<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/badan-meteorologi-klimatologi-dan-geofisika/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Mon, 02 Mar 2026 08:22:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Catat! Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Terlihat di Indonesia, Ini Penjelasan Lengkap BMKG</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/03/02/catat-gerhana-bulan-total-3-maret-2026-terlihat-di-indonesia-ini-penjelasan-lengkap-bmkg</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Mar 2026 08:22:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika]]></category>
		<category><![CDATA[bmkg]]></category>
		<category><![CDATA[Gerhana Bulan Total]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=547025</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID) – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memastikan Gerhana Bulan Total akan terjadi pada Selasa, 3 Maret 2026. Momen Gerhana Bulan Total (GBT) ini dapat disaksikan langsung dari berbagai wilayah Indonesia. Fenomena astronomi ini menjadi satu-satunya gerhana yang bisa diamati masyarakat Indonesia sepanjang tahun 2026. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG menjelaskan, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/03/02/catat-gerhana-bulan-total-3-maret-2026-terlihat-di-indonesia-ini-penjelasan-lengkap-bmkg">Catat! Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Terlihat di Indonesia, Ini Penjelasan Lengkap BMKG</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (SUARABARU.ID) –</strong> Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memastikan Gerhana Bulan Total akan terjadi pada Selasa, 3 Maret 2026.</p>
<p>Momen Gerhana Bulan Total (GBT) ini dapat disaksikan langsung dari berbagai wilayah Indonesia. Fenomena astronomi ini menjadi satu-satunya gerhana yang bisa diamati masyarakat Indonesia sepanjang tahun 2026.</p>
<p>Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG menjelaskan, Gerhana Bulan Total Selasa, 3 Maret 2026 di Indonesia.</p>
<h6><strong>BACA JUGA : <a href="https://suarabaru.id/2026/03/02/jateng-tancap-gas-jelang-lebaran-harga-pangan-ditekan-dokter-spesialis-turun-ke-desa">Jateng Tancap Gas Jelang Lebaran: Harga Pangan Ditekan, Dokter Spesialis Turun ke Desa</a></strong></h6>
<p>GBT dapat dilihat di Indonesia karena terjadi akibat konfigurasi Matahari, Bumi, dan Bulan yang berada dalam satu garis lurus saat fase purnama. Keselarasan posisi tersebut membuat Bulan masuk sepenuhnya ke dalam bayangan inti Bumi.</p>
<p>Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, menerangkan bahwa peristiwa ini merupakan bagian dari dinamika alam yang berlangsung secara periodik. Ia menegaskan bahwa gerhana bulan hanya terjadi ketika fase bulan purnama.</p>
<p>“Hal ini membuat Bulan masuk sepenuhnya ke dalam bayangan inti (umbra) Bumi. Fenomena ini menyajikan pemandangan yang indah; jika langit cerah, Bulan akan terlihat berwarna merah saat puncak gerhana terjadi,” kata Nelly di Jakarta, Senin (2/2/2026) dalam siaran pers BMKG.</p>
<p>BMKG mencatat, keseluruhan proses gerhana sejak awal hingga berakhir akan berlangsung selama 5 jam 41 menit 51 detik. Rentang waktu yang cukup panjang ini memberi kesempatan luas bagi masyarakat untuk melakukan pengamatan.</p>
<p>Selama fase parsial, gerhana akan berlangsung selama 3 jam 27 menit 47 detik. Pada tahap ini, sebagian permukaan Bulan mulai tertutup bayangan Bumi secara bertahap.</p>
<h6><strong>BACA JUGA : <a href="https://suarabaru.id/2026/03/02/perang-amerika-israel-vs-iran-disnakertrans-jateng-pantau-ratusan-pekerja-migran-di-timur-tengah">Perang Amerika – Israel Vs Iran, Disnakertrans Jateng Pantau Ratusan Pekerja Migran di Timur Tengah</a></strong></h6>
<p>Sementara itu, fase totalitas—momen ketika Bulan sepenuhnya berada dalam bayangan umbra Bumi—akan berlangsung selama 59 menit 27 detik. Pada fase inilah pemandangan paling dramatis dapat terlihat jelas.</p>
<p>Ketika puncak gerhana terjadi dan langit dalam kondisi cerah, masyarakat dapat menyaksikan perubahan warna Bulan menjadi merah. Warna tersebut kerap disebut sebagai fenomena “blood moon”.</p>
<p>Secara ilmiah, perubahan warna ini terjadi akibat hamburan Rayleigh di atmosfer Bumi. Cahaya matahari dengan panjang gelombang pendek seperti biru tersebar ke berbagai arah.</p>
<p>Sedangkan cahaya dengan panjang gelombang lebih panjang seperti merah tetap menembus atmosfer dan dipantulkan ke permukaan Bulan.</p>
<p>Pelaksana Tugas Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Fachri Radjab, memaparkan jadwal terperinci berdasarkan data pengamatan BMKG.</p>
<p>Ia menyebutkan, Gerhana Bulan Total akan mulai pada pukul 18.03.56 WIB. Puncak Gerhana Bulan akan terjadi pada pukul 18.33.39 WIB, 19.33.39 WITA, dan 20.33.39 WIT.</p>
<p>Wilayah Indonesia bagian timur diperkirakan memiliki peluang pengamatan lebih optimal. Masyarakat di kawasan tersebut dapat menyaksikan fase awal gerhana bersamaan dengan momen terbitnya Bulan.</p>
<p>Sebaliknya, masyarakat di wilayah Indonesia bagian barat kemungkinan akan langsung melihat Bulan dalam kondisi gerhana saat terbit. Pada saat itu, fase totalitas atau puncak gerhana sudah berlangsung.</p>
<p>“Fenomena ini akan benar-benar berakhir sepenuhnya pada pukul 21.24 WIB (atau tengah malam di wilayah WIT) saat bulan keluar dari bayangan penumbra bumi. Masyarakat diimbau untuk mencari lokasi pengamatan yang minim polusi cahaya dan memiliki pandangan langit yang cerah ke arah terbitnya bulan,” ujarnya.</p>
<p>BMKG mengimbau masyarakat memilih lokasi pengamatan yang terbuka dan jauh dari polusi cahaya. Area dengan pandangan luas ke arah timur akan membantu memperoleh visualisasi terbaik saat Bulan terbit.</p>
