<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Irak Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/irak/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Fri, 10 May 2024 11:50:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>Irak Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Bola Bergulir dalam Selimut Takdir</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/05/11/bola-bergulir-dalam-selimut-takdir</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 May 2024 10:00:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Irak]]></category>
		<category><![CDATA[Majed Al-Shamrani]]></category>
		<category><![CDATA[Nasrullo Kabirov]]></category>
		<category><![CDATA[Piala AFC U23]]></category>
		<category><![CDATA[Qatar]]></category>
		<category><![CDATA[Shen Yinhao]]></category>
		<category><![CDATA[Shin Tae-yong]]></category>
		<category><![CDATA[Sivakorn u-Udom]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Uzbekistan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=413306</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // ke mana bola bergulir/ : pada semata-mata selimut takdirkah?/ atau dia selalu riang bergerak/ bersama semesta riak?/ atau dia menutup diri/ agar tak terbaca/ ke mana membawa nasib fana&#8230;// (Sajak “Selimut Takdir Sepak Bola”, 2024) TUAN-TUAN, benarkah bola nasib bergerak menggulir dalam rahasia selimut takdir? Tak ada yang tahu. Tak [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/05/11/bola-bergulir-dalam-selimut-takdir">Bola Bergulir dalam Selimut Takdir</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-413319 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/05/BOLA-BOLA-LOGO-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/05/BOLA-BOLA-LOGO-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/05/BOLA-BOLA-LOGO-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/05/BOLA-BOLA-LOGO.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// ke mana bola bergulir/ : pada semata-mata selimut takdirkah?/ atau dia selalu riang bergerak/ bersama semesta riak?/ atau dia menutup diri/ agar tak terbaca/ ke mana membawa nasib fana&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak “Selimut Takdir Sepak Bola”, 2024)</strong></p>
<p><strong>TUAN-TUAN</strong>, benarkah bola nasib bergerak menggulir dalam rahasia selimut takdir?</p>
<p>Tak ada yang tahu. Tak ada yang secara presisi mampu sepenuhnya mengantisipasi. Tak pula ada yang tepat membingkai: peristiwa sepak bola bakal melahirkan kepastian yang seperti apa.</p>
<p>Apakah kegembiraan, kebahagiaan. Apakah kegetiran, luka, dan kepedihan&#8230;</p>
<p>Pun takkan ada yang tepat memastikan apakah dalam sepak bola bisa diterapkan teori politik Harold Laswell &#8212; siapa mendapatkan apa, kapan, dan dengan cara bagaimana?</p>
<p>Seni dalam rahasia sepak bola, bukankah ada di balik ketidakpastiannya? Prediksi, analisis, kalkulasi statistika, dan hipotesis hanya membantu, juga memperkuat sisi-sisi mediatika untuk merebut ruang viralitas dalam kemeruyakan budaya pop.</p>
<p>Pundit bola, ahli-ahli statistik, eksplorasi analis, dan eksploitasi media, pada akhirnya adalah sirkulasi ikhtiar untuk menggali dan menemukan eksepsionalitas apa pun yang berdenyut di sekeliling sepak bola.</p>
<p>Demikian pulakah sikap kita dalam merespons hasil <em>playoff</em> tiket terakhir Olimpiade Paris 2024 untuk cabang olahraga sepak bola, 9 Mei 2024 kemarin? Dan, kebetulan melibatkan tim nasional Indonesia?</p>
<p>Pastilah Anda sudah mencatat &#8212; mungkin dengan kesedihan mendalam, &#8212; Witan Sulaeman dkk kalah 0-1 dari Guinea dalam laga penentuan di Clairefontaine, Paris, sehingga gagal pulalah Indonesia meraih tiket Olimpiade.</p>
<p><strong>Menyikapi Hasil</strong><br />
Sempatkah Anda mencermati Instagram timnas Indonesia yang menampilkan haru-biru kekecewaan pemain lewat wajah-wajah sembab dan tangis mengibakan?</p>
<p>Saya mencoba untuk melihat dari sejumlah sisi. <strong>Pertama</strong>, Rafael Struick cs bersedih karena gagal meraih jalan yang sudah di depan mata. Dari semifinal Piala Asia U23 melawan Uzbekistan, perebutan tempat ketiga versus Irak, dan terakhir <em>playoff</em> menghadapi Guinea. Timnas Garuda gagal mengulang historika Maulwi Saelan dkk yang tampil di Olimpiade Melbourne 1956.</p>
<p><strong>Kedua</strong>, untuk kali kesekian, tim asuhan Shin Tae-yong merasa “terganggu” oleh kepemimpinan wasit. Dari sejak melawan tuan rumah Qatar di Piala AFC U23 (wasit Nasrullo Kabirov), ketika menghadapi Uzbekistan (Shen Yinhao dan wasit VAR Sivakorn u-Udom), dan laga versus Irak (Majed Al-Shamrani dan VAR Sivakorn).</p>
<p>Sejumlah kontroversi menguji “daya tahan mental” para pemain kita, yang menyiratkan keterpupusan sekian persen peluang menang karena keputusan yang dipersoalkan. Dan, dalam <em>playoff</em> melawan Guinea pun anak-anak Garuda merasa dirugikan oleh keputusan wasit Francois Letexier, antara lain ketika memberikan hukuman penalti atas pelanggaran Witan Sulaeman yang sebenarnya terjadi di luar kotak 12 pas.</p>
<p><strong>Ketiga</strong>, impresi permainan Indonesia, apakah memang sudah mencapai <em>peak</em>-nya pada laga melawan Korea Selatan di perempatfinal? Berturut-turut, setelah kalah dari Qatar, Indonesia mencatat kemenangan lewat permainan mengesankan melawan Australia, Yordania, dan Korea Selatan.</p>
<p>Terlepas dari kontroversi wasit, determinasi anak-anak Indonesia menurun saat menghadapi Uzbekistan dan Irak. Ketika menuju Clairefontaine, kondisi fisik sudah terkuras di Piala Asia. Mental juga terpengaruh oleh catatan kontroversi wasit, sorotan netizens khususnya kepada Marselino Ferdinand, juga harapan lolos ke Olimpiade yang pasti menggelayut sebagai beban.</p>
<p><strong>Keempat</strong>, <em>coach</em> Shin Tae-yong terganggu oleh ketidaklengkapan tim, terutama soliditas di lini belakang lantaran absennya kapten Rizky Ridho yang terkena akumulasi kartu, Justin Hubner yang tidak dilepas klubnya, Cerezo Osaka, dan Elkan Baggot yang secara personal tidak memberi kepastian datang walaupun klubnya, Bristol Rovers dan Ipwich Town sudah tidak terikat jadwal kompetisi.</p>
<p><strong>Fondasi Kuat</strong><br />
Rangkaian perjalanan dari Piala Asia U23 ke <em>playoff</em> Olimpiade Paris ini patut kita lihat tidak hanya dari hasil-hasilnya, tetapi bagaimana performa tim yang bahkan disimpulkan oleh banyak analis sepak bola sebagai progres “naik kelas”.</p>
