan saponin yang dapat menghalau hama seperti lalat dan ulat ke tanaman.</p>
<p>Pembuatan pestisida tersebut relatif cukup mudah. Kulit durian yang telah dibersihkan dan direbus kemudian dikeringkan. Lalu, kulit durian tersebut dihancurkan dan direndam ke dalam air yang telah diberi sedikit garam, potongan daun sirsak yang kemudian ditutup dengan rapat untuk membantu proses fermentasi. Tunggu selama 5-7 hari maka pestisida tersebut siap digunakan.</p>
<p><strong>3. Campuran Pakan Ternak</strong></p>
<p>Kulit durian yang seringkali dianggap sampah ternyata dapat digunakan sebagai bahan campuran pakan ternak. Melansir dari artikel dalam jurnal “Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan”, kulit durian memiliki kandungan protein nabati, serat, selulosa, beberapa vitamin dan mineral yang dapat membantu pertumbuhan dan kesehatan hewan ternak.</p>
<p>Kulit durian tersebut bisa dijadikan pakan ternak seperti sapi, kambing dan domba dengan cara digiling halus menggunakan dedak ternak dan beberapa bahan campuran lainnya. Pemberian pakan dari kulit durian ini bisa dikombinasikan dengan pemberian pakan seperti dedauan atau rumput guna meningkatkan hasil ternak.</p>
<p>Nah, itulah beberapa manfaat dari kulit durian yang jarang diketahui. Semoga informasi ini bermanfaat bagi kita semua.</p>
<p><em><strong>Claudia</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/09/21/seringkali-dibuang-ini-3-manfaat-kulit-durian-yang-wajib-kamu-tahu">Seringkali Dibuang, Ini 3 Manfaat Kulit Durian yang Wajib Kamu Tahu</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Limbah Jagung Ternyata Mampu Menghasilkan Dolar</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/01/27/limbah-jagung-ternyata-mampu-menghasilkan-dolar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ning Suparningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Jan 2023 07:12:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[Bonggol]]></category>
		<category><![CDATA[Dolar]]></category>
		<category><![CDATA[Hasilkan]]></category>
		<category><![CDATA[Jagung]]></category>
		<category><![CDATA[limbah]]></category>
		<category><![CDATA[petani]]></category>
		<category><![CDATA[Tongkol]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=310943</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211; Tongkol (bonggol) pada jagung adalah bagian dalam organ betina tempat bulir duduk menempel. Istilah ini juga dipakai untuk menyebut seluruh bagian jagung betina. Tongkol terbungkus oleh kelobot. Secara morfologi, tongkol jagung adalah tangkai utama mulai yang termodifikasi. Sebagian besar petani tidak pernah menganggap tongkol jagung sebagai komoditas yang dapat menghasilkan dolar. Melansir [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/01/27/limbah-jagung-ternyata-mampu-menghasilkan-dolar">Limbah Jagung Ternyata Mampu Menghasilkan Dolar</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Tongkol (bonggol) pada jagung adalah bagian dalam organ betina tempat bulir duduk menempel. Istilah ini juga dipakai untuk menyebut seluruh bagian jagung betina.</p>
<p>Tongkol terbungkus oleh kelobot. Secara morfologi, tongkol jagung adalah tangkai utama mulai yang termodifikasi. Sebagian besar petani tidak pernah menganggap tongkol jagung sebagai komoditas yang dapat menghasilkan dolar.</p>
<p>Melansir dari Agina-Online.com, berawal dari program Upsus Jagung 2015, melimpahnya produksi jagung nasional hingga 30 juta ton tahun 2018, membawa berkah lain, dimana jagung yang dipanen menyisakan limbah berupa tongkol atau bonggol.</p>