<h6><strong>BACA JUGA : <a href="https://suarabaru.id/2026/03/02/iphi-jateng-gelar-tarawih-dan-silaturahim-bersama">IPHI Jateng Gelar Tarawih dan Silaturahim Bersama</a></strong></h6>
<p>Sepanjang 2026, secara global akan terjadi empat kali gerhana, terdiri atas dua gerhana Matahari dan dua gerhana Bulan. Namun, hanya Gerhana Bulan Total pada 3 Maret 2026 yang dapat diamati dari Indonesia.</p>
<p>Secara astronomis, fenomena ini tercatat sebagai anggota ke-27 dari 71 anggota dalam seri Saros 133. Siklus ini menunjukkan pola berulang gerhana dalam rentang waktu tertentu.</p>
<p>Peristiwa serupa sebelumnya terjadi pada 21 Februari 2008. Para astronom memprediksi gerhana dengan karakteristik yang sama akan kembali terjadi pada 13 Maret 2044 mendatang.</p>
<p>Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika menegaskan komitmennya untuk terus menyampaikan informasi tanda waktu serta fenomena astronomi secara akurat kepada publik.</p>
<p>BMKG juga mengajak masyarakat Indonesia memanfaatkan momen Gerhana Bulan Total Selasa, 3 Maret 2026 ini sebagai sarana edukasi sains yang menarik dan mudah diakses.</p>
<p>Di akhir keterangannya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika mengingatkan masyarakat Indonesia agar tetap memantau pembaruan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG menjelang Gerhana Bulan Total Selasa, 3 Maret 2026.</p>
<p>Dengan kondisi cuaca yang mendukung, fenomena langit ini dapat menjadi pengalaman berharga bagi seluruh Indonesia.</p>
<p><strong>TYA WIDYA</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/03/02/catat-gerhana-bulan-total-3-maret-2026-terlihat-di-indonesia-ini-penjelasan-lengkap-bmkg">Catat! Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Terlihat di Indonesia, Ini Penjelasan Lengkap BMKG</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cuaca Ekstrem Diprediksi Menurun Jelang Mudik Lebaran</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/03/12/cuaca-ekstrem-diprediksi-menurun-jelang-mudik-lebaran</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Mar 2025 08:40:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika]]></category>
		<category><![CDATA[Cuaca Ekstrem]]></category>
		<category><![CDATA[Dwikorita Karnawati]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Intensitas]]></category>
		<category><![CDATA[prediksi]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=465039</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)&#8211; Plt Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati mengatakan, cuaca ekstrem diprediksi akan menurun pada 10 hari pertama di bulan April. Meskipun curah hujan dengan intensitas menengah, masih akan terjadi di beberapa wilayah di Indonesia. Hal itu seperti yang dia sampaikan, saat mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP), yang diadakan Komisi V [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/03/12/cuaca-ekstrem-diprediksi-menurun-jelang-mudik-lebaran">Cuaca Ekstrem Diprediksi Menurun Jelang Mudik Lebaran</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Plt Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati mengatakan, cuaca ekstrem diprediksi akan menurun pada 10 hari pertama di bulan April. Meskipun curah hujan dengan intensitas menengah, masih akan terjadi di beberapa wilayah di Indonesia.</p>
<p>Hal itu seperti yang dia sampaikan, saat mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP), yang diadakan Komisi V DPR-RI, bersama dengan Menteri Perhubungan, Menteri PUPR, Kepala Basarnas, dan Korlantas Polri, dalam rangka membahas persiapan infrasruktur dan transportasi Mudik 2025, Selasa (11/3/2025).</p>
<p>Dalam kesempatan itu, Dwikorita menyatakan, pihaknya akan melakukan penyebaran informasi dan peringatan dini yang lebih masif. Selain itu juga, adanya upaya untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai informasi curah hujan, dengan menyampaikan informasi yang lebih mudah dipahami.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/03/12/psis-target-petik-poin-di-surabaya-guna-hindari-degradasi">PSIS Target Petik Poin di Surabaya Guna Hindari Degradasi</a></strong></p>
<p>Lebih lanjut Dwikorita menyebutkan, informasi mengenai potensi gelombang tinggi dengan ketinggian 2-2,5 meter, yang berisiko terjadi di daerah Samudera Hindia dan pesisir Pantai Samudera Hindia, juga di bagian selatan Sumatera dan Jawa.</p>
<p>Dia juga memberikan informasi tentang peringatan potensi banjir yang dapat terjadi, pada periode 29 Maret hingga 27 April, di wilayah pesisir, seperti Pantura serta daerah pantai di Sumatera, Kalimantan, Jawa, dan Maluku.</p>
<p>Tak hanya itu, BMKG juga memberikan informasi mengenai potensi bencana longsor di beberapa daerah, yang akan terus dipantau dan diinformasikan setiap hari.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/03/12/tmmd-reguler-ke-123-di-desa-bandungrejo-demak-tni-bangun-desa-warga-bahagia">TMMD Reguler Ke-123 di Desa Bandungrejo Demak, TNI Bangun Desa Warga Bahagia</a></strong></p>
<p>&#8221;Kami akan terus meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca, serta memperkuat kesiagaan dalam menghadapi potensi bibit siklon. Untuk itu, BMKG berencana untuk terus memperbesar penyebaran informasi mitigasi dan sosialisasinya,&#8221; terang dia, seperti dikutip dari laman resmi BMKG.</p>
<p>Pihaknya juga akan terus menjalin kerja sama dengan pihak-pihak terkait, guna melakukan antisipasi terhadap bencana maupun kemacetan selama masa Mudik Lebaran 2025 mendatang.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/03/12/cuaca-ekstrem-diprediksi-menurun-jelang-mudik-lebaran">Cuaca Ekstrem Diprediksi Menurun Jelang Mudik Lebaran</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ancaman Cuaca Ekstrem Masih Mungkin Terjadi di Awal Februari 2025</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/02/03/ancaman-cuaca-ekstrem-masih-mungkin-terjadi-di-awal-februari-2025</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Feb 2025 07:06:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika]]></category>
