Benny Susetyo, Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Foto: Dok Benny Susetyo

JAKARTA (SUARABARU.ID) – Antonius Benny Susetyo, Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), menyatakan bahwa Pancasila harus menjadi habitus bangsa dalam menuju peradaban dunia.

Budayawan yang akrab disapa Benny itu menyampaikan pemikirannya tentang keadaan dunia global saat ini. Pernyataannya itu juga diunggah lewat kanal youtube berjudul Makna Kemerdekaan: Mengembalikan Pancasila di Kanal Youtube Rumah Kebudayaan Nusantara (RKN), Jumat (05/08/2022).

“Tantangan tidak mudah di era sekarang ini, digitalisasi, tanpa batas, dan permasalahan geopolitik dunia. Resesi akibat konflik Rusia-Ukraina dan Cina-Taiwan, krisis pangan, energi, dan lainnya, serta persepsi yang dapat memecah belah masyarakat di era digital ini,” serunya.

Benny membeberkan opininya tentang tantangan bangsa Indonesia. “Bangsa kita harus keluar dari politik identitas dan masuk pada politik gagasan. Politik gagasan melahirkan ide, dialetika, dimana para elit politik mencoba bagaimana mewujudkan indonesia yang merdeka dan berdikari,” tuturnya.

Menurutnya, momen perayaan77 tahun kemerdekaan Negara Republik Indonesia ini dapat dilakukan dengan mengembalikan Pancasila sebagai roh pengambilan kebijakan bagi negara dan bangsa, menciptakan spirit Indonesia tangguh dan mempercepat pemulihan krisis di tengah pandemi COVID-19 dan resesi ekonomi global yang menghancurkan banyak negara di dunia.

Mengembalikan Pancasila

“Pancasila dikembalikan menjadi ideologi: living ideology dan working ideology. Living artinya pancasila dihidupi dari masyarakat yang bersumber dari budaya dan kearifan lokal, serta working memiliki arti Pancasila menjadi arah kebijakan dan pusat pikiran dan kerja masyarakat, pemerintah, elit politik, dan partai politik di Indonesia,” jelasnya.