<p>Determinasi saat melawan Australia, Yordania, dan Korea Selatan menjadi “aset keberanian” dan konfidensi atas kemampuan diri. Artinya, kita berada dalam level yang setara apabila modal-modal yang ada kita kelola secara tepat.</p>
<p>Program perekrutan pemain berdarah Indonesia dan diaspora masih akan berjalan, namun pada sisi lain otoritas sepak bola kita mesti mengimbangi dengan peningkatan level kompetisi liga, yang idealnya memang menjadi sumber utama pemain nasional. Manajemen teknis dan nonteknis, penegakan hukum, serta pengembangan kekuatan magnet industrial menjadi bagian dari ikhtiar eksplorasi yang tak boleh berkurang intensitasnya.</p>
<p>Pastilah kita menangkap kemerebakan kondisi euforiatika di tengah penampilan Rizky Ridho dkk di Qatar 2024. Harapannya, gelombang dukungan dan kritik kepada sepak bola nasional tak boleh mengendur, walaupun Indonesia gagal meraih tiket ke Olimpiade.</p>
<p>Keberadaan STY yang terbukti memberi nyala kegairahan dan harapan, juga menaikkan standar timnas &#8212; termasuk dalam <em>up grade</em> peringkat FIFA &#8212; betul-betul kita manfaatkan untuk menguatkan pembangunan timnas di berbagai kelompok usia. Euforia yang berlangsung harus dirawat dengan penuh intensitas.</p>
<p>Tentulah tak pernah ada yang tahu takdir apa yang membentang di depan. Dan, yang terdekat untuk dinanti adalah babak kualifikasi Piala Dunia 2026.</p>
<p>Jadikan Olimpiade 2024 sebagai lembaran sejarah yang sudah berlalu. Kita tertakdirkan tersisih oleh Guinea. Rajutan harapan berikut kita sampirkan di pundak Asnawi Mangkualam dkk dalam tugas menghadapi Irak dan Filipina untuk menguak pintu nasib ke babak ketiga kualifikasi.</p>
<p>Nasib itu fana, tetapi manusia punya ikhtiar untuk memperjuangkan keberpihakan takdirnya&#8230;</p>
<p>&#8212;<strong> Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/05/11/bola-bergulir-dalam-selimut-takdir">Bola Bergulir dalam Selimut Takdir</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Olimpiade Paris 2024, Argentina Tunggu Timnas Indonesia bila Garuda Sukses Sikut Irak di Piala Asia U23</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/05/02/olimpiade-paris-2024-argentina-tunggu-timnas-indonesia-bila-garuda-sukses-sikut-irak-di-piala-asia-u23</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 May 2024 07:06:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita utama]]></category>
		<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[Argentina]]></category>
		<category><![CDATA[Guinea]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Irak]]></category>
		<category><![CDATA[olimpiade]]></category>
		<category><![CDATA[Paris]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Asia]]></category>
		<category><![CDATA[timnas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=411953</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID) – Tim Nasional (Timnas) Sepak Bola Indonesia ditunggu juara Piala Dunia 2022 Argentina di Olimpiade Paris 2024. Sebelum berkesempatan melawan Argentina, Timnas Indonesia U23 harus bekerja keras terlebih dahulu untuk mengalahkan Irak U23 dalam Piala Asia U23 2024 Qatar. Timnas Indonesia U23 akan berebut tiket Olimpiade Paris melawan Qatar melalui jalur menjadi juara [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/05/02/olimpiade-paris-2024-argentina-tunggu-timnas-indonesia-bila-garuda-sukses-sikut-irak-di-piala-asia-u23">Olimpiade Paris 2024, Argentina Tunggu Timnas Indonesia bila Garuda Sukses Sikut Irak di Piala Asia U23</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (SUARABARU.ID) – </strong>Tim Nasional (Timnas) Sepak Bola Indonesia ditunggu juara Piala Dunia 2022 Argentina di Olimpiade Paris 2024.</p>
<p>Sebelum berkesempatan melawan Argentina, Timnas Indonesia U23 harus bekerja keras terlebih dahulu untuk mengalahkan Irak U23 dalam Piala Asia U23 2024 Qatar.</p>
<p>Timnas Indonesia U23 akan berebut tiket Olimpiade Paris melawan Qatar melalui jalur menjadi juara 3 Piala Asia U23 2024 Qatar, laga akan berlangsung Kamis 2 Mei 2024 petang Waktu Indonesia Barat.</p>
<p>Namun bukan perkara mudah mengalahkan Irak yang punya Ranking FIFA di angka 58, sementara Indonesia peringkat 134.</p>
<p>Meski demikian melihat statistik apik anak asuh Shin Tae Yong pada fase grup Piala Asia U23 2024 Qatar, Timnas Indonesai bisa menampilkan permainan terbaiknya.</p>
<p>Pada fase grup, Timnas Indonesia kalah 0-2 dari Qatar, namun mampu menjungkalkan Australia 1-0, dan Jordania 4-1.</p>
<p>Bahkan pada perempat final, Rizky Ridho dkk memulangkan Korea Selatan melalui pertandingan yang dramatis.</p>
<p>Setidaknya tersisa dua skema agar Timnas Indonesia U23 mampu lolos ke Olimpiade Paris 2024, yakni menjadi juara 3 Piala Asia U 23, atau melalui Play Off melawan Guinea.</p>
<p><strong>Timnas Indonesia Satu Grup dengan Argentina</strong></p>
<p>Timnas Indonesia U23 bakal menghadapi lawan berat di fase grup Olimpiade Paris 2024, yakni Argentina sang juara Piala Dunia 2022.</p>
<p>Hal itu bakal terjadi ketika Timnas Indonesia U23 menjadi  juara Piala Asia U23 2024 Qatar dengan mengalahkan Irak.</p>
<p>Skuad Garuda akan masuk Grup B Olimpiade Paris 2024, yang diisi Argentina, Maroko, dan Ukraina.</p>
<p>Namun apabila Timnas Indonesia U23 lolos melalui Play Off mengalahkan Guinea, maka akan bergabung dengan Grup A bersama Prancis, Amerika Serikat, dan Selandia Baru.</p>
<p><strong>Diaz Aza</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/05/02/olimpiade-paris-2024-argentina-tunggu-timnas-indonesia-bila-garuda-sukses-sikut-irak-di-piala-asia-u23">Olimpiade Paris 2024, Argentina Tunggu Timnas Indonesia bila Garuda Sukses Sikut Irak di Piala Asia U23</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Timnas Butuh Satu Kemenangan Lagi</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/03/27/timnas-butuh-satu-kemenangan-lagi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 Mar 2024 01:20:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[Sepakbola]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Erick Thohir]]></category>
		<category><![CDATA[Filipina]]></category>
		<category><![CDATA[Grup F]]></category>
		<category><![CDATA[Hanoi]]></category>
		<category><![CDATA[Irak]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua Umum PSSI]]></category>