		<category><![CDATA[Dwikorita Karnawati]]></category>
		<category><![CDATA[Ekstrem]]></category>
		<category><![CDATA[Jabodetabek]]></category>
		<category><![CDATA[Kalimantan Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Kepulauan Riau]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Sulawesi Tengah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=459082</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA (SUARABARU.ID)&#8211; Plt Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati mengatakan, dalam sepekan terakhir tercatat curah hujan sangat lebat hingga ekstrem, terjadi di beberapa wilayah Indonesia. Di antaranya, 229 mm/hari di Kalimantan Timur, 192 mm/hari di Sulawesi Tengah (Minggu, 26/1/2025), 154 mm/hari di Kepulauan Riau (Senin 27/1/2025), dan 264 mm/hari di sekitar wilayah [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/02/03/ancaman-cuaca-ekstrem-masih-mungkin-terjadi-di-awal-februari-2025">Ancaman Cuaca Ekstrem Masih Mungkin Terjadi di Awal Februari 2025</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Plt Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati mengatakan, dalam sepekan terakhir tercatat curah hujan sangat lebat hingga ekstrem, terjadi di beberapa wilayah Indonesia.</p>
<p>Di antaranya, 229 mm/hari di Kalimantan Timur, 192 mm/hari di Sulawesi Tengah (Minggu, 26/1/2025), 154 mm/hari di Kepulauan Riau (Senin 27/1/2025), dan 264 mm/hari di sekitar wilayah Jabodetabek (Selasa 28/1/2025).</p>
<p>Pihaknya berharap, masyarakat yang berada di daerah rawan bencana, diimbau untuk lebih waspada terhadap kemungkinan munculnya cuaca ekstrem. Terlebih di daerah yang rawan bencana.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/02/03/bank-jateng-raih-tiga-penghargaan-bergengsi-di-indonesia-human-capital-brilliance-awards-2024">Bank Jateng Raih Tiga Penghargaan Bergengsi di Indonesia Human Capital Brilliance Awards 2024</a></strong></p>
<p>&#8221;Tetaplah mengikuti informasi terbaru dari BMKG, guna memperkuat langkah antisipasi dan meminimalkan risiko bencana Hidrometeorologi,&#8221; kata Dwikorita, pada saat konferensi pers bertajuk Potensi Cuaca Ekstrem di Wilayah Indonesia, Sabtu (1/2/2025), seperti dikutip dari laman resmi BMKG.</p>
<p>Berdasarkan analisis terbaru BMKG per 1 Februari 2025, terdeteksi adanya gangguan atmosfer di selatan Indonesia, khususnya di Samudra Hindia selatan Banten dan selatan Nusa Tenggara Barat (NTB), berupa Bibit Siklon Tropis 90S dan 99S.</p>
<p>Kehadiran kedua bibit siklon itu, memengaruhi kondisi cuaca di pesisir selatan Jawa, Bali, NTB, dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Meskipun pergerakannya terpantau menjauhi Indonesia, keduanya masih berpotensi berkembang menjadi siklon tropis dalam 2-3 hari ke depan.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/02/03/ipda-suyadi-terima-kenaikan-pangkat-pengabdian-jelang-purna">Ipda Suyadi Terima Kenaikan Pangkat Pengabdian Jelang Purna</a></strong></p>
<p>Selain itu, teridentifikasi pula Bibit Siklon Tropis 96P di Teluk Carpentaria, Australia, yang berkontribusi terhadap meningkatnya potensi cuaca ekstrem di Papua dan Nusa Tenggara Timur.</p>
<p>Sementara itu, sejumlah fenomena atmosfer lainnya diperkirakan tetap berperan dominan dalam dinamika cuaca selama sepekan ke depan. Di antaranya dampak La Nina Lemah, Monsun Asia dan Seruakan Dingin (Cold Surge), aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO), Gelombang Atmosfer Kelvin dan Rossby, Labilitas Atmosfer dan Zona Konvergensi.</p>
<p>Menurut Dwikorita, kombinasi fenomena-fenomena itu dapat meningkatkan potensi cuaca ekstrem, seperti hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang, pada periode 2-7 Januari 2025.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/02/03/gilbert-agius-beri-pesan-keras-pada-pemain-psis">Gilbert Agius Beri Pesan Keras pada Pemain PSIS</a></strong></p>
<p>&#8221;Beberapa daerah yang terdampak antara lain Papua, Papua Pegunungan, Papua Selatan, NTB, NTT, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Maluku Utara, Jawa Barat, dan Jambi,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Berdasarkan hasil analisis BMKG, Dwikorita meminta pemerintah daerah, pihak terkait dan masyarakat, untuk siap siaga menghadapi potensi bencana Hidrometeorologi, seperti banjir bandang, dan tanah longsor.</p>
<p>Adapun tindakan yang perlu dilakukan untuk antisipasi longsor yakni, menghindari berada di kawasan rawan tanah longsor saat hujan. Diimbau juga, untuk tidak melakukan penggalian pada lereng-lereng di kawasan rawan tanah longsor.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/02/03/bupati-tinjau-jalan-baru-blora-ngawi-solo-kini-cukup-dua-jam">Bupati Tinjau Jalan Baru, Blora-Ngawi-Solo Kini Cukup Dua Jam</a></strong></p>
<p>&#8221;Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada, dan terus memantau perkembangan informasi cuaca terbaru, sebagai langkah antisipasi terhadap potensi dampak yang mungkin terjadi,&#8221; pungkas Dwikorita.</p>
<p>Sementara itu, Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, juga mengingatkan potensi adanya gelombang tinggi, sebagai dampak dari adanya bibit siklon tropis yang berkisar antara 2.5 m-4.0 m.</p>
<p>Potensi itu diprediksi terjadi di Samudera Hindia Barat Bengkulu hingga Lampung, Samudera Hindia Selatan Banten hingga NTT, Laut Sawu, Perairan Kupang-Pulau Rote, Laut Maluku, Laut Halmahera, Perairan utara Papua Barat Daya hingga Papua, Samudera Pasifik Utara Halmahera hingga Papua.</p>