<p>Namun ditangan Dean Novel, seorang Wirausahawan Muda kelahiran Jakarta, tongkol jagung yang semula hanya limbah, dapat menghasilkan dolar.</p>
<p>Hal tersebut dipaparkan Dean, saat menyampaikan presentasi dihadapan Dirjen Tanaman Pangan Kementan, pada acara Sinergitas dan Akselerasi Ekspor Komoditas Pangan, di kantor Ditjen. TP, Pasar Minggu.</p>
<p>Dean Novel sendiri menekuni bisnis pertanian sejak tahun 2009. Alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Pancasila ini, tidak pernah bersinggungan dengan dunia pertanian, namun peluang dari program pembangunan pertanian membuatnya fokus di bisnis jagung mulai dari hulu hingga hilir.</p>
<p>Di hulu (On Farm), dimulai dengan mengembangkan tanaman jagung 200 hektar sebagai kebun inti di Lombok Nusa Tenggara Barat dan membangun kemitraan dengan 7.200 kepala keluarga petani jagung melalui Koperasi Dinamika Nusra Agribisnis, dengan luasan tanaman jagung 7.000 hektar, kebun plasma.</p>
<p>Awalnya fokus bisnis jagung pipilan untuk pakan ternak dengan perlakuan stok gudang, akhirnya PT DNA mengembangkan produksi jagung khusus subtitusi impor, berupa jagung rendah aflatoksin.</p>
<p>Kegiatan agribisnis jagung yang dikembangkan Dean, menghasilkan limbah berupa tongkol jagung antara 200 hingga 300 kg dari setiap ton jagung pipilan basah, limbah jagung ini akhirnya menjadi masalah.</p>
<p>Biasanya limbah ini paling banter jadi arang pembakar sate atau ikan, namun untuk jadi arang harus dijemur kering dan permintaannya juga rendah. Hingga akhirnya PT DNA, mendapat informasi adanya peluang pasar ekspor tongkol jagung untuk dijadikan media tanam budidaya jamur di Korea.</p>
<p>Corncobs Meal terlihat sederhana, tapi membuatnya tidak mudah, khususnya untuk memenuhi spesifikasi ekspor ke Korea Selatan. Selama ini hanya Cina dan Vietnam yang memasok kebutuhan corncobs meal, dari Indonesia hanya PT Datu Nusa Agribisnis, papar Dean.</p>
<p>&#8220;Setiap bulan kita ekspor 200 hingga 400 ton, rata-rata 300 ton setiap bulannya dengan harga 135 USD per metrik ton. Semua kita pasok dari Lombok, hingga saat ini buyer dari Korea, puas memakai produksi kita,&#8221; ungkap Dean Novel.</p>
<p><em><strong>Ning Suparningsih</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/01/27/limbah-jagung-ternyata-mampu-menghasilkan-dolar">Limbah Jagung Ternyata Mampu Menghasilkan Dolar</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Manfaatkan Limbah Sampah Organik, Lapas Klaten Produksi Pakan Ulat Magot</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/09/05/manfaatkan-limbah-sampah-organik-lapas-klaten-produksi-pakan-ulat-magot</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ning Suparningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Sep 2022 04:18:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenkumham Jateng]]></category>
		<category><![CDATA[Lapas Klaten]]></category>
		<category><![CDATA[limbah]]></category>
		<category><![CDATA[Manfaat]]></category>
		<category><![CDATA[Pakan ulat magot]]></category>
		<category><![CDATA[Produksi]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah organik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=276165</guid>

