blank
Anggota TGUPP, Warsito (tengah) menerima cinderamata dari Direktur Utama Victoria Care Indonesia, Billy Hartono Salim, didampingi Ketua Umum Yayasan Global CEO Indonesia, Trisya Suherman. Foto: dok/ist

SEMARANG (SUARABARU.ID)– Anggota Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP), Warsito, mengapresiasi hadirnya para CEO Indonesia ke Jawa Tengah. Dia menyebut, kalau bicara CEO berarti bicara ekonomi.

”Kalau bisa mendorong ekonomi di Jawa Tengah, tentu kami akan sangat senang. Kami berharap, para anggota CEO ini bisa melirik Jawa Tengah sebagai ruang untuk mengembangkan usahanya,” kata Warsito, usai pertemuannya dengan Ketua Umum Yayasan Global CEO Indonesia, saat melakukan company visit ke Oemah Herborist PT Victoria Care Indonesia Tbk, di Kawasan Industri Candi Blok 5A No 8 Ngaliyan, Semarang, Selasa (16/11/2021).

Dia juga menyebut, jika di Jateng sangat potensial untuk dijadikan daerah investasi. Pihaknya menjamin, bila melakukan investasi di Jateng, semua pengurusannya akan sangat mudah.

BACA JUGA: Pengusaha Warteg di Luar Kota Jadi Kendala Vaksinasi

”Kami menyiapkan berbagai keunggulan, seperti manajemen yang bersih, good goverment, kondusivitas wilayah yang terjamin, dan kualifikasi tenaga kerja yang baik dan andal,” ujar dia.

Sementara itu, Yayasan Global CEO Indonesia sendiri merupakan kumpulan dari direktur dan komisaris, yang anggotanya kini telah mencapai setidaknya 1.500 orang dari seluruh Indonesia.

Ketua Umum Yayasan Global CEO Indonesia, Trisya Suherman menyebutkan, sejak berdiri 2016, kini sudah resmi berbadan hukum pada 2019. Beberapa kegiatan yang dilakukan di antaranya company trip, company visit dan networking.

BACA JUGA: Dosen FT USM Berikan Pelatihan SAP Bagi Konsultan Perencanaan

”Tujuan kita adalah networking atau berjejaring. Di Yayasan Global CEO Indonesia ini kan dari segala jenis macam bidang usaha. Dengan networking atau berjejaring ini, kita bisa mengembangkan bisnis, bahkan bisa membawa produk hingga ke luar negeri,” tukas Trisya.

Diakuinya, ketika berkunjung di Oemah Herborist PT Victoria Care Indonesia Tbk, banyak hal mengagumkan yang dia dapatkan. Herboris merupakan pabrik kosmetik pertama yang dikunjungi timnya.

Dia menyebut, jika perkembangan Herborist PT Victoria Care Indonesia Tbk ini makin bagus. Dengan berbagai inovasi dan pengembangannya, menjadikan merek ini layak bersaing di bisnis Nasional maupun luar negeri.

BACA JUGA: Pegawai dan Pengunjung Pemkab Magelang Wajib Scan QR Code PeduliLindungi

”Sekarang perkembangannya semakin bagus, apalagi kemarin kan meluncurkan Secret Clean juga. Semua rangkaian produknya juga bagus,” pujinya.

Sedangkan Direktur Utama Victoria Care Indonesia, Billy Hartono Salim menyatakan, pertumbuhan yang dicapai perusahaannya ini, sejalan dengan kemampuannya untuk terus berinovasi, sehingga mampu bertahan dan mengalami pertumbuhan.

”Meskipun di tengah pandemi, PT Victoria Care Indonesia Tbk berhasil tumbuh positif,” tutur Billy.

BACA JUGA: Program Gerimis Matik Pemkot Tegal Menuju Zero Stunting

Menurutnya, produk kategori antiseptik dan perawatan tubuh seperti merek Miranda dan Herborist, memiliki kontribusi hingga 51 persen terhadap pendapatan tahun 2020. Disusul produk perawatan rambut sebesar 49 persen, dan produk-produk lain sebesar 0,08 persen.

Billy mengungkapkan, terkait pilihannya untuk go public yakni, mengembangkan perusahaan daripada dipegang keluarga. Dikatakannya, perusahaan tidak akan besar jika hanya dikelola oleh keluarga saja. Tetapi tentunya harus dibarengi dengan transparansi sebagai dasarnya.

”Jika ingin berkembang dan besar, maka suatu perusahaan harus melakukan corporate action dengan go public. Ini dilakukan supaya perusahaan bisa berguna bagi seluruh stakeholder dan semua bisa menikmati,” imbuhnya.

Riyan