<p>&#8221;Karena usaha mitigasi bencana Hidrometeorologi yang sesungguhnya adalah, mengenali perkembangan cuaca dan lingkungan di sekitar tempat tinggal kita,&#8221; tukas Guswanto.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/02/03/ancaman-cuaca-ekstrem-masih-mungkin-terjadi-di-awal-februari-2025">Ancaman Cuaca Ekstrem Masih Mungkin Terjadi di Awal Februari 2025</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BMKG Perkirakan Curah Hujan Sangat Lebat Terjadi di Pekalongan, Batang, dan Boyolali</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/01/29/bmkg-perkirakan-curah-hujan-sangat-lebat-terjadi-di-pekalongan-batang-dan-boyolali</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Jan 2025 12:42:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika]]></category>
		<category><![CDATA[bmkg]]></category>
		<category><![CDATA[Cuaca Ekstrem]]></category>
		<category><![CDATA[Dwikorita Karnawati]]></category>
		<category><![CDATA[Hidrometeorologi]]></category>
		<category><![CDATA[jawa tengah]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=458455</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)&#8211; Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, menyampaikan peringatan dini, terkait kondisi cuaca ekstrem yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi di Provinsi Jawa Tengah. Dalam Rapat Koordinasi Antisipasi Bencana Hidrometeorologi, yang digelar bersama Penjabat Gubernur Jateng, Nana Sudjana, Dwikorita menegaskan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dan pemerintah daerah, menghadapi puncak musim hujan yang diperkirakan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/01/29/bmkg-perkirakan-curah-hujan-sangat-lebat-terjadi-di-pekalongan-batang-dan-boyolali">BMKG Perkirakan Curah Hujan Sangat Lebat Terjadi di Pekalongan, Batang, dan Boyolali</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, menyampaikan peringatan dini, terkait kondisi cuaca ekstrem yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi di Provinsi Jawa Tengah.</p>
<p>Dalam Rapat Koordinasi Antisipasi Bencana Hidrometeorologi, yang digelar bersama Penjabat Gubernur Jateng, Nana Sudjana, Dwikorita menegaskan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dan pemerintah daerah, menghadapi puncak musim hujan yang diperkirakan berlangsung hingga Februari 2025.</p>
<p>Sebagian besar wilayah di Jateng akan mengalami puncak musim hujan hingga Februari. Namun puncak musim hujan ini tidak serempak, terjadi secara bertahap, mulai November, Desember, Januari, hingga Februari.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/01/29/pengelola-objek-wisata-diminta-kedepankan-aspek-keselamatan">Pengelola Objek Wisata Diminta Kedepankan Aspek Keselamatan</a></strong></p>
<p>&#8221;Hal ini membuat potensi bencana, seperti yang terjadi di Pekalongan, masih bisa terjadi. Oleh karena itu, langkah antisipasi terus kami tingkatkan,&#8221; ujar Dwikorita, seperti dikutip dari laman resmi BMKG.</p>
<p>Dijelaskan juga, intensitas curah hujan di Jateng dipengaruhi oleh kombinasi aktif beberapa fenomena atmosfer global. Seperti La Nina Lemah, Monsun Asia, Madden-Julian Oscillation (MJO), serta gelombang ekuatorial Kelvin dan Rossby.</p>
<p>Kondisi ini diperkuat oleh fenomena astronomis, seperti fase bulan baru, yang menciptakan potensi peningkatan curah hujan, angin kencang, hingga gelombang tinggi di wilayah pesisir.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/01/29/kerja-sama-pssi-dan-knvb-untuk-majukan-sepak-bola-indonesia">Kerja Sama PSSI dan KNVB untuk Majukan Sepak Bola Indonesia</a></strong></p>
<p>Selain itu, kelembapan udara yang sangat basah, serta aktivitas konvektif lokal turut memicu pembentukan awan hujan yang menjulang tinggi. Semua faktor ini menjadi pemicu utama peningkatan risiko bencana, seperti banjir, tanah longsor, banjir rob, dan angin kencang di sejumlah wilayah Jateng.</p>
<p>&#8221;Menurut data BMKG, seluruh wilayah Jateng telah memasuki musim hujan sejak Desember 2024, dengan puncak musim hujan diperkirakan terjadi pada Januari hingga Februari 2025,&#8221; jelas dia.</p>
<p>Dwikorita menekankan, curah hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat, akan terjadi di berbagai wilayah, terutama di kawasan rawan bencana seperti Pekalongan, Batang, dan Boyolali.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/01/29/jalur-wonogiri-pacitan-macet-terhalang-pohon-tumbang">Jalur Wonogiri-Pacitan Macet, Terhalang Pohon Tumbang</a></strong></p>
<p>Di wilayah ini, ancaman tanah longsor dan banjir bandang menjadi perhatian utama. Kabupaten Boyolali, misalnya, berada dalam kondisi kritis, karena keberadaan jalur sungai di lereng Gunung Merbabu, yang sangat rentan terhadap bencana hidrometeorologi.</p>
<p>Sebelumnya, Dwikorita bersama tim BMKG telah mengunjungi wilayah itu, untuk meninjau langsung kondisi di lapangan. Pihak BMKG juga memberikan arahan mengenai langkah mitigasi bencana.</p>
<p>Selain ancaman hujan ekstrem, BMKG juga mengidentifikasi potensi banjir rob, yang dapat melanda kawasan pesisir utara dan selatan Jateng.</p>
<p><strong>BACA JUGA:  <a href="https://suarabaru.id/2025/01/29/destinasi-wisata-budaya-candi-joglo-semar-diterjang-hujan-angin-dinding-ambruk">Destinasi Wisata Budaya Candi Joglo Semar Diterjang Hujan Angin, Dinding Ambruk</a></strong></p>
<p>&#8221;Kita semua harus bekerja sama untuk memastikan keselamatan masyarakat. Informasi yang kami sampaikan bukan hanya untuk meningkatkan kewaspadaan, tetapi juga untuk membantu masyarakat mengambil langkah konkret dalam mengantisipasi bencana,&#8221; terang Dwikorita.</p>