					<description><![CDATA[<p>KLATEN (SUARABARU.ID) &#8211; Banyaknya sampah organik di dalam Lapas menjadi perhatian khusus. Kanwil Kemenkumham Jateng melalui Lapas Kelas IIB Klaten memanfaatkan limbah sampah organik tersebut. Diketahui, limbah sampah tersebut dimanfaatkan menjadi salah satu bahan untuk membuat pakan ulat magot yang kini sedang dikembangkan oleh warga binaan Lapas Klaten sebagai bentuk sarana pelatihan edukasi. Bahkan karena [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/09/05/manfaatkan-limbah-sampah-organik-lapas-klaten-produksi-pakan-ulat-magot">Manfaatkan Limbah Sampah Organik, Lapas Klaten Produksi Pakan Ulat Magot</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KLATEN (SUARABARU.ID) &#8211;</strong> Banyaknya sampah organik di dalam Lapas menjadi perhatian khusus. Kanwil Kemenkumham Jateng melalui Lapas Kelas IIB Klaten memanfaatkan limbah sampah organik tersebut.</p>
<p>Diketahui, limbah sampah tersebut dimanfaatkan menjadi salah satu bahan untuk membuat pakan ulat magot yang kini sedang dikembangkan oleh warga binaan Lapas Klaten sebagai bentuk sarana pelatihan edukasi.</p>
<p>Bahkan karena kurangnya bahan pembuatan makanan untuk ulat magot dari limbah sampah organik, Lapas Klaten mendatangkan sampah organik yang dihasilkan dari luar, yaitu diambil dari sampah yang dihasilkan oleh Pasar Tradisional di sekitar Lapas, diantaranya Pasar Srago, Pasar Gede dan Pasar Ngepos.</p>
<p>Kalapas Klaten, Ahmad Fauzi mengungkapkan, sampah yang diambil dan dimanfaatkan diantaranya adalah sampah dari buah buahan dan sayur sayuran. &#8220;Sampah yang sudah dipilah nantinya akan digiling menjadi bahan makanan ulat magot,&#8221; kata Fauzi, Senin (5/9/2022).</p>
<p>Menurutnya, ilmu pembuatan makanan ulat magot ini didapatkan dari hasil pelaksanaan pelatihan kemandirian bekerja sama dengan pihak ketiga sebagai pelatihan lanjutan dari budidaya ulat magot.</p>
<p>&#8220;Budidaya ulat magot sendiri diperuntukkan sebagai makanan ternak yang kini sedang dikembangkan oleh Lapas Klaten sebagai bentuk pelatihan kemandirian, diantaranya ternak ikan lele, ternak bebek, ternak kalkun, dan ternak ayam,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Fauzi menyampaikan bahwa Lapas Klaten membutuhkan banyak bahan sampah organik untuk pembuatan pakan ulat magot. &#8220;Kita mengelola sampah yang dihasilkan di Lapas tidak cukup, makanya kita datangkan dari luar yaitu dari pasar- pasar,&#8221; tuturnya.</p>
<p>&#8220;Kita juga berusaha memberikan pelatihan yang berkesinambungan kepada warga binaan, yaitu dari penyiapan bahan makanan sampai dengan pemanfaatan bahan yang sudah jadi. Di sisi lain kita juga memanfaatkan sampah yang ada sekaligus menciptakan kebersihan, khususnya di Lapas,&#8221; imbuhnya.</p>
<p><em><strong>Ning Suparningsih</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/09/05/manfaatkan-limbah-sampah-organik-lapas-klaten-produksi-pakan-ulat-magot">Manfaatkan Limbah Sampah Organik, Lapas Klaten Produksi Pakan Ulat Magot</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Saran Ombudsman Jateng untuk Pemkot Semarang Terkait Pengelolaan Limbah Vaksinasi</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/09/02/ini-saran-ombudsman-jateng-untuk-pemkot-semarang-terkait-pengelolaan-limbah-vaksinasi</link>
					<comments>https://suarabaru.id/2021/09/02/ini-saran-ombudsman-jateng-untuk-pemkot-semarang-terkait-pengelolaan-limbah-vaksinasi#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Sep 2021 05:21:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[jateng]]></category>
		<category><![CDATA[limbah]]></category>
		<category><![CDATA[Puskesmas]]></category>