		<category><![CDATA[Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia]]></category>
		<category><![CDATA[Shin Tae-yong]]></category>
		<category><![CDATA[Stadion My Dinh]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[vietnam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=406626</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)&#8211; Kemenangan yang diraih Timnas Indonesia atas tuan rumah Vietnam, di laga keempat Grup F Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, leg II yang digelar di Stadion My Dinh, Hanoi, Selasa (26/3/2024) malam, membuat Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, bangga luar biasa. Di laga itu, Asnawi Mangkualam dan kawan-kawan tampil spartan, dengan menghasilkan skor [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/03/27/timnas-butuh-satu-kemenangan-lagi">Timnas Butuh Satu Kemenangan Lagi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Kemenangan yang diraih Timnas Indonesia atas tuan rumah Vietnam, di laga keempat Grup F Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, leg II yang digelar di Stadion My Dinh, Hanoi, Selasa (26/3/2024) malam, membuat Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, bangga luar biasa.</p>
<p>Di laga itu, Asnawi Mangkualam dan kawan-kawan tampil spartan, dengan menghasilkan skor 3-0, melalui gol dari dari Jay Idzes menit kesembilan, Ragnar Oratmangoen (23), dan Ramadhan Sananta (90+8).</p>
<p>&#8221;Alhamdulillah, kita berhasil meraih tiga poin di kandang Vietnam. Mental dan ketenangan para pemain, patut mendapatkan apresiasi,&#8221; ujar Erick usai laga, seperti dikutip dari laman resmi PSSI, Selasa (26/3/2024).</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2024/03/27/dpd-partai-golkar-kendal-bahas-persiapan-pilkada-27-november-2024">DPD Partai Golkar Kendal Bahas Persiapan Pilkada 27 November 2024</a></strong></p>
<p>Disampaikan juga, kemenangan ini bukan sekadar tiga poin semata. Dia menilai, hal ini merupakan kemenangan bersejarah. Lantaran Timnas Indonesia sudah hampir 20 tahun tidak mampu meraih poin penuh saat bertandang ke Vietnam.</p>
<p>&#8221;Terakhir kita menang di Vietnam itu saat Piala AFF yang namanya masih Piala Tiger, pada 2004. Ini menjadi bukti perubahan, baik dari sisi kualitas dan mental bertanding yang mengalami peningkatan signifikan,&#8221; ucap Erick.</p>
<p>Menteri BUMN itu juga memuji mental bertarung para punggawa Garuda, yang tak gentar bermain di kandang lawan. Dia berpesan, perjuangan Indonesia belum selesai. Timnas harus tetap fokus untuk menghadapi dua pertandingan selanjutnya di bulan Juni, untuk lolos ke babak berikutnya.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2024/03/27/kapolres-grobogan-bagi-takjil-bersama-jemaat-gkj-grobogan-pepanthan-pondok-dilanjutkan-buka-puasa">Kapolres Grobogan Bagi Takjil Bersama Jemaat GKJ Grobogan Pepanthan Pondok Dilanjutkan Buka Puasa</a></strong></p>
<p>&#8221;Kemenangan ini membuka peluang besar bagi Timnas, untuk lolos ke putaran ketiga Pra Piala Dunia 2026 Zona AFC, sekaligus otomatis tampil di AFC Asian Cup 2027, tanpa melalui babak kualifikasi,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Disampaikan Erick, Timnas kini berada di peringkat kedua dengan tujuh poin, atau unggul empat poin dari Vietnam. Tim asuhan Shin Tae-yong ini hanya cukup meraih satu kemenangan dari dua laga terakhir, saat menjamu Irak (6 Juni) dan Filipina (11 Juni), di Jakarta, untuk lolos ke babak berikutnya.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/03/27/timnas-butuh-satu-kemenangan-lagi">Timnas Butuh Satu Kemenangan Lagi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Timnas Butuh Penyempurnaan Taktik dan Strategi</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/01/29/timnas-butuh-penyempurnaan-taktik-dan-strategi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Jan 2024 08:31:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sepakbola]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Australia]]></category>
		<category><![CDATA[Erick Thohir]]></category>
		<category><![CDATA[Irak]]></category>
		<category><![CDATA[Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua Umum PSSI]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Asia 2023 Qatar]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[TIMNAS INDONESIA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=396209</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)&#8211; Ketua Umum PSSI, Erick Thohir mengatakan, banyak pelajaran yang diperoleh untuk meningkatkan kualitas timnas senior di masa depan. Hal itu seperti yang dia sampaikan, usai Timnas Merah Putih gagal maju ke babak perempat final Piala Asia 2023 Qatar, setelah kalah di babak 16 besar dari Australia dengan skor 0-4. Laga itu digelar di [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/01/29/timnas-butuh-penyempurnaan-taktik-dan-strategi">Timnas Butuh Penyempurnaan Taktik dan Strategi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Ketua Umum PSSI, Erick Thohir mengatakan, banyak pelajaran yang diperoleh untuk meningkatkan kualitas timnas senior di masa depan.</p>
<p>Hal itu seperti yang dia sampaikan, usai Timnas Merah Putih gagal maju ke babak perempat final Piala Asia 2023 Qatar, setelah kalah di babak 16 besar dari Australia dengan skor 0-4. Laga itu digelar di Stadion Jassim Bin Hamad, Qatar, Minggu (28/1/2024).</p>
<p>&#8221;Artinya, tim yang mayoritas berusia muda ini, telah melakoni empat laga dengan lawan-lawan yang punya kualitas di atas. Ada pengalaman yang diperoleh, ada mental yang levelnya seharusnya naik, karena melawan tim kuat seperti Jepang, Irak, dan Australia,&#8221; kata Erick dalam keterangannya usai menyaksikan langsung Timnas di Qatar.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2024/01/29/beraksi-di-16-tkp-maling-spesialis-alat-mebel-berhasil-diringkus-polres-jepara">Beraksi di 16 TKP, Maling Spesialis Alat Mebel Berhasil Diringkus Polres Jepara</a></strong></p>
<p>Ditambahkan dia, ini menjadi modal yang baik. Ibaratnya, jika kali ini sudah bisa masuk 16 besar, itu sudah sejarah. Berikutnya harus lebih tinggi.</p>
<p>Dalam laga bersejarah itu, Indonesia tertinggal 0-2 di babak pertama, setelah pemain belakang Merah Putih, Elkan Baggot melakukan gol bunuh diri menit 12, dan pemain Australia, Boyle menambah gol menit 45. Tim Kangguru memperbanyak jumlah gol di akhir-akhir babak kedua, melalui dua pemainnya, Goodwin dan Souttar.</p>