<p>Sementara itu, Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto menambahkan, Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC), kemungkinan akan kembali diterapkan. Hal itu untuk mengurangi dampak curah hujan ekstrem, di wilayah-wilayah tertentu. Sebelumnya, TMC telah berhasil dilaksanakan di beberapa daerah, untuk mengendalikan intensitas hujan dan meminimalkan risiko banjir.</p>
<p>Selain itu, BMKG telah menyampaikan informasi detail mengenai wilayah yang berpotensi terdampak bencana, termasuk daftar kabupaten, kecamatan, dan desa yang berisiko. Informasi ini dapat diakses masyarakat dan pemerintah daerah, untuk mempermudah langkah antisipasi.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/01/29/bmkg-perkirakan-curah-hujan-sangat-lebat-terjadi-di-pekalongan-batang-dan-boyolali">BMKG Perkirakan Curah Hujan Sangat Lebat Terjadi di Pekalongan, Batang, dan Boyolali</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>2024 Jadi Tahun Terpanas Sepanjang Sejarah</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/01/23/2024-jadi-tahun-terpanas-sepanjang-sejarah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Jan 2025 09:10:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Anomaly]]></category>
		<category><![CDATA[Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika]]></category>
		<category><![CDATA[bmkg]]></category>
		<category><![CDATA[Periode]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[WMO]]></category>
		<category><![CDATA[World Meteorological Organization]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=457676</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA (SUARABARU.ID)&#8211; Plt Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati mengatakan, berdasarkan laporan World Meteorological Organization (WMO), tahun 2024 jadi tahun terpanas sepanjang sejarah, melewati periode panas di tahun 2023 lalu. Disampaikan dia, pada periode Januari-Desember 2024, seperti dikutip dari laman resmi BMKG, rata-rata kenaikan suhu mengalami anomaly 1,54, atau kurang lebih 0,13 [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/01/23/2024-jadi-tahun-terpanas-sepanjang-sejarah">2024 Jadi Tahun Terpanas Sepanjang Sejarah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Plt Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati mengatakan, berdasarkan laporan World Meteorological Organization (WMO), tahun 2024 jadi tahun terpanas sepanjang sejarah, melewati periode panas di tahun 2023 lalu.</p>
<p>Disampaikan dia, pada periode Januari-Desember 2024, seperti dikutip dari laman resmi BMKG, rata-rata kenaikan suhu mengalami anomaly 1,54, atau kurang lebih 0,13 derajat celcius, di atas rata-rata pra-industri era 1850-1900.</p>
<p>&#8221;Sehingga kenaikan suhu inilah, yang berdampak pada berbagai bencana hidrometeorologi. Dan tentunya, mengancam ketahanan pangan kita,&#8221; kata Dwikorita, di acara Rapat Evaluasi Nasional (Ravalnas) Tahun 2024, bertempat di Auditorium Kantor Pusat BMKG, Jakarta, Rabu (22/1/2025).</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/01/23/polda-jateng-terjunkan-anjing-pintar-temukan-21-jenazah-korban-longsor">Polda Jateng Terjunkan Anjing Pintar, Temukan 21 Jenazah Korban Longsor</a></strong></p>
<p>Disampaikan juga, ancaman ketahanan pangan akibat perubahan iklim itu, seyogianya telah diingatkan oleh Food and Agriculture Organization (FAO), di mana pada pertengahan abad 21 atau tahun 2050, lebih dari 500 juta petani skala kecil yang menghasilkan 80 persen sumber pangan dunia, menjadi kelompok yang paling rentan terhadap perubahan iklim.</p>
<p>Fakta itu memperlihatkan, telah terjadi kerentanan pada kawasan sumber pangan (food basket). Perubahan iklim yang kian tak terkendali saat ini, juga memberikan tekanan serius pada sumber daya air, sehingga menimbulkan hal yang dikenal sebagai water hotspot.</p>
<p>&#8221;Oleh karenanya, dalam mendukung program prioritas Asta Cita dari Presiden RI, BMKG berkomitmen untuk berperan dalam swasembada pangan, energi, dan air. Di mana melalui kemandirian pangan, Indonesia bisa bertahan dengan fenomena perubahan iklim ekstrem,&#8221; jelas dia.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/01/23/oca-akan-perjuangkan-pencak-silat-tampil-di-asian-games">OCA Akan Perjuangkan Pencak Silat Tampil di Asian Games</a></strong></p>
<p>Menurut Dwikorita, untuk mewujudkan ketahanan energi, BMKG memiliki layanan peta potensi energi angin, peta kecepatan angin, dan peta potensi energi surya. Seluruh layanan informasi itu merupakan bentuk nyata dukungan BMKG, dalam mendukung program prioritas Nasional.</p>
<p>Melalui Ravalnas kali ini, Dwikorita menekankan pada seluruh insan BMKG, harus mewujudkan organisasi yang lincah, efektif, dan efisien. Transformasi itu dengan menekankan mindset, spirit, value, peningkatan SDM, teknologi, dan penataan organisasi yang telah berjalan sejak 2020, dalam rangka menuju Indonesia Emas 2045.</p>
<p>Sementara itu, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Rini Widyantini menjelaskan, BMKG mendapatkan tugas penting untuk mendukung pembangunan perkelanjutan, penanganan perubahan iklim, dan pengelolaan risiko bencana.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/01/23/banjir-grobogan-rel-masih-dalam-perbaikan-ka-belum-bisa-lewat">Banjir Grobogan, Rel Masih dalam Perbaikan KA Belum Bisa Lewat</a></strong></p>
<p>&#8221;BMKG memainkan peran kunci dalam manajemen bencana, melalui pengembangan sistem deteksi, koordinasi antarlembaga dan sinergi dengan swasta dan masyarakat, guna mendukung penanggulangan bencana yang lebih efektif,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Terkait penyelenggaraan Ravalnas ini, Rini menyatakan, harus dijadikan momentum BMKG untuk meningkatkan kinerjanya, dalam rangka mendukung Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045.</p>
