Ilustrasi.

SAAT membuka buku-buku karya saya era 1995-2015, saya terkejut. Sebagian orang yang saya jadikan foto model dalam buku, belakangan mengalami hal yang sesungguhnya. Misalnya, seseorang asal luar daerah  yang saya jadikan foto model korban pembunuhan, belakangan meninggal karena dihakimi massa.

Ada tetangga desa yang saya foto sebagai model pencuri yang tertangkap, dengan pose kedua tangan terikat dan ada perangkat desa (sungguhan) meludahi telapak tangan pencuri itu. Belakangan, model itu mengalami kejadian seperti adegan dalam foto itu.

Yang unik lagi, pagi-pagi ada pejabat dari tetangga desa datang ke rumah menyerahkan fotonya agar dimuat dalam buku saya. Ketika saya tanya ada apa dengan keinginannya itu? Dia jawab ingin “mejeng” saja, dan belakangan orang itu kena masalah hukum dan dicopot dari jabatannya.

Ada juga anak muda jenaka yang biasa main ke rumah. Saat itu saya sedang menulis buku penanganan gangguan jiwa. Dia saya jadikan  model sampul dalam posisi kedua tangan diborgol dan sedang diobati  ahli penyembuhan gangguan jiwa.

Teman yang ini termasuk foto model yang “selamat” dalam artian dia hanya kena masalah kecil. Saat kerja sebagai supir pribadi, saat mengantar keluarga majikan ke mal, Ibu dari majikan putri itu melihat buku yang foto modelnya adalah sopir yang bekerja di keluarga anaknya, dalam posisi rambut awut-awutan dan tangannya diborgol. Walau hanya akting, Ibu sepuh itu tetap ketakutan saat melihat sopirnya. Karena itu dia diberhentikan majikannya.

Law of Attraction

Fenomena ini pernah saya tulis dalam Status di akun Facebook dan ditanggapi berbagai profesi. Beberapa teman menganalisa fenomena itu sebagai proses alamiah yang disebabkan “ketajaman instink” sang penulis yang secara tidak sadar hinggap saat  mengambil gambar atau foto itu, atau bisa juga itu bagian dari LOA (Law of Attraction).

Berkaitan apa yang saya tulis itu, ada komentar dari psikolog yang mengaku memiliki daftar panjang pada bintang sinetron. Mereka yang selalu berperan gendheng di 212 (Wiro Sableng) terakhir beritanya gendheng beneran.

Orang yang berperan stroke, juga stroke beneran, dan mereka yang berperan sebagai pemarah, akhirnya terbiasa dan menjadi marah-marah terus dalam kesehariannya. State of Mind yang merupakan kesatuan antara thinking, feeling, dan physiology dapat menjelaskan mengenai hal ini.

Seseorang yang pernah berperan, meskipun itu tidak riil dan hanya karena tuntutan skenario, namun aktivitas pemicu pada otak itu sama dengan sungguhan, dan semakin sering dilakukan, maka serabut-serabut otak semakin tebal dan semakin otomatis dalam memicu tindakan.

Di era sekarang (alam aquarian) hampir semua rahasia alam sudah diungkap oleh sisi kesempurnaan daya cipta karsa manusia. Manusia telah “mendekati” kekuatan penciptaan. Dan kekuatan itu bertambah ketika banyak manusia mengamini hingga yang dia perankan itu bisa terjadi di alam kenyataan, walau prakteknya hanya melihat atau membaca tulisan, gambar atau lambang.

Bisa jadi tulisan dalam buku atau status itu (kebetulan) menjadi salah satu dari sekian hal yang mengundang terjadinya kenyataan, karena saat menulis bisa jadi secara refleks menyertakan diri dalam kondisi “ritual” atau  suasana batin pada keheningan tertentu.

Ada Wali Lewat

Menurut orang tua, ucapan seseorang itu sering kali menjadi kenyataan, baik dikehendaki atau tidak. Fenomena ini di Jawa disebut “pas ana wali lewat” atau bertepatan ada wali  melintas (secara gaib) dekat orang yang mengucapkan sesuatu, baik itu ucapan baik, atau tidak baik.

Yang menjadi pertanyaan, kenapa justru ucapan dan foto negatif saja yang lebih sering menjadi kenyataan, sedangkan yang positif malah jarang atau tidak kesampaian “diamini” oleh alam?

Secara hukum manusia, fenomena ini bisa disebut kebetulan saja. Namun secara hakikat sudah ada dalam skenario Tuhan Yang Mahaesa. Sebenarnya itu sudah takdir, dan kemudian Dia memberi kabar melalui hamba-Nya.

Namun demikian, tidak semua model dalam buku saya mengalami hal seperti yang terekam dalam kamera. Karena itu yang pernah saya foto untuk ilustrasi pada buku saya, terutama untuk adegan yang menggambarkan kejadian kurang baik, berdoalah untuk keselamatan Anda.

Sedangkan yang pernah saya jadikan model untuk adegan-adegan yang baik, silakan “nyicil ayem” dan semoga itu terjadi pada diri Anda. Amin.

Masruri, praktisi dan konsultan metafisika tinggal di Sirahan, Cluwak, Pati.