<p>&#8221;Di luar soal skor, saya nilai pemain sudah tampil maksimal. Mereka ingin memberikan yang terbaik, tampil lepas, semangat, dan tidak takut. Artinya, dari segi materi pemain inilah timnas terbaik kita. Tapi kita butuh lebih untuk penyempurnaan taktik dan strategi, agar tim ini makin berprestasi,&#8221; ungkap Erick lagi.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2024/01/29/nu-center-bakal-jadi-tempat-wisata-religi-baru">NU Center Bakal Jadi Tempat Wisata Religi Baru</a></strong></p>
<p>Hal utama yang membuat pihaknya optimistis akan masa depan tim, karena Indonesia tercatat menjadi tim termuda yang berpartisipasi di Piala Asia 2023. Pemain tertua pada skuad Indonesia saat ini adalah Jordi Amat dengan 31 tahun. Sementara itu, pemain termuda adalah Marselino Ferdinan dengan 19 tahun 2 bulan.</p>
<p>Berdasarkan data Transfermarkt, rata-rata usia pemain yang membela Indonesia di Piala Asia 2023, 22,5 tahun per 9 Januari 2024.</p>
<p>Posisi Indonesia diikuti Vietnam, dengan rata-rata pemain berusia 23,3 tahun. Kemudian, pemain Jepang berusia 23,7 tahun. Setelahnya ada Uzbekistan, dengan usia pemain mayoritas 23,9 tahun.</p>
<p>&#8221;Modal usia muda dengan tambahan pengalaman di Piala Asia ini, seharusnya menjadi suatu yang lebih besar prestasinya di Piala Asia mendatang. Masih ada target prestasi yang harus ditunjukkan bagi pemain dan pelatih. Saya percaya, tim U23 bisa masuk 8 Besar,&#8221; tukasnya.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/01/29/timnas-butuh-penyempurnaan-taktik-dan-strategi">Timnas Butuh Penyempurnaan Taktik dan Strategi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>&#8220;Jalan Takdir&#8221; Timnas Garuda</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/01/27/jalan-takdir-timnas-garuda</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Jan 2024 10:00:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Irak]]></category>
		<category><![CDATA[Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[palestina]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Asia]]></category>
		<category><![CDATA[Shin Tae-yong]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[suriah]]></category>
		<category><![CDATA[vietnam]]></category>
		<category><![CDATA[Yordania]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=395686</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // inikah jalan takdir/ dengan cara apa pun dia hadir?/ dengan berliku ketegangan menuju cahaya/ dengan cahaya dia pun ada// (Sajak &#8220;Jalan Garuda&#8221;, 2024) BILA jodoh takkan ke mana. Bila takdir, siapa mampu mengelakkannya? Dan, begitulah tim nasional sepak bola Indonesia menjemput takdirnya. Setelah menempuh berliku jalan di Grup D Piala [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/01/27/jalan-takdir-timnas-garuda">&#8220;Jalan Takdir&#8221; Timnas Garuda</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="font-size: 12pt;"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-395687 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/01/logo-bola-bola.jpg" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/01/logo-bola-bola.jpg 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/01/logo-bola-bola-150x35.jpg 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</span></strong></p>
<p><em>// inikah jalan takdir/ dengan cara apa pun dia hadir?/ dengan berliku ketegangan menuju cahaya/ dengan cahaya dia pun ada//</em><br />
<strong>(Sajak &#8220;Jalan Garuda&#8221;, 2024)</strong></p>
<p><strong>BILA</strong> jodoh takkan ke mana. Bila takdir, siapa mampu mengelakkannya?</p>
<p>Dan, begitulah tim nasional sepak bola Indonesia menjemput takdirnya. Setelah menempuh berliku jalan di Grup D Piala Asia, setegang itu menunggu keputusan waktu, dan pada saatnya status sebagai satu di antara empat peringkat ketiga terbaik grup dipastikan untuk meraih tiket 16 besar.</p>
<p>Simaklah ungkapan syukur pelatih Shin Tae-yong ini, &#8220;Di setiap laga para pemain bekerja keras. Tanpa kerja keras, Yang di Atas takkan memberi kesempatan seperti ini&#8230;&#8221;</p>
<p>Lika-liku jalan dalam sistem kompetisi putaran final semacam ini memang menciptakan &#8220;kesewotan&#8221; tersendiri, karena jalan nasib harus ditentukan oleh hasil pertandingan tim-tim dari grup lain.</p>
<p>Yang lebih gagah tentu kelolosan dengan status minimal <em>runner up</em> grup. Hanya, grup dengan penghuni sekelas Jepang dan Irak, plus Vietnam tentu bukan kelompok mudah.</p>
<p>Dari awal, mengalahkan Vietnam menjadi target dari perspektif persaingan Asia Tenggara, walaupun statistik menunjukkan timnas era Shin Tae-yong selalu kesulitan menghadapi The Golden Stars Warrior. Sedangkan Jepang dan Irak, dari sisi reputasi dan peringkat FIFA (17 dan 63) jauh di atas Indonesia yang urutan ke-147.</p>
<p>Kekalahan 1-3 dari Irak dan Jepang, serta kemenangan 1-0 atas Vietnam memosisikan Indonesia sebagai urutan ketiga grup. Lalu, bersama Yordania, Suriah, dan Palestina, meraih tiket 16 besar.</p>
<p>Sejarah kelolosan untuk kali pertama sejak kepesertaan pada 1996 ini, bagaimanapun tak lepas dari &#8220;sentuhan&#8221; <em>coach</em> STY, yang mulai mengarsiteki timnas pada 2020.</p>
<p>Secara kuantitatif dia memang belum mempersembahkan trofi baik dari Piala AFF maupun SEA Games, namun &#8220;karya&#8221; dari kiprah di kualifikasi Piala Asia, putaran final Asia, dan pergerakan peringkat FIFA tentu tak bisa diabaikan.</p>
<p>STY juga tekun membangun kultur dengan penguatan karakter pemain dalam hal pola hidup, pola makan, dan sikap profesional.</p>
<p><strong>Vs Australia</strong><br />
Setelah lolos dari penantian mencekam sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik, bagaimana selanjutnya?</p>
<p>Drawing mempertemukan Indonesia dengan Australia sebagai juara Grup B. Calon lawan yang berperingkat 23 FIFA ini adalah juara 2015 dan<em> runner up</em> 2011. Di Piala Dunia, dari lima kali kepesertaan, catatan terbaiknya 16 besar 2006 dan 2022.</p>
<p>Bukankah ini jalan takdir berikutnya? The Socceroos adalah tim dengan pengalaman Piala Dunia yang kerap menyulitkan tim-tim kelas atas.</p>