<p>&#8221;Layanan prediksi iklim, cuaca, early warning system bencana, tentunya sangat berguna bagi masyarakat. Dan ini dapat membantu adaptasi sektor strategis, seperti pertanian, energi, dan pariwisata,&#8221; tandasnya.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/01/23/2024-jadi-tahun-terpanas-sepanjang-sejarah">2024 Jadi Tahun Terpanas Sepanjang Sejarah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Peningkatkan Pemahaman Mitigasi Bencana Agar mudah Dipahami Masyarakat</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/11/05/peningkatkan-pemahaman-mitigasi-bencana-agar-mudah-dipahami-masyarakat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 05 Nov 2023 11:27:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika]]></category>
		<category><![CDATA[Badan Nasional Penanggulangan Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[Dapil II Jawa Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Tangguh Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[El Nino]]></category>
		<category><![CDATA[Komisi X DPR RI]]></category>
		<category><![CDATA[lestari moerdijat]]></category>
		<category><![CDATA[Majelis Tinggi Partai Nasdem]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Wakil Ketua MPR RI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=380135</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)- Potensi cuaca ekstrem pada peralihan musim harus bisa diantisipasi, dengan meningkatkan pengembangan mitigasi bencana yang mudah dipahami masyarakat luas. &#8221;Memasyarakatkan mitigasi bencana di negeri yang dikelilingi gunung berapi dan potensi cuaca ekstrem ini, merupakan upaya yang sangat penting,&#8221; kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (5/11/2023). Badan Meteorologi Klimatologi [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/11/05/peningkatkan-pemahaman-mitigasi-bencana-agar-mudah-dipahami-masyarakat">Peningkatkan Pemahaman Mitigasi Bencana Agar mudah Dipahami Masyarakat</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)-</strong> Potensi cuaca ekstrem pada peralihan musim harus bisa diantisipasi, dengan meningkatkan pengembangan mitigasi bencana yang mudah dipahami masyarakat luas.</p>
<p>&#8221;Memasyarakatkan mitigasi bencana di negeri yang dikelilingi gunung berapi dan potensi cuaca ekstrem ini, merupakan upaya yang sangat penting,&#8221; kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (5/11/2023).</p>
<p>Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi, El Nino moderat akan berakhir pada Februari 2024. Tahun depan, pada bulan Maret, El Nino masih ada tapi sudah lemah, semakin menuju netral.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2023/11/05/nana-hero-mobile-legends-witch-cat-yang-menakjubkan">Nana, Hero Mobile Legends: Witch Cat yang Menakjubkan</a></strong></p>
<p>Ketika El Nino mulai berakhir, suhu muka laut di Samudera Pasifik bagian tengah dan timur, akan mulai mendingin. Hal ini menyebabkan pusat pertumbuhan awan kembali bergeser ke wilayah Indonesia. Akibatnya, curah hujan di Indonesia akan meningkat.</p>
<p>Menurut Lestari, berbagai dampak perubahan cuaca yang berpotensi menimbulkan bencana, harus diantisipasi dengan sebaik-baiknya.</p>
<p>Dengan kondisi geografis Indonesia yang rawan bencana alam, Rerie sapaan Lestari, sudah seharusnya setiap warga negara dibekali dengan pengetahuan dan pemahaman yang memadai, dalam memitigasi ragam bencana yang dihadapi.</p>
<p><strong>BACA JUGA:  <a href="https://suarabaru.id/2023/11/05/pemprov-jateng-lakukan-persiapan-untuk-final-piala-dunia-u17-di-solo">Pemprov Jateng Lakukan Persiapan untuk Final Piala Dunia U17 di Solo</a></strong></p>
<p>Upaya peningkatan pemahaman mitigasi bencana, menurut Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI dari Dapil II Jawa Tengah itu, bisa dilakukan melalui proses belajar mengajar di berbagai jenjang pendidikan.</p>
<p>Selain itu, tambah dia, berbagai sosialisasi terkait mitigasi bencana, juga bisa diberikan kepada kelompok-kelompok masyarakat, sehingga pengetahuan dan pemahamannya bisa meluas.</p>
<p>Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) PUN, telah berupaya mewujudkan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana. Antara lain dalam bentuk program Desa Tangguh Bencana (Destana).</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2023/11/05/perlunya-netralitas-asn-hingga-perangkat-kelurahan-ke-bawah-dalam-pemilu-2024">Perlunya Netralitas ASN Hingga Perangkat Kelurahan ke Bawah Dalam Pemilu 2024</a></strong></p>
<p>Capaian Destana yang diinisiasi BNPB sejak 2012 sampai dengan 2024 itu, baru sebanyak 1.506 desa, dari total 53 ribu desa di Indonesia.</p>
<p>Semakin banyak masyarakat di segala lapisan memahami mitigasi bencana, menurut anggota Majelis Tinggi Partai Nasdem itu, upaya penanggulangan bencana diharapkan akan semakin baik.</p>
<p>Karena, tegas Rerie, sejatinya upaya penanggulangan bencana alam membutuhkan keterlibatan para pemangku kebijakan dan seluruh lapisan masyarakat, untuk menjamin perlindungan dan keselamatan setiap anak bangsa.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/11/05/peningkatkan-pemahaman-mitigasi-bencana-agar-mudah-dipahami-masyarakat">Peningkatkan Pemahaman Mitigasi Bencana Agar mudah Dipahami Masyarakat</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>El Nino Munculkan Potensi Mengganggu Ketersediaan Pangan</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/07/20/el-nino-munculkan-potensi-terganggunya-ketersediaan-pangan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Jul 2023 10:35:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika]]></category>
		<category><![CDATA[Dapil II Jawa Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[El Nino]]></category>
		<category><![CDATA[lestari moerdijat]]></category>