		<category><![CDATA[vaksinasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=194838</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU)- Ombudsman RI Perwakilan Jawa Tengah menyampaikan saran perbaikan kepada Pemerintah Kota Semarang terkait pengelolaan limbah vaksinasi. Saran perbaikan tersebut diberikan Ombudsman karena menurutnya pengelolaan limbah vaksinasi khususnya di Puskesmas belum dilakukan secara optimal. Berdasarkan rapid assessment atau kajian cepat yang dilakukan Ombudsman RI Perwakilan Jawa Tengah di 6 Puskesmas Kota Semarang, Ombudsman menemukan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/09/02/ini-saran-ombudsman-jateng-untuk-pemkot-semarang-terkait-pengelolaan-limbah-vaksinasi">Ini Saran Ombudsman Jateng untuk Pemkot Semarang Terkait Pengelolaan Limbah Vaksinasi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (SUARABARU)-</strong> Ombudsman RI Perwakilan Jawa Tengah menyampaikan saran perbaikan kepada Pemerintah Kota Semarang terkait pengelolaan limbah vaksinasi.</p>
<p>Saran perbaikan tersebut diberikan Ombudsman karena menurutnya pengelolaan limbah vaksinasi khususnya di Puskesmas belum dilakukan secara optimal.</p>
<p>Berdasarkan rapid assessment atau kajian cepat yang dilakukan Ombudsman RI Perwakilan Jawa Tengah di 6 Puskesmas Kota Semarang, Ombudsman menemukan hal-hal sebagai berikut,</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://suarabaru.id/2021/09/01/600-pelajar-di-semarang-lakukan-vaksinasi-di-kampus-al-azhar-kalibanteng/">600 Pelajar di Semarang Lakukan Vaksinasi di Kampus Al Azhar Kalibanteng</a></strong></p>
<p>1. Tidak adanya peraturan yang mengatur terkait pengelolaan limbah B3 untuk kegiatan penyimpanan limbah B3 di Puskesmas<br />
2. Tidak ada standarisasi bentuk dan struktur bangunan Tempat Penyimpanan Sementara (TPS) Limbah B3<br />
3. Tempat Penyimpanan Sementara Limbah B3 Puskesmas di Kota Semarang belum berijin (tidak memiliki dokumen UKL/UPL)<br />
4. Rujukan dalam penyusunan SOP pengelolaan limbah vaksin Covid-19 di tiap Puskesmas berbeda-beda<br />
5. Limbah B3 Puskesmas termasuk didalamnya limbah vaksinasi Covid-19 diambil lebih dari 2&#215;24 jam oleh pihak ketiga<br />
6. Limbah yang diambil lebih dari 2&#215;24 jam tidak ditempatkan pada lemari pendingin (freezer)<br />
7. Belum semua Puskesmas di Kota Semarang memiliki freezer<br />
8. Isi Perjanjian Kerja Sama yang perlu dilakukan pembahasan kembali yakni terkait waktu pengambilan limbah B3, dimana dalam perjanjian kerja sama dengan pihak ketiga tidak menyebutkan kepastian waktu<br />
9. Terdapat beberapa Puskesmas yang hanya menyebutkan satu jenis limbah B3 yang diangkut atau dikelola oleh pihak ketiga, sementara beberapa Puskesmas lainnya menyebutkan 5 jenis limbah, dan biaya pengangkutan dalam perjanjian kerja sama dengan pihak ketiga terdapat perbedaan pada beberapa Puskesmas.</p>
<p>Atas temuan tersebut, Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Jawa Tengah menyampaikan saran perbaikan kepada Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang dan Dinas Kesehatan Kota Semarang sebagai berikut:</p>
<p>1. Ombudsman meminta Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang bersama-sama dengan stakeholder terkait melakukan penyusunan peraturan tentang pengelolaan limbah B3 untuk kegiatan penyimpanan limbah B3 kepada UPT Puskesmas di Kota Semarang<br />
2. Ombudsman meminta Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang segera melakukan evaluasi dan pengawasan Tempat Penyimpanan Sementara (TPS) limbah B3 di setiap Puskesmas di Kota Semarang<br />