<p>Di ajang Piala Asia U16 pada 2018, Bagus Kahfi dkk yang diasuh Fachri Husaini hanya kalah 2-3 lewat laga sengit perempatfinal, namun konstelasi kekuatan di level senior tidak bisa diperbandingkan dengan peta tim kelompok umur. Australia kini menjadi salah satu elite Asia sejak bergabung dengan AFC dari Zona Oceania pada 2006.</p>
<p>Pertemuan melawan Mathew Ryan cs di Stadion Jassim bin Hamad, Minggu (28 Januari) nanti jelas bukan laga mudah bagi Indonesia. Banyak hal yang menuansai laga perebutan tiket 8 besar itu.</p>
<p>Pertama, <em>coach</em> Shin berkesempatan untuk terus mengembangkan potensi peningkatan performa Asnawi Mangkualam dkk. Penampilan yang berkembang di babak grup Piala Asia diharapkan memperkuat konfidensi tim dan eksplorasi kemampuan pemain, karena tampil di level tinggi.</p>
<p>Kedua, pengalaman melawan Irak dan Jepang di babak grup menjadi bekal untuk meladeni Australia yang juga berperingkat tinggi FIFA.</p>
<p>Ketiga, inilah kesempatan bagi Tim Garuda unjuk karakter bermain. Para pemain Indonesia memiliki potensi kelebihan dalam kecepatan dan umpan-umpan pendek (<em>push and run</em>), sementara Australia bermain ala Eropa yang mengandalkan organisasi bola-bola panjang.</p>
<p>Keempat, laga besok malam menjadi kesempatan untuk meminimalisasi kesalahan-kesalahan lantaran buruknya transisi bermain dari menyerang ke bertahan dan bertahan ke menyerang. Termasuk menekan terjadinya blunder-blunder fatal.</p>
<p>Titik kelemahan yang sering nyata terlihat, sejauh ini adalah salah umpan dan mudah kehilangan bola karena <em>pressing</em> tinggi lawan.</p>
<p>Kelima, janganlah para pemain diliputi semacam &#8220;sindrom&#8221; berpuas diri karena lolos ke babak kedua. Para penggawa Garuda punya kesempatan membuktikan bisa terbang lebih tinggi.</p>
<p>Garuda-ku, jemputlah takdir dengan perjuangan memperbaiki sejarah dan sejarah, memori dan memori, konfidensi dan konfidensi&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/01/27/jalan-takdir-timnas-garuda">&#8220;Jalan Takdir&#8221; Timnas Garuda</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Timnas Indonesia Bangun Kekompakan Tim Hadapi Irak</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/01/15/timnas-indonesia-bangun-kekompakan-tim-hadapi-irak</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Jan 2024 09:08:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sepakbola]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Ernando Ari Sutaryadi]]></category>
		<category><![CDATA[Irak]]></category>
		<category><![CDATA[Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Asia 2023]]></category>
		<category><![CDATA[Qatar]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[TIMNAS INDONESIA]]></category>
		<category><![CDATA[vietnam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=393628</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)&#8211; Penjaga gawang skuad Garuda, Ernando Ari Sutaryadi menyatakan, laga perdana Indonesia melawan Irak di Piala Asia 2023, tinggal beberapa jam lagi. Untuk itu, fokus tim lebih ke arah membangun kekompakan tim. &#8221;Persiapan kita lebih untuk membangun kekompakan tim, dan juga cara mengasah taktikal untuk melawan Irak. Semua pemainnya harus kita waspadai, karena kita [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/01/15/timnas-indonesia-bangun-kekompakan-tim-hadapi-irak">Timnas Indonesia Bangun Kekompakan Tim Hadapi Irak</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Penjaga gawang skuad Garuda, Ernando Ari Sutaryadi menyatakan, laga perdana Indonesia melawan Irak di Piala Asia 2023, tinggal beberapa jam lagi. Untuk itu, fokus tim lebih ke arah membangun kekompakan tim.</p>
<p>&#8221;Persiapan kita lebih untuk membangun kekompakan tim, dan juga cara mengasah taktikal untuk melawan Irak. Semua pemainnya harus kita waspadai, karena kita harus fokus di setiap menitnya. Irak juga tim yang matang, dan juga kekompakan mereka sudah tidak perlu dipertanyakan lagi. Jadi kita harus fokus,&#8221; kata Ernando usai menjajal lapangan, seperti dikutip dari situs resmi PSSI.</p>
<p>Dia menilai, Tim Irak sangat baik dalam permainan, umpan-umpan mereka juga berbahaya. Menurut Ernando, dengan kekompakan, timnya bisa menutup kesalahan sesama pemain, dan mengantisipasinya.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2024/01/15/upaya-komunitas-pengusaha-tda-majukan-industri-lokal">Upaya Komunitas Pengusaha TDA Majukan Industri Lokal</a></strong></p>
<p>&#8221;Antisipasi pasti selalu dilakukan. Jadi kita mengasahnya dalam kekompakan, agar bisa saling menutup kesalahan sesama pemain satu dengan lainnya,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Ditanya mengenai laga tim lain sebelumnya, dia tak mau ambil pusing. Dia hanya ingin fokus pada pertandingan pertamanya.</p>
<p>&#8221;Melihat laga Vietnam melawan Jepang, kita ada bekal untuk mempersiapkan tim. Kami punya tim analisis. Saya hanya ingin fokus di laga perdana melawan Irak lebih dahulu. Saya dan tim ingin memberikan yang terbaik untuk Indonesia. Kita juga terus memacu semangat diri kita sendiri,&#8221; tukaas dia.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2024/01/15/penuntasan-kasus-kekerasan-perempuan-dan-anak-harus-konsisten-dilakukan">Penuntasan Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak Harus Konsisten Dilakukan</a></strong></p>
<p>Indonesia sebelumnya sudah pernah bertemu dengan Irak. Pertemuan terakhir kedua tim terjadi di putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, yang digelar di Basra, pada 16 November 2023. Saat itu Irak mengalahkan Indonesia dengan skor telak 5-1.</p>
<p>Berdasarkan update terakhir FIFA pada 21 Desember 2023, Irak menempati peringkat 63, atau nomor tujuh di Asia. Sedangkan Indonesia ada di posisi 146. Laga ini sangat penting untuk membuktikan, Indonesia bisa berbuat yang terbaik.</p>
<p>Setelah melawan Irak, Timnas Indonesia akan menghadapi Vietnam pada Jumat (19/1/2024) di Stadion Abdullah bin Khalifa, Doha. Setelah itu akan melawan Jepang, Rabu (24/1/2024) di Stadion Al Thumama, Doha.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/01/15/timnas-indonesia-bangun-kekompakan-tim-hadapi-irak">Timnas Indonesia Bangun Kekompakan Tim Hadapi Irak</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sepotong Harapan dalam  Berbongkah Kenyataan</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/01/13/sepotong-harapan-dalam-berbongkah-kenyataan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 13 Jan 2024 10:00:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Irak]]></category>
