blank
Bondan Firjitullah, pemeroleh medali perak dalam ajang JOSS 2021 seri pertama. Foto : hana eswe

GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Dua petembak dari Grobogan Shooting Club mendapat juara pertama dan kedua di ajang kejuaraan menembak JOSS (Jateng Online Shooting Series) 1. Keduanya yakni Agus Purwanto dan Wahyu Bondan Firjatullah.

Dalam pertandingan tersebut, keduanya berhasil menunjukkan kemampuan menembaknya di hadapan juri Dody Kusmiyanto, dari Pengprov Perbakin Jateng. Hingga akhirnya, mereka memperoleh gelar juara.

Dua atlet penembak ini masing-masing mendapatkan juara dari kelas yang berbeda. Agus Purwanto mendapat gelar juara pertama di kelas benchrest wrabf 25 meter dan berhak mendapat medali emas.

Sementara Wahyu Bondan Firjatullah mendapatkan juara kedua di kelas multirange 18-41 meter. Atas prestasinya, Wahyu memperoleh medali perak dalam kejuaraan yang digelar di Lapangan Tembak Pengkab Blora, 20-21 Februari 2021, kemarin.

blank
Atlet Agus Purwanto (kaos hijau) saat tampil di ajang JOSS seri pertama tahun 2021. foto : hana eswe..

Menurut Ketua Grobogan Shooting Club, Sihono menjelaskan, pihaknya mengirimkan atlet yang selama ini kemampuannya terus dilatih rutin di klub tersebut. Dan pada kejuaraan tersebut, Sihono bersyukur keduanya mendapatkan juara.

“Bersyukur sekali mereka mendapatkan kejuaraan di ajang tersebut. Tahun ini kejuaraannya berseri. Itu seri pertama digelar di Blora kemarin. Kemudian, nanti kita juga akan ikut di seri kedua, pada bulan April mendatang,” ujar Sihono, yang juga pendamping para atlet di Grobogan SC ini, Jumat (26/2/2021).

Dalam seri selanjutnya, pihaknya berharap para penembak Grobogan SC bisa kembali menyumbangkan gelar juara. Saat ini, para atlet rutin berlatih untuk mempersiapkan diri ke pertandingan seri selanjutnya.

“Kami rutin menggelar latihan di lapangan tembak, karena kami memiliki lapangan tembak sendiri berlokasi di Desa Cingkrong, Kecamatan Purwodadi. Tentunya harapan kami pada kejuaraan seri kedua nanti, para atlet dari Grobogan SC mendapat gelar juara lagi,” pungkasnya.

Hana Eswe-wied