Rangkaian acara Festival Memeden Gadhu (Foto: Waluyo)

JEPARA (SUARABARU.ID) – Festival Memeden Gadhu mulai digelar. Tradisi ini digelar oleh petani-petani kuno dan diteruskan hingga generasi berikutnya oleh para petani dan masyarakat setempat. Festival ini akan dirayakan selama 4 hari berturut-turut yaitu tanggal 17-20 Juni 2022 oleh masyarakat Desa Kepuk Kecamatan Bangsri Kabupaten Jepara berlangsung pada hari ini (17/6-2022), Jumat Wage atau bulan Dzulkaidah pada penanggalan Jariyah.

Suasana Desa Kepuk menyambut acara Festival Memeden Gadhu (Foto: DT/BB)

Istilah Festival Memeden Gadhu diterjemahkan Festival Hantu Gadhu dalam bahasa Indonesia. Tradisi ini digelar sebagai wujud syukur bagi masyarakat setempat atas apa yang bumi berikan kepada petani dalam wujud sedekah bumi.

Berbagai persiapan telah dilakukan. Salah satunya adalah membuat instalasi dan orang-orangan dari jerami.

Waluyo (Foto: DT/BB)

Selama 4 hari berturut-turut, festival ini akan mengusung pentas tari kolosal, pentas budaya, band alternatif, istighosahdan pengajian budaya, dan kirab tumpeng.

BACA JUGA Sejarah Jembul Tulakan dan Misteri Rajah Tulak Balak

Waluyo ketua panitia acara menyampaikan gagasan ini muncul untuk mengangkat desa Kepuk sebagai desa wisata. “Melalui acara ini, kami menarik masyarakat luar desa kami untuk datang dan menyaksikan acara festival Memeden Gaduh,” ujarnya.

Menurut Waluyo, istilah Memeden Gadhu adalah sawah yang meresap di air sehingga disebut gadhu atau tempat berisikan air untuk menanam padi. “Istilah memeden sendiri untuk menakuti burung yang akan makan padi saat menguning di sawah,” jelasnya. Dapat disimpulkan bahwa memeden gahu sama dengan memeden sawah.

Alvaros