3. Ombudsman meminta Dinas Kesehatan Kota Semarang mendorong seluruh Puskesmas di Kota Semarang melengkapi dokumen UKL/UPL<br />
4. Ombudsman meminta Dinas Kesehatan kota Semarang segera melakukan pendampingan dan evaluasi dalam penyususnan SOP pengelolaan limbah vaksin Covid-19 kepada seluruh Puskesmas di Kota Semarang<br />
5. Ombudsman meminta Dinas Kesehatan Kota Semarang segera memberikan pendampingan dan evaluasi penyusunan perjanjian ierja sama/MoU dengan pihak ketiga.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://suarabaru.id/2021/08/31/ribuan-narapidana-lapas-semarang-ikuti-vaksinasi-kedua/">Ribuan Narapidana Lapas Semarang Ikuti Vaksinasi Kedua</a></strong></p>
<p>Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Kesehatan Kota Semarang dan Dinas Lingkungan Hidup berkomitmen untuk menindaklanjuti saran perbaikan Ombudsman serta segera melakukan evaluasi terkait pengelolaan limbah vaksinasi.</p>
<p>Kepala Ombudsman RI Perwakilan Jawa Tengah, Siti Farida menyampaikan bahwa saran perbaikan tersebut merupakan salah satu bentuk pengawasan Ombudsman dengan mengedepankan fungsi pencegahan maladministrasi.</p>
<p>Farida menekankan terhadap saran perbaikan ini, yakni Pemerintah Kota Semarang diberikan tenggat waktu 30 hari terhitung sejak saran disampaikan.</p>
<p>“Dalam pelaksanaan saran perbaikan tersebut, karena kajian cepat ini merupakan ranah pencegahan maladministrasi, Ombudsman memberikan kesempatan kepada Pemerintah Kota Semarang untuk berkomunikasi dan berkoordinasi secara aktif kepada Ombudsman. Karena tujuan dari kajian cepat ini adalah mencegah terjadinya maladminstrasi, khususnya pada pengelolaan limbah vaksinasi,&#8221; tutur Farida, Kamis (2/9/2021).</p>
<p><em><strong>Ning</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/09/02/ini-saran-ombudsman-jateng-untuk-pemkot-semarang-terkait-pengelolaan-limbah-vaksinasi">Ini Saran Ombudsman Jateng untuk Pemkot Semarang Terkait Pengelolaan Limbah Vaksinasi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://suarabaru.id/2021/09/02/ini-saran-ombudsman-jateng-untuk-pemkot-semarang-terkait-pengelolaan-limbah-vaksinasi/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>4</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PT Pura Jamin Limbah yang Dibuang Sesuai Standar Baku Mutu</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/02/05/pt-pura-jamin-limbah-yang-dibuang-sesuai-standar-baku-mutu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Feb 2021 13:46:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[kudus]]></category>
		<category><![CDATA[limbah]]></category>
		<category><![CDATA[pt pura]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=145511</guid>

					<description><![CDATA[<p>KUDUS (SUARABARU.ID) – PT Pura Group menegaskan telah melakukan pengolahan air limbah dengan teknologi tinggi agar limbah yang dibuang memenuhi standar baku mutu yang ditentukan pemerintah. Penegasan ini sekaligus membantah dugaan adanya limbah PT Pura yang mencemari air banjir yang menggenang di kawasan Desa Jatiwetan, Kecamatan Jati. Agung Subani selaku GM HR-GA Pura Group mengatakan, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/02/05/pt-pura-jamin-limbah-yang-dibuang-sesuai-standar-baku-mutu">PT Pura Jamin Limbah yang Dibuang Sesuai Standar Baku Mutu</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KUDUS (SUARABARU.ID)</strong> – PT Pura Group menegaskan telah melakukan pengolahan air limbah dengan teknologi tinggi agar limbah yang dibuang memenuhi standar baku mutu yang ditentukan pemerintah. Penegasan ini sekaligus membantah dugaan adanya limbah PT Pura yang mencemari air banjir yang menggenang di kawasan Desa Jatiwetan, Kecamatan Jati.</p>
