Bagikan
WARGA : Bupati Blora, H. Djoko Nugroho, menggelar sosialisasi kepada warga yang berdomisili di sekitar lokasi Klinik ODP Covid-19, di RM Bamboe Sanjaya. Foto : SB/Wahono

BLORA (SUARABARU.ID) — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora, Jawa Tengah, kini sedang menyiapkan klinik khusus untuk karantina dan observasi orang dalam pemantauan (ODP) Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Adapun tempat yang dipilih Pemkab Blora adalah Klinik Bakti Padma, di jalan Blora-Randublatung, KM-4, Blora. Kesiapannya sudah berjalan dua hari, dan Sabtu (28/3/2020), dilakukan sosialisasi pada masyarakat sekitar.

Sosialisasi dipimpin H. Bupati Djoko Nugroho, digelar di ruang pertemuan RM Bamboe Sanjaya yang berlokasi tidak jauh dari Klinik Bakti Padma, dihadiri sekitar 30 orang warga sekitar klinik.

Dalam sosialisasi tersebut, semua peserta diperiksa suhu tubuhnya dengan thermogun (infrared thermomrter), cuci tangan dan diberikan masker. Bahkan tempat duduk peserta diatur berjalarak sekitar satu meter.

“Sosialisasi ini sekaligus minta izin masyarakat sekitar klinik, agar bisa ikut mendukung kesiapan klinik Bakti Padma untuk karantina pasien ODP Covid-19,” beber Bupati Djoko Nugroho.

Dijelaskan Bupati Blora, tempat perawatan utama tetap di rumah sakit pemerintah maupun swasta, sedangkan klinik ini hanya untuk antisipasi atau jaga-jaga jika semuanya sudah tidak bisa menampung.

“Hari ini Blora tetap nihil Covid-19, semoga daerah kita ini selalu tetap aman,” harapnya.

Gejala Awal

MENGECEK : Saat Bupati Blora, H. Djoko Nugroho, mengecek persiapan lokasi Klinik OPD Covid-19 dengan memanfaatkan eks Klinik Bakti Padma yang sudah tidak operasional beberapa waktu. Foto : SB/Wahono

ODP, menurut Bupati adalah orang dalam pemantauan atau orang yang mengalami gejala awal dan belum positif Covid-19. Ketika sudah ODP dan mengarah pasasien dalam pengawasan (PPDP) maka wajib dikarantina.

Bupati Djoko Nugroho meyakinkan pada warganya, bahwa penularan Covid-19 ini hanya melalui manusia antar manusia saja, tidak bisa melalui hewan atau udara.

“Justru yang di desa seperti Klopoduwur ini aman, asal tidak ada orang yang datang dari kota pandemi,” jelasnya.

Untuk itu masyarakat tidak perlu resah, klinik ini bukan untuk menampung pasien positif terjangkit Virus Corona, namun hanya untuk karantina ODP selama mengikuti observasi, jelas Bupati Djoko Nugroho.

Selanjutnya, Bupati juga menyampaikan jika klinik ini nanti dipakai, maka tidak ada keluarga atau siapapun yang boleh menengok atau bezuk. Yang boleh masuk hanya petugas atau tenaga medis sebagai bentuk pencegahan virus.

Khusus para pendatang (pemudik) dari luar kota, Bupati minta agar Camat dan Kepala Desa bisa melakukan pendataan untuk diperiksa petugas medis, serta diminta untuk melakukan karantina mandiri selama 14 tidak keluar rumah.

Pemkab Blora, lanjutnya, saat ini juga sedang menyiapkan anggaran untuk penanggulangan dampak Covid-19 yang mulai dirasakan masyarakat di kabupaten berbatasan dengan jatikm ini.

Bahkan tidak hanya dampak kelangkaan alat pelindung diri (APD) bagi tenaga medis, dan sarana cegah dini Covid-19, namun juga dampak ekonomi yang kini dirasakan masyarakat.

“Kami sisir APBD, proyek proyek yang dibiayai DAK dari Pusat dialihkan untuk anggaran tanggap Corona, sekitar Rp 16 miliar,” pungkas Bupati.

Usai sosialisasi, Bupati meninjau proses persiapan yang ada di Klinik Bakti Padma, untuk melihat pekerja yang sedang menyiapkan kamar karantina oleh sejumlah pekerja.

Wahono-Wahyu

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here