blank
Bagus Prijana, lelaki asal Magelang yang punya ide membuat sepeda "pengocok tulang" sedang mengendarai sepeda buatannya. Foto: Yon

MAGELANG (SUARABARU.ID) – Sejarah sepeda tentu saja sangat Panjang. Kalau sekarang orang naik sepeda bisa dengan santai, tidak perlu tenaga yang luar biasa karena sudah menggunakan system transmisi, juga sepedanya ringan.

Berbeda dengan zaman dulu, saat sepeda pertama kali ditemukan. Bentuknya sangat primitive, terbuat dari kayu, dan tanpa pedal. Jadi kaki harus mengayun. Salah satu bentuk sepeda kuno adalah buatan Piere dan Ernest Warga Michaux yang dibuat di Prancis tahun 1863.

Sepeda ini cukup menyulitkan orang yang mau mengendarainya. Bagaimana tidak, Kota Magelang membuat replika sepeda karya Pierre dan Ernest Michaux yang dibuat di Prancis tahun 1863. Sepeda ini tidak menggunakan rantai seperti sepeda sekarang. Pedalnya secara langsung menggerakkan roda depan. Mirip sepeda roda tiga yang digunakan untuk anak-anak.

Adalah Bagus Prijana, lelaki asal Magelang yang membuat replika sepeda Pierre dan Ernest Michaux, membuat sepeda “kuno” di tengah booming bersepeda di kalangan masyarakat saat ini. Terlebih pada pertengahan awal pandemi, orang mencari kesibukan dengan bersepeda.

Tren bersepeda dengan berbagai jenis mulai sepeda gunung, sepeda lipat dan lainnya merebak di mana-mana. Bagus Prijana, pemuda asal  Kampung Botton, Kelurahan Magelang, Kecamatan Magelang Tengah, Kota Magelang terinspirasi membuat replika sepeda tua yang cukup unik itu.