WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Meski jumlahnya berangsur-angsur berkurang, tapi sampai pada Hari H+1 Lebaran Idul Fitri 1446 H (2025 M), masih ada kedatangan pemudik ke Kabupaten Wonogiri. Baik pemudik yang menggunakan mobil prbadi maupun yang memakai Mobil Penumpang Umum (MPU) atau bus.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Wonogiri, Waluyo, dan Kabid Lalu Lintas Dishub Wonogiri, Joko Pramono, Selasa (1/4/25), menyatakan, H-2 Lebaran jumlah kendaraan yang masuk sebanyak 24.604, H-1 sebanyak 36.104, Hari H sebanyak 30.748 dan H+1 sebanyak 24.378.
Kendaraan yang masuk pada Hari Senin (3/25) totalnya mencapai sebanyak 24.378 unit. Perinciannya terdiri atas sepeda motor 12.176 (49,96 persen), mobil 10.906 (44,74 persen), bus 641 (2,63 persen), angkutan barang pikap dan truk 652 (2,67 persen). Jumlah kedatangan kendaraan dan yang keluar dipantau melalui Traffic Count (TC).
Dengan dilakukannya Manajemen Rekayasa Lalu Lintas (MRLL) di sejumlah titik rawan macet, pelayanan kedatangan pemudik dapat diwujudkan dengan lancar, tertib dan aman. MRLL ini akan terus dipertahankan sampai nanti usai pelayanan arus balik menjadi normal kembali.
Dari Jakarta, Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho mengungkapkan, kendaraan yang keluar Jakarta masih tinggi hingga Selasa pagi (1/4/25). Tercatat ada sebanyak 1,9 juta kendaraan telah keluar Jakarta pada masa mudik Lebaran Idul Fitri 2025 (M).
“Berdasarkan data yang diterima dari Jasa Marga, realisasi volume lalu lintas kumulatif keluar Jakarta periode H-10 Idul Fitri Tanggal 21 Maret 2025 Pukul 06.00 WIB sampai dengan H+1 Tanggal 1 April 2025 Pukul 06.00, total lalu lintas keluar Jakarta ada sebanyak 1.963.152 kendaraan.
Meningkat
Jumlah tersebut berdasarkan penghitungan di 4 gate tol utama, yaitu Tol Cikampek Utama, Kalihurip Utama, Ciawi, dan Cikupa. Angka tersebut meningkat 25,5% terhadap arus lalin pada hari normal.
Jumlah kendaraan keluar Jakarta tersebut juga lebih tinggi 0,5% dibanding periode yang sama (H-10 hingga H+2) masa mudik Lebaran 2024. Jasa Marga mencatat kendaraan yang meninggalkan Jakarta menuju arah Trans Jawa melalui GT Cikampek Utama Tol Jakarta-Cikampek, berjumlah 726.565 kendaraan atau meningkat 139,1% dari lalu lintas di hari normal. Namun jumlah itu menurun 0,4% dibanding pada masa mudik 2024.
Kemudian, lalu lintas menuju arah Merak melalui GT Cikupa jalan Tol Tangerang-Merak ada sebanyak 491.987 kendaraan. Jumlah tersebut lebih rendah -38% dibanding masa mudik 2024.
Sedangkan lalu lintas keluar Jakarta menuju arah Bandung melalui GT Kalihurip Utama mencapai 368.924 kendaraan. Yang meninggalkan Jakarta menuju arah Puncak Bogor melalui GT Ciawi mencapai 375.676 kendaraan. Angka tersebut lebih rendah 0,3% dibanding hari normal, dan lebih tinggi 5,7% dibanding mudik Lebaran 2024.
Kakorlantas juga menyampaikan, puncak arus mudik terjadi pada Jumat (28/3) atau H-3 Lebaran Idul Fitri 1446 Hijriah. Saat itu ada 258 ribu kendaraan meninggalkan Jakarta. Jumlah tersebut 63,1% lebih tinggi dibanding hari normal dan 11,6% lebih tinggi dibanding masa mudik 2024.(Bambang Pur)