		<category><![CDATA[Iran]]></category>
		<category><![CDATA[Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[Local Pride]]></category>
		<category><![CDATA[Naturalisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Asia]]></category>
		<category><![CDATA[Qatar]]></category>
		<category><![CDATA[Shin Tae-yong]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[vietnam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=393194</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // sepak bola, itukah bongkah harapan?/ pun serunyam kenyataan/ di batas tipis mimpi dan keterpurukan/ tak jera-jera kita berselancar/ memastikan keseimbangan/ meyakinkan aneka kemungkinan// (Sajak &#8220;Timnas dalam Sebongkah Harapan&#8221;, 2024) WAKTU makin menipis untuk memastikan: bisa apakah tim nasional Indonesia dalam pesta sepak bola Asia di Qatar, yang semalam telah kick [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/01/13/sepotong-harapan-dalam-berbongkah-kenyataan">Sepotong Harapan dalam  Berbongkah Kenyataan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-393204 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/01/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/01/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/01/BOLA-BOLA-LOGO-1-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/01/BOLA-BOLA-LOGO-1.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// sepak bola, itukah bongkah harapan?/ pun serunyam kenyataan/ di batas tipis mimpi dan keterpurukan/ tak jera-jera kita berselancar/ memastikan keseimbangan/ meyakinkan aneka kemungkinan//</em><br />
<strong>(Sajak &#8220;Timnas dalam Sebongkah Harapan&#8221;, 2024)</strong></p>
<p><strong>WAKTU</strong> makin menipis untuk memastikan: bisa apakah tim nasional Indonesia dalam pesta sepak bola Asia di Qatar, yang semalam telah <em>kick off</em>?</p>
<p>Kembali sepak bola kita mengapung di batas tipis harapan dan keterpurukan, berselancar untuk memastikan keseimbangan: pada &#8220;maqam&#8221; mana dia berada. Sesuai angankah, atau terbanting lagi di muram mimpi?</p>
<p>Kekalahan 0-5 dalam uji coba terakhir melawan Iran &#8212; salah satu raksasa Asia dan langganan lolos ke Piala Dunia &#8212; tentu kurang menguntungkan secara psikologis. Hasil itu makin memperjelas &#8220;kelas&#8221; dan celah sepak bola kita lewat representasi timnas.</p>
<p>Tiga kali menguji diri, tiga kali pula menelan kenyataan pahit. Sebelum ini, dua kali Jordi Amat cs kalah dari Libya, 0-4 dan 1-2.</p>
<p><strong>Berbagai Ikhtiar</strong><br />
Sejatinya, sepak bola Indonesia tak pernah berhenti berikhtiar dengan berbagai cara pembinaan. Dari yang paling dasar menyegarkan sistem kompetisi liga, membina pemain usia dini di berbagai kelompok usia, mendatangkan pelatih asing, hingga proyek perekrutan pemain keturunan untuk memperkuat timnas.</p>
<p>Sejauh ini, semua belum memberi hasil mencerahkan. Apakah karena proses yang masih terus berjalan? Karena antropometri pemain Indonesia yang &#8220;tidak tertakdirkan&#8221; untuk cabang olahraga sepak bola? Atau penafsiran &#8220;ikhtiar yang belum seimbang dengan impian&#8221;?</p>
<p>Di putaran final Piala Asia tahun ini, kita tak terhindar dari kenyataan berat. Hasil undian menempatkan Asnawi Mangkualam dkk di Grup D bersama Jepang, Irak, dan Vietnam.</p>
<p>Dari ukuran apa saja, termasuk peringkat FIFA, ketiga tim jauh di atas kelas Indonesia. <em>Coach</em> Shin Tae-yong berdalih, ranking FIFA hanya angka, yang terpenting adalah apa yang akan berproses di lapangan.</p>
<p>Jadi kira-kira senjata rahasia apa yang masih dia simpan untuk keyakinan keterpenuhan ambisi menembus babak 16 besar?</p>
<p><strong>Penegasan Komitmen</strong><br />
Baru saja kita menyimak berita, para pemain lokal dan produk naturalisasi menyampaikan penegasan tentang komitmen total untuk tim Garuda. Sikap yang menurut saya menggetarkan, mengingat akhir-akhir ini muncul pendikotomian tentang asal usul pemain dalam skuad STY, <em>local pride</em> versus naturalisasi.</p>
<p>Sikap tersebut juga seperti mengingatkan agar masyarakat lebih fokus memberikan dukungan ketimbang terus menerus mencari celah pelemahan Pasukan Merah-Putih.</p>
<p>Sebelum itu, STY juga dengan nada keras mengingatkan: ketika sudah mengenakan seragam Garuda, tidak ada kata lain kecuali memberikan segala kehormatan untuk bangsa dan negara.</p>
<p>Boleh saja kita berpendapat, kesadaran komitmen para pemain dan lecutan motivasi STY merupakan sikap normatif yang &#8220;memang harus seperti itu&#8221;; namun masalahnya tidak sesederhana pendapat tersebut.</p>
<p>Dalam beberapa laga terakhir, sejumlah <em>blunder</em> yang menyebabkan terjadinya gol banyak dilakukan oleh pemain naturalisasi. Hal itu menimbulkan skeptisitas di tengah harapan besar kepada mereka. Lalu perbaikan sikap dan performa seperti apa yang akan dipertontonkan di pertandingan resmi mulai 15 Januari nanti.</p>
<p>Akan ditemukan jawaban: sampai di mana batas mimpi, seberapa dekat pula dengan kisah memprihatinkan. Tentu cerah dan indah yang kita nantikan&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/01/13/sepotong-harapan-dalam-berbongkah-kenyataan">Sepotong Harapan dalam  Berbongkah Kenyataan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Nikmat Apa Lagi yang Kita Dustakan, Coach STY?</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/11/25/nikmat-apa-lagi-yang-kita-dustakan-coach-sty</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Nov 2023 10:00:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[FIFA PSSI]]></category>
		<category><![CDATA[Filipina]]></category>
		<category><![CDATA[Irak]]></category>
		<category><![CDATA[Pra-Piala Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Shin Tae-yong]]></category>
		<category><![CDATA[TIMNAS INDONESIA]]></category>
