blank
Bupati Afif Nurhidayat dan Wakil Bupati Wonosobo Muhammad Albar menandatangani berita acara pelantikan. Foto: SB/dok Prokompim

WONOSOBO (SUARABARU.ID)– Afif Nurhidayat dan Muhammad Albar, Jumat (26/2/2021) hari ini, resmi dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Wonosobo, oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, secara virtual di Pendapa Bupati setempat.

Acara pelantikan dimulai pukul 08.00 WIB dan selesai pukul 10.30 WIB, dengan penjagaan ketat. Pintu gerbang dan akses menuju lokasi ditutup. Hanya tamu undangan yang diperbolehkan masuk, 25 orang saja.

Hari sakral itu diawali dengan pembukaan yang dimulai pukul 08.00 WIB. Dilanjutkan dengan pembacaan Keputusan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, diwakilkan oleh salah satu pegawai Provinsi Jateng.

BACA JUGA: Narasi-narasi Banjir Para Pemimpin

Semua prosesi pelantikan dilakukan secara virtual, guna menghindari kerumunan dan keramaian di masa pandemi global covid-19 ini. Yang diperkenakan hadir hanya perwakilan keluarga dan jajaran Forkompimda setempat.

Bagi anggota dewan dan sejumlah sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN), hanya bisa menunggu setelah agenda pelantikan usai. Bagi anggota dewan, telah disediakan layar visual di gedung DPRD Wonosobo. Bagi masyarakat bisa mengikuti agenda pelantikan itu dengan menyaksikan lewat live streaming melalui channel YouYube WebTV.

Dilanjutkan pengucapan sumpah jabatan dan penandatanganan berita acara, serta pakta integritas yang dipandu Gubernur Jateng. Hal itu dilakukan serentak oleh Bupati dan Wakil Bupati di Jateng.

blank
Bupati Afif Nurhidayat dan Wakil Bupati Wonosobo Muhammad Albar foto bersama dengan sejumlah anggota DPRD setempat. Foto: SB/Muharno Zarka

BACA JUGA: Gubernur Jateng: Buat Saya Kritik dan Cacian  Akan Menjadi Vitamin Segar.

Disebutkan satu per satu setiap kepala daerah, dan ditanya tentang kesediannya untuk memimpin. ”Saya sering bertanya, apakah jabatan ini adalah amanah atau justru sebuah musibah,” kata Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo mengawali sambutannya itu.

Dia menyebut, jika pemimpin harus banyak hadir ke masyarakat. Sebab, mengutip perkataan Bung Karno, bahwa kekuasaan tertinggi adalah milik rakyat. Sudah seharusnya pemimpin mengerti keadaan rakyatnya sendiri.

”Kecepatan informasi menjadi penting. Apalagi saat ini kecanggihan teknologi sudah bisa diakses lewat internet. Maka sudah tidak ada lagi permasalahan itu diulur-ulur,” katanya saat mengingatkan pentingnya media informasi.

BACA JUGA: Arief Rohman – Tri Yuli Setyowati Resmi Dilantik Jadi Bupati dan Wakil Bupati Blora

Acara berlangsung hingga pukul 09.30 WIB tepat. Seluruh agenda dan prosesi ditutup dengan berjabat tangan. Seluruh tamu undangan satu persatu memberikan ucapan selamat dan berfoto bersama.

”Alhamdulillah, puji syukur pada Allah SWT. Hari ini apa yang menjadi daulat dari rakyat telah pecah,” terang Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat, ketika ditemui di Pendapa Bupati, usai dilantik bersama Wakil Bupati Muhammad Albar.

Menurut dia, dirinya akan mulai hadir di tengah masyarakat Wonosobo untuk satu periode mendatang. Tak lain katanya, untuk menjawab apa yang telah menjadi komitmen Bupati dan Wakil Bupati selama ini.

BACA JUGA: Afif-Albar Pemimpin Baru Harapan Wonosobo

”Agenda pertama ini saya akan langsung ziarah ke kasepuhan saya di Sukoharjo, tanah kelahiran. Ketemu sama tokoh masyarakat disana. Terus sore kembali lagi ke Pendapa Bupati,” terangnya.

Senada, Wakil Bupati Muhammad Albar mengaku, jika setelah resmi dilantiknya mereka, akan mulai menempati rumah dinas. Tidak ada open house, karena masih dalam masa pandemi global covid-19 di Wonosobo.

”Jadi bagi masyarakat yang mau bersilaturrahim, akan diterima dengan jumlah terbatas dan bergantian. Tapi tetap menerapkan protokol kesehatan covid-19 yang ketat. Jangan sampai terjadi kerumunan dan keramaian,” lanjutnya.

Wakil Bupati berencana akan membuka Pendapa Bupati dan Wakil Bupati untuk acara-acara spiritual dan lain sebagainya. Mulai dari khataman, shalawat dan mujahadah hingga kegiatan seni budaya.

”Semua akan dibuka seluas-luasnya bagi masyarakat yang ingin menggelar kegiatan keagamaan, seni budaya maupun acara kemasyarakatan lainnya. Pendapa Bupati dan Wakil Bupati merupakan rumah rakyat,” tegasnya.

Muharno Zarka-Riyan