Panitia Bersama tengah memberikan informasi terkait perayaan  Imlek  2573/2022 di kota Solo  dalam  jumpa pers, Selasa (25/1). Foto: Bagus Adji

SURAKARTA (SUARABARU.ID) –Tahun baru Imlek 2573/ 2022 pada 1 Februari 2022, perayaannya di Solo digelar secara sederhana. Keputusan penyelenggaraan didasarkan sehubungan situasi pandemi yang belum berakhir.

“Penyelenggaran Imlek tahun ini menerapkan adaptasi kebiasaan baru.  Artinya kegiatan berlangsung sederhana tidak  seperti penyelenggaran  sebelum terjadinya pandemic,” kata Ketua Panitia Bersama Imlek 2573/2022 Solo, Sumartono Hadinoto, dalam keterangan pers yang, Selasa (25/1/2022).

Sumartono Hadinoto didampingi Sekretaris Panitia Bersama Idayanti Santoso dan para pengurus lebih lanjut mengatakan, niat semula panitia belum berniat menyelenggarakan perayan Imlek untuk tahun ini.

Adanya dorongan Wali Kota  yang menyatakan  situasi pandemi sudah menurun dan even di Solo sudah harus dimulai walau mungkin dengan menerapkan adaptasi kebiasaan baru, disepakati untuk menyelenggarkan acara Imlek. Meski dalam penyelenggaraan banyak hal tidak dilakukan sebagaimana biasanya.

Tahun ini panitia memasang 1.000 lampion dari biasanya 500 lampion. Lokasi pemasangan dilaksankan di Balaikota , Jembatan Tugu Jam Pasar Gede,  dan di Jembatan baru yang menghubungan Ketandan ke Jalan Mayor Kusmanto.

Untuk lampion shio tahun ini yakni Shio Macan khusus dibuat sepanjang lima meter mulai ujung kepala hingga ke ekor dan dipasang di halaman Balaikota Surakarta.  Pada Tugu Jam jembatan Pasar Gede seperti biasa ada Dewa Uang .

Berikutnya pengunjung acara Cap Go Meh yang digekar di Balai Kota Surakarta hanya dihadiri 200 orang dari basanya 1.000 undangan. Acaranya yakni memanjatkan doa dan hiburan.

Pada acara ini  ada Barongsai Tolakbala yang dimainkan Tri Pusaka untuk bertindak sebagai cucuk lampah mengantarkan Wali Kota dan tamu VIP menuju ke acara Cap Go Meh.

Sedangkan acara lainnya yakni kegiatan donor darah dengan target  200 peserta. “Sesuai visi misi panitia, penyelenggaraan  acara budaya Imlek di Solo di antaranya bertujuan menjaga kebhinekaan di kota Solo.  Berikutnya kami ingin membuat Solo sebagai  salah satu Kota destinasi Imlek  di Indonesia. Selanjutnya kami berharap di tahun Macan ini pandemi benar benar bisa berakhir,” harapnya.

Bagus Adji