		<category><![CDATA[vietnam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=384485</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // tak cukupkah menggenggam percaya diri?/ saat harapan diapungkan/ dan mereka pula yang menguapkan/ ketika impian dibuncahkan/ dan mereka pulakah yang meluruhkan?// (Sajak “Konfidensi Timnas”, November 2023) PENINGKATAN dua elemen konfidensi permainan tim nasional pernah saya tangkap sebagai harapan berkat kehadiran Shin Tae-yong. Pertama, disiplin profesi dan mentalitas. Kedua, konsistensi merawat [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/11/25/nikmat-apa-lagi-yang-kita-dustakan-coach-sty">Nikmat Apa Lagi yang Kita Dustakan, Coach STY?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-384486 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/11/BOLA-BOLA-LOGO-3.jpg" alt="" width="681" height="183" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/11/BOLA-BOLA-LOGO-3.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/11/BOLA-BOLA-LOGO-3-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/11/BOLA-BOLA-LOGO-3-150x40.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// tak cukupkah menggenggam percaya diri?/ saat harapan diapungkan/ dan mereka pula yang menguapkan/ ketika impian dibuncahkan/ dan mereka pulakah yang meluruhkan?//</em><br />
<strong>(Sajak “Konfidensi Timnas”, November 2023)</strong></p>
<p><strong>PENINGKATAN</strong> dua elemen konfidensi permainan tim nasional pernah saya tangkap sebagai harapan berkat kehadiran Shin Tae-yong. Pertama, disiplin profesi dan mentalitas. Kedua, konsistensi merawat daya tahan fisik.</p>
<p>Hingga menjelang pertandingan Pra-Piala Dunia melawan Irak di Basra, 16 November lalu, modal kepercayaan diri itu masih saya harapkan bisa menjadi faktor pembeda.</p>
<p>Apalagi, pelatih asal Korea Selatan itu juga ditopang oleh “<em>supporting factor</em>” yang total diberikan oleh PSSI, yakni “toleransi waktu” untuk tidak segera divonis lewat evaluasi, dan proyek naturalisasi pemain sesuai dengan pertimbangan kebutuhan yang dia inginkan.</p>
<p>Bahkan realitasnya, inilah masa-masa ketika timnas ditaburi “pemain <em>abroad</em>” dalam pengertian selain produk naturalisasi juga beberapa yang memang bermain di liga-liga mancanegara.</p>
<p>Nah, nikmat apa lagikah yang kita dustakan?</p>
<p>Tentulah ruap optimisme patut mengembang. Maka, ketika skor kekalahan 1-5 dari Irak bagai “Mjolnir Thor” yang menggodam Asnawi Mangkualam dkk, pertanyaan prihatin pun segera mengusik: “modal konfidensi” apa lagi yang harus melengkapi untuk bisa bersaing di levelnya?</p>
<p><strong>Sudah Tepatkah?</strong><br />
Apakah naturalisasi sebagai bagian dari fenomena interaksi global memang menjadi pilihan sikap pembinaan yang tepat? Terutama ketika dari sisi kuantitas serasa “menjadi-jadi”?</p>
<p>Mengambil para “pemain siap pakai” seperti pola naturalisasi tentu diharapkan memberi suntikan kekuatan timnas, dengan menambal “bolong-bolong kekurangan” yang dirasakan.</p>
<p>Di sisi lain, merawat komunikasi dan membina pemain diaspora seperti yang dilakukan di timnas U17 merupakan pilihan bijak, seperti perekrutan Welber Jardim, Amar Rayhan Brkic, dan Ji Da Bin.</p>
<p>Pada sisi yang lain lagi, “meningkatkan daya saing” pemain produk liga kita agar berdaya jual untuk bermain di klub mancanegara juga menjadi visi tak kalah penting. Dengan segala romantikanya, Saddil Ramdani menjadi andalan klub Sabah di Liga Malaysia, Asnawi Mangkualam di Liga2 Korea, dan Pratama Alif Arhan di Liga2 Jepang.</p>
<p>Dengan suntikan Sandy Walsh, Jordi Amat, Elkan Baggot, Shayne Pattinama, Rafael Struick, Ivar Jenner, dan Marc Klok, kita bahkan sempat berpikir pasukan STY ini merupakan deret pemain dan timnas terbaik kita dalam sejarah PSSI.</p>
<p><strong>Ukuran Pra-Piala Dunia</strong><br />
Kalau Pra-Piala Dunia tahun ini tidak dijadikan ukuran untuk mengevaluasi kemajuan apa yang didapat, <em>event</em> apa lagi yang kita butuhkan untuk menilai masa depan timnas dan standar manajemennya?</p>
<p>Ingat, <em>coach</em> STY yang sejak 2020 mengarsiteki timnas, hingga kini belum memberi trofi apa pun. Kontribusi terbesarnya adalah menaikkan peringkat Indonesia di FIFA, dan meloloskan tim ke Piala Asia.</p>
<p>Satu hal yang bisa dipetik adalah budaya disiplin, karakter, dan konfidensi, walaupun belum signifikan tertransformasi ke permainan timnas.</p>
<p>Anda pasti paham titik-titik lemah timnas sejauh ini, yang dalam laga melawan Irak dan Filipina belum juga hilang, yakni “mudah kehilangan fokus bermain”.</p>
<p>“Penyakit” ini tampak dalam manajemen permainan di lapangan; mulai dari “kebiasaan” salah umpan dan mudah kehilangan bola, juga kelemahan dalam sikap transisional: dari menyerang ke bertahan, dari bertahan ke menyerang.</p>
<p>STY belum bisa meniadakan titik-titik lemah itu, yang mestinya menjadi bagian dari “ekosistem permainan”.</p>
<p>Kita masih berharap &#8212; dan untuk kali kesekian berharap &#8211;, Maret dan Juni 2024 nanti dalam lanjutan Pra-Piala Dunia melawan Irak, Filipina, dan Vietnam, terjadi pemulihan dari apa yang dipertontonkan dalam kekalahan 1-5 dari Irak dan imbang 1-1 melawan Filipina.</p>
<p>Nah, kesiapan dan kepercayaan diri seperti apa yang masih bisa ditawarkan oleh <em>coach</em> Shin?</p>
<p>Mudah-mudahan ini bukan “tapak jalan” timnas, yang dalam sepanjang perjalanan sejarah hanya membuncahkan harapan dan impian, lalu serta merta meluruhkannya&#8230;</p>
<p>&#8212;<strong> Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/11/25/nikmat-apa-lagi-yang-kita-dustakan-coach-sty">Nikmat Apa Lagi yang Kita Dustakan, Coach STY?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rafael Struick dkk Sudah Lupakan Kekalahan Lawan Irak</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/11/21/rafael-struick-dkk-sudah-lupakan-kekalahan-lawan-irak</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Nov 2023 10:30:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sepakbola]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Filiina]]></category>
		<category><![CDATA[Irak]]></category>
		<category><![CDATA[Manila]]></category>
		<category><![CDATA[Rafael Struick]]></category>
		<category><![CDATA[Shin Tae-yong]]></category>
		<category><![CDATA[Stadion Risal Memorial]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[TIMNAS INDONESIA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=383732</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)&#8211; Menghadapi tuan rumah Filipina, Tim Nasional Indonesia bertekad untuk bisa meraih poin penuh, dalam laga kedua lanjutan putaran kedua kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Saat ini, Shin Tae-yong terus melakukan persiapan, termasuk latihan resmi di Stadion Rizal Memorial, Manila, Senin (20/11/2023). Pelatih asal Korea Selatan itu juga memberikan apresiasinya, atas sambutan tuan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/11/21/rafael-struick-dkk-sudah-lupakan-kekalahan-lawan-irak">Rafael Struick dkk Sudah Lupakan Kekalahan Lawan Irak</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Menghadapi tuan rumah Filipina, Tim Nasional Indonesia bertekad untuk bisa meraih poin penuh, dalam laga kedua lanjutan putaran kedua kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Saat ini, Shin Tae-yong terus melakukan persiapan, termasuk latihan resmi di Stadion Rizal Memorial, Manila, Senin (20/11/2023).</p>
<p>Pelatih asal Korea Selatan itu juga memberikan apresiasinya, atas sambutan tuan rumah. Dia menyatakan senang, dapat kembali lagi ke Manila, untuk menghadapi Timnas Filipina.</p>
<p>&#8221;Kami melalui perjalanan panjang dari Irak. Kami harus beradaptasi dengan kondisi di Manila, dan tetap mengusahakan persiapan terbaik untuk menghadapi pertandingan penting ini,&#8221; kata Shin Tae-yong, dalam sesi jumpa pers.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2023/11/21/baru-lahir-bayi-perempuan-ini-dibuang-di-atas-trotoar-kota-magelang">Baru Lahir, Bayi Perempuan Dibuang di Atas Trotoar Kota Magelang</a></strong></p>
<p>Dia juga menegaskan, mencuri kemenangan dari Filipina itu bukan lantaran timnya kalah telak dari Irak di laga sebelumnya.</p>
<p>&#8221;Kami akan tetap bermain dengan apa yang menguntungkan kami, dan dengan gaya permainan kami. Jelas Irak dan Filipina adalah dua tim yang memiliki perbedaan besar,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Sementara itu, Rafael Struick, memberikan pandangannya senada, mengenai laga lawan Filipina. Dia bersama rekan-rekan setimnya, dalam kondisi sudah lebih baik setelah istirahat yang cukup.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2023/11/21/kapolres-kebumen-dan-wakapolres-jenguk-anggotan-yang-sakit">Kapolres Kebumen dan Wakapolres Jenguk Anggota yang Sakit</a></strong></p>
<p>&#8221;Saya pikir kami telah melakukan persiapan dengan baik, untuk mendapatkan tiga poin. Saya tahu Filipina bisa jadi lawan berat, tapi saya pikir kami bisa membawa tiga poin,&#8221; tutur dia.</p>
<p>Rafael juga mengungkapkan level kepercayaan dirinya dan tim, usai kekalahan dari Irak, dan kini akan bertemu Filipina. &#8221;Kami memang kalah dalam pertandingan dengan Irak. Tapi itu hal biasa dalam sepak bola, dan kami sudah beranjak dari kekalahan itu,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Laga antara tuan rumah Filipina melawan Indonesia sendiri, akan digelar Selasa (21/11/2023), di Stadion Rizal Memorial, Manila, mulai pukul 19.00 waktu setempat atau pukul 18.00 WIB.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/11/21/rafael-struick-dkk-sudah-lupakan-kekalahan-lawan-irak">Rafael Struick dkk Sudah Lupakan Kekalahan Lawan Irak</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Timnas Indonesia Kalah Telak dari Irak</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/11/17/timnas-indonesia-kalah-telak-dari-irak</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Nov 2023 00:47:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sepakbola]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Basra Sport City Stadium]]></category>
		<category><![CDATA[Bima Sakti]]></category>
		<category><![CDATA[Irak]]></category>
		<category><![CDATA[Kualifikasi Piala Dunia 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Shin Tae-yong]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[TIMNAS INDONESIA]]></category>
		<category><![CDATA[Zona Asia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=382729</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)&#8211; Timnas Indonesia harus mengakui keunggulan Irak, pada laga pertama babak penyisihan Grup F, putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, di Basra Sport City Stadium, Irak, Kamis (16/11/2023). Irak menghajar Skuad Garuda dengan skor telak 5-1. Irak membuka keunggulan pada menit 20, melalui Bashar Resan. Berselang 15 menit, Jordi Amat melakukan gol [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/11/17/timnas-indonesia-kalah-telak-dari-irak">Timnas Indonesia Kalah Telak dari Irak</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Timnas Indonesia harus mengakui keunggulan Irak, pada laga pertama babak penyisihan Grup F, putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, di Basra Sport City Stadium, Irak, Kamis (16/11/2023). Irak menghajar Skuad Garuda dengan skor telak 5-1.</p>
<p>Irak membuka keunggulan pada menit 20, melalui Bashar Resan. Berselang 15 menit, Jordi Amat melakukan gol bunuh diri yang membuat Irak unggul 2-0. Timnas Indonesia sempat membuka asa, setelah Shayne Pattynama mencatatkan namanya di papan skor pada menit 45+3. Skor 2-1 untuk Irak menutup babak pertama.</p>
<p>Pada babak kedua, seperti dikutip dari laman resmi PSSI, Timnas Indonesia yang berusaha mencetak gol kedua untuk membuat kedudukan menjadi imbang, justru kembali kebobolan untuk ketiga kalinya. Giliran Osama Rashid yang mencetak gol pada menit 61, sehingga skor menjadi 3-1.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2023/11/17/peluang-lolos-ke-16-besar-masih-ada">Peluang Lolos ke 16 Besar Masih Ada</a></strong></p>
<p>Di tengah situasi itu, pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, mencoba mengubah strategi. Dua pemain sekaligus dimasukan pada menit 76, yakni Pratama Arhan dan Witan Sulaeman, untuk menggantikan Dendi Sulistyawan serta Marc Klok.</p>
<p>Namun, Nadeo Chandrawinata justru harus kebobolan dua kali lagi, oleh para pemain Irak. Dua gol tambahan Irak dicetak Youssef Amyn menit 81 dan Aldin El-Zubaidi (89).</p>
<p>Pada pertandingan lainnya dari Grup F, Vietnam mengalahkan Filipina 2-0. Dua gol kemenangan Vietnam berasal dari Nguyen Van Toan menit 16, dan Nguyen Bac Dinh (90+4).</p>
<p>Dengan hasil itu, Irak untuk sementara ini ada di peringkat pertama dengan hasil tiga poin, disusul Vietnam di posisi kedua (3), Filipina (0) dan Timnas Indonesia (0). Selanjutnya, Timnas Indonesia akan bertemu Filipina, dan Irak menantang Vietnam pada Selasa (21/9/2023) mendatang.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/11/17/timnas-indonesia-kalah-telak-dari-irak">Timnas Indonesia Kalah Telak dari Irak</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>