<p>Agung Subani selaku GM HR-GA Pura Group mengatakan, pengolahan air limbah di Pura Group selalu mengedepankan keselarasan alam dan kelestarian lingkungan. Limbah yang diproduksi, juga dialirkan melalui sistem tertutup yang artinya dari hulu ke hilir menggunakan sistem IPAL.</p>
<p>“Jadi, tidak ada lagi limbah yang dibuang menggunakan sistem terbuka, apalagi menggunakan sistem saluran milik warga,”kata Agung  dalam rilis yang disampaikan Jumat (5/1).</p>
<p>Menurut Agung, pengelolaan limbah juga dilakukan menggunakan teknologi dengan standar yang ditentukan pemerintah. PT Pura juga secara rutin melakukan tes terhadap aliran limbah yang dibuang.</p>
<p>“Uji baku mutu juga rutin dilakukan agar air limbah yang dibuang ke sungai memenuhi ambang batas baku mutu diantaranya tingkat pencemaran, tingkat kejernihan dan tingkat keasaman. Dan hasil uji baku mutu tersebut secara periodik juga dicek oleh instansi pemerintah yang berwenang,”tandasnya.</p>
<p>Agung kemudian menjelaskan, dalam sistem pengelolaan air limbah milik PT Pura, pertama air sisa produksi dialirkan ke saluran pengelolaan limbah untuk dilakukan pencampuran dan penyaringan air sisa untuk mendapatkan aliran air yang homogen guna memudahkan injeksi chemical.</p>
<p>Setelah itu, air limbah tersebut dilakukan proses kimia untuk memisahkan partikel padat dan kemudian dialirkan lagi ke bak sekunder guna menjalani proses pengolahan secara biologis.</p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<p><a href="https://suarabaru.id/2021/02/04/hartopo-minta-pt-pura-sedot-genangan-banjir-yang-diduga-tercemar/"><strong>Hartopo Minta PT Pura Sedot Genangan Banjir yang Diduga Tercemar</strong></a></p>
<p><a href="https://suarabaru.id/2021/02/05/siswi-smk-gugurkan-bayi-yang-dikandung-selama-6-bulan-ini-kisahnya/"><strong>Siswi SMK Negeri Gugurkan Kandungannya yang Berusia 6 Bulan</strong></a></p>
<p>“Pengolahan selanjutnya, air dialirkan ke bak sekunder guna menjalani proses biologis untuk memisahkan partikel biologis dengan air. Dari hasil proses ini, dihasilkan air yang sudah jernih,”ujarnya.</p>
<p>Dan proses terakhir, air kemudian dialirkan ke bak kontrol untuk diuji lagi baku mutunya seperti tingkat pencemaran air, keasaman air, tingkat kejernihan air .</p>
<p>“Baru pada tahap akhir, air yang sudah jernih tersebut dialirkan ke sungai melalui saluran pipa tertutup,”tandasnya.</p>
<p>Oleh karena itu, kata Agung, pihaknya memastikan kalau berubahnya warna air genangan banjir di Desa Jatiwetan bukan berasal dari limbah PT Pura. Meski demikian, PT Pura tetap membantu mengatasi persoalan warga tersebut dengan menerjunkan armada mobil pemadam kebakaran untuk menyedot genangan air yang ada.</p>
<p>Sebagaimana diberitakan sebelumnya, warga Dukuh Tanggulangin, Desa Jatiwetan mengeluh lantaran genangan banjir di lingkungannya beberapa hari lalu berubah warna menjadi hitam dan berbau. Warga menduga, kondisi air tersebut  berasal dari kebocoran limbah PT Pura.</p>
<p><strong>Tm-Ab</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/02/05/pt-pura-jamin-limbah-yang-dibuang-sesuai-standar-baku-mutu">PT Pura Jamin Limbah yang Dibuang Sesuai Standar Baku Mutu</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>