		<category><![CDATA[Majelis Tinggi Partai Nasdem]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Survei Status Gizi Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Wakil Ketua MPR RI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=353484</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)&#8211; Kesiapan pemahaman masyarakat terkait sumber pangan yang beragam dengan gizi seimbang, sangat dibutuhkan dalam upaya pengentasan stunting di Tanah Air. Apalagi saat ini, ada ancaman perubahan iklim yang berpotensi mengganggu ketersediaan pangan. &#8221;Potensi gangguan ketersediaan pangan harus segera diantisipasi, dengan peningkatan pemahaman masyarakat, terkait beragam pangan bergizi dari sumber pangan yang tersedia,&#8221; kata [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/07/20/el-nino-munculkan-potensi-terganggunya-ketersediaan-pangan">El Nino Munculkan Potensi Mengganggu Ketersediaan Pangan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Kesiapan pemahaman masyarakat terkait sumber pangan yang beragam dengan gizi seimbang, sangat dibutuhkan dalam upaya pengentasan stunting di Tanah Air. Apalagi saat ini, ada ancaman perubahan iklim yang berpotensi mengganggu ketersediaan pangan.</p>
<p>&#8221;Potensi gangguan ketersediaan pangan harus segera diantisipasi, dengan peningkatan pemahaman masyarakat, terkait beragam pangan bergizi dari sumber pangan yang tersedia,&#8221; kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (20/7/2023).</p>
<p>Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), memprediksi, ancaman El Nino di Indonesia, puncaknya akan terjadi pada Agustus-September 2023.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2023/07/20/grobogan-punya-kampung-tangguh-anti-perdagangan-orang-pertama-di-indonesia">Grobogan Punya Kampung Tangguh Anti-Perdagangan Orang, Pertama di Indonesia</a></strong></p>
<p>Ancaman El Nino itu diprediksi berintensitas lemah hingga moderat, sehingga dikhawatirkan akan berdampak kepada ketersediaan air atau kekeringan, dan produktivitas pangan atau ketahanan pangan Nasional.</p>
<p>Menurut Lestari, prakiraan BMKG itu harus diantisipasi dengan baik oleh para pemangku kebijakan. Potensi terganggunya ketahanan pangan, tambah Rerie, sapaan akrab Lestari, akan berdampak pada upaya mengakselerasi sejumlah program, antara lain pengentasan stunting, yang menuntut asupan kecukupan gizi masyarakat.</p>
<p>Apalagi, tambah Rerie, yang juga legislator dari Dapil II Jawa Tengah itu, Kementerian Kesehatan menargetkan prevalensi stunting pada 2023 menjadi 17 persen, dan pada 2024 menjadi 14 persen.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2023/07/20/ungkap-pencurian-baterai-bts-kapolresta-magelang-terima-penghargaan">Ungkap Pencurian Baterai BTS, Kapolresta Magelang Terima Penghargaan</a></strong></p>
<p>Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) terbaru pada 2022, angka prevalensi stunting Indonesia tercatat 21,6 persen.</p>
<p>Diungkapkan Rerie, untuk mengejar pencapaian prevalensi stunting dari 21,6 persen pada 2022 menjadi 14 persen pada 2024, di tengah potensi terganggunya ketersediaan pangan, membutuhkan upaya yang serius untuk mengantisipasi dampaknya.</p>
<p>Anggota Majelis Tinggi Partai Nasdem itu berpendapat, kesiapan masyarakat dan para pemangku kepentingan di tingkat pusat dan daerah, harus segera dipastikan dalam menghadapi sejumlah tantangan itu.</p>
<p>&#8221;Sosialisasi masif terkait sejumlah alternatif sumber pangan bergizi yang tersedia di lingkungan masyarakat sangat penting dilakukan, untuk mengantisipasi potensi gangguan ketersediaan pangan, akibat perubahan iklim,&#8221; tegas Rerie.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/07/20/el-nino-munculkan-potensi-terganggunya-ketersediaan-pangan">El Nino Munculkan Potensi Mengganggu Ketersediaan Pangan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Potensi Ancaman Bencana Hidrometeorologi Wajib Diantisipasi</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/02/10/potensi-ancaman-bencana-hidrometeorologi-wajib-diantisipasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Feb 2023 13:14:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika]]></category>
		<category><![CDATA[Badan Nasional Penanggulangan Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[Dapil II Jawa Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Komisi X DPR RI]]></category>
		<category><![CDATA[lestari moerdijat]]></category>
		<category><![CDATA[Majelis Tinggi Partai Nasdem]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Wakil Ketua MPR RI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=314527</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)&#8211; Kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana harus segera ditingkatkan, mulai dari lingkungan keluarga hingga pemerintah daerah. Hal ini, untuk mencegah timbulnya korban jiwa, saat terjadi bencana. &#8221;Potensi ancaman bencana hidrometeorologi harus segera diantisipasi, dengan peningkatan kesiapan masyarakat dalam menghadapinya,&#8221; kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (10/2/2023). Badan Nasional Penanggulangan Bencana [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/02/10/potensi-ancaman-bencana-hidrometeorologi-wajib-diantisipasi">Potensi Ancaman Bencana Hidrometeorologi Wajib Diantisipasi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana harus segera ditingkatkan, mulai dari lingkungan keluarga hingga pemerintah daerah. Hal ini, untuk mencegah timbulnya korban jiwa, saat terjadi bencana.</p>
<p>&#8221;Potensi ancaman bencana hidrometeorologi harus segera diantisipasi, dengan peningkatan kesiapan masyarakat dalam menghadapinya,&#8221; kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (10/2/2023).</p>
<p>Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, korban jiwa akibat bencana hidrometeorologi dalam empat tahun terakhir (2018-2022), terus bertambah.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2023/02/10/sosialisasi-tahapan-pemilu-2024-harus-digencarkan">Sosialisasi Tahapan Pemilu 2024 Harus Digencarkan</a></strong></p>
<p>Melansir Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), bencana hidrometeorologi adalah suatu fenomena bencana alam atau proses merusak, yang terjadi di atmosfer (meteorologi), air (hidrologi), atau lautan (oseanografi).</p>
<p>Kerugian yang diderita masyarakat akibat kerusakan rumah dan fasilitas lainnya, mencapai Rp 31,5 triliun. Cuaca yang mudah sekali berubah, merupakan tantangan yang harus dihadapi masyarakat.</p>
<p>Menurut Lestari, potensi ancaman bencana itu harus benar-benar dipahami masyarakat, dimulai dari lingkungan keluarga, terutama yang tinggal di kawasan rawan bencana.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2023/02/10/aslog-kapolri-lakukan-peletakan-batu-pertama-pembangunan-kantor-polres-magelang-kota">Aslog Kapolri Lakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Kantor Polres Magelang Kota</a></strong></p>
<p>Rerie, sapaan akrab Lestari mengungkapkan, sejumlah upaya kesiapsiagaan yang diperlukan dalam lingkup keluarga, antara lain keluarga harus memahami rute evakuasi bila bencana terjadi, memahami kapan harus evakuasi, mempersiapkan tas siaga bencana, dan nomor kontak aparat keamanan.</p>
<p>Selain itu, ujar Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI dari Dapil II Jawa Tengah itu, untuk skala yang lebih luas, masyarakat di kawasan rawan bencana didorong membentuk tim siaga desa dan kecamatan, untuk memantau dan mengidentifikasi potensi bencana di wilayahnya masing-masing.</p>
<p>Anggota Majelis Tinggi Partai Nasdem itu berharap, sistem kesiapsiagaan di tingkat masyarakat, dapat dibangun lewat kolaborasi yang baik antara para pemangku kepentingan di pusat dan daerah.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2023/02/10/mwc-nu-batealit-gelar-festival-durian-di-peringatan-satu-abad-nu">MWC NU Batealit Gelar Festival Durian di Peringatan Satu Abad NU</a></strong></p>
<p>&#8221;Dibutuhkan sosialisasi masif, agar sejumlah upaya evakuasi dari ancaman bencana, menjadi pengetahuan umum masyarakat,&#8221; tambah Rerie.</p>
<p>Sejumlah pelatihan penanggulangan kebencanaan, lanjutnya, juga harus ditingkatkan untuk memberikan pemahaman yang cukup bagi masyarakat, dalam menghadapi ancaman bencana alam.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/02/10/potensi-ancaman-bencana-hidrometeorologi-wajib-diantisipasi">Potensi Ancaman Bencana Hidrometeorologi Wajib Diantisipasi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Semangat Kebersamaan untuk Antisipasi Ancaman Cuaca Ekstrem</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/12/27/semangat-kebersamaan-untuk-antisipasi-ancaman-cuaca-ekstrem</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Dec 2022 08:28:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika]]></category>
		<category><![CDATA[Badan Nasional Penanggulangan Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[Dapil II Jawa Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Komisi X DPR RI]]></category>
		<category><![CDATA[lestari moerdijat]]></category>
		<category><![CDATA[Majelis Tinggi Partai Nasdem]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Wakil Ketua MPR RI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=303424</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)&#8211; Kewaspadaan terhadap adanya potensi cuaca ekstrem, yang memicu bencana alam, sepanjang masa liburan akhir tahun ini, harus menjadi perhatian bersama. Kesiapsiagaan para pemangku kepentingan di pusat dan daerah harus dikedepankan, untuk mengantisipasi ancaman bencana itu. &#8221;Semua pihak harus benar-benar siap siaga mengantisipasi ancaman cuaca ekstrem, yang berpotensi menyebabkan bencana di masa liburan akhir [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/12/27/semangat-kebersamaan-untuk-antisipasi-ancaman-cuaca-ekstrem">Semangat Kebersamaan untuk Antisipasi Ancaman Cuaca Ekstrem</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Kewaspadaan terhadap adanya potensi cuaca ekstrem, yang memicu bencana alam, sepanjang masa liburan akhir tahun ini, harus menjadi perhatian bersama. Kesiapsiagaan para pemangku kepentingan di pusat dan daerah harus dikedepankan, untuk mengantisipasi ancaman bencana itu.</p>
<p>&#8221;Semua pihak harus benar-benar siap siaga mengantisipasi ancaman cuaca ekstrem, yang berpotensi menyebabkan bencana di masa liburan akhir tahun ini,&#8221; kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (27/12/2022).</p>
<p>Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), telah merilis perkiraan cuaca di Indonesia, mulai 25 Desember 2022 hingga 1 Januari 2023. Dalam rilis itu BMKG menyebut, seluruh wilayah Indonesia berpotensi dilanda hujan lebat hingga sangat lebat, selama periode Natal dan Tahun Baru 2023.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2022/12/27/dprd-wonogiri-tetapkan-dua-perda-tentang-kearsipan-dan-perseroda">DPRD Wonogiri Tetapkan Dua Perda Tentang Kearsipan dan Perseroda</a></strong></p>
<p>Selain itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, ada 49 kejadian bencana selama sepekan, dari 19-25 Desember 2022. Kejadian itu disebabkan cuaca ekstrem dan banjir, yang kemudian mengakibatkan tanah longsor, gelombang pasang dan abrasi.</p>
<p>Lestari berharap, para pemangku kepentingan di tingkat pusat dan daerah, mengupayakan antisipasi terhadap ancaman bencana alam itu, dan benar-benar mempersiapkan sejumlah langkah dengan baik. Apalagi saat ini