Ketua DPRD Jepara Haizul Ma'arif dalam dialog di Radio Kartini (Foto: Alvaros)

JEPARA (SUARABARU.ID) – Ancaman krisis pangan dan energi secara global semakin menguat. Mengantisipasi hal tersebut, pemerintah tengah mendorong untuk peningkatan produktivitas pertanian termasuk di Kabupaten Jepara.

Hal ini terungkap dalam dialog Jaring Asmara “Peningkatan Produktifitas Pertanian di Jepara”, oleh Ketua DPRD Jepara Haizul Maarif, pada Kamis (30/6/2022), di Radio Kartini FM Jepara. Mendampingi yaitu Sekretaris Dinas (Sekdin) Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Jepara Sujima.

Terkait prediksi dampak krisis pangan dan energi, pemerintah harus memastikan bahwa kebutuhan pangan ini cukup. Jika sampai terjadi krisis pangan, pemerintah harus bekerja sama mencari solusi kebijakan yang tepat dan sesuai kebutuhan masyarakat. Salah satunya melalui diversifikasi pangan, agar tidak tergantung pada satu komoditas pangan.

“Kami mengapresiasi Pj Bupati Jepara Edy Supriyanta yang sudah berkeliling ke lumbung-lumbung pangan untuk memastikan Jepara tetap surplus beras. Namun hal ini harus didukung dengan data dan potensi yang ada,” kata dia.

Saat ini pemerinntah sudah sangat siap menghadapi jika suatu saat terjadi krisis pangan. Tinggal ditindaklanjuti di lapangan. Luas lahan pertanian di Jepara ini menjadi potensi yang dapat dimaksimalkan untuk stabilitas komoditas beras. Caranya Dengan meningkatkan produktivitas tanaman pangan tersebut.

Sekdin DKPP Jepara Sujima mengatakan, selain meningkatkan komoditas beras, Jepara juga mempunyai potensi untuk melakukan diversifikasi pangan. Masyarakat bisa memanfaatkan lahan untuk tanaman pangan lainnya, seperti jagung dan ketela pohon.

“Meskipun saat ini jagung banyak diserap untuk kebutuhan industri pakan ternak. Namun, ternak ini akan kembali untuk untuk memenuhi kebutuhan pangan kita,” kata dia.

Untuk ketela (ubi kayu), di Jepara banyak jenisnya. Ubi kayu biasanya tidak langsung dikonsumsi akan tetapi dijual atau diproduksi ke pabrik untuk diolah kembali menjadi tepung tapioka yang akan dijadikan sebagai sumber makanan. Ada juga potensi kacang tanah. Varietas kacang Jepara ini bentknya kecil, tapi rasanya lebih enak daripada kacang daerah yang lain.

“Mulai dari sekarang, masyarakat bisa memanfaatkan pekarangan rumah dengan menanam bermacam-macam sayuran dan buah-buahan. Bisa mengunakan pot atau polibek,” katanya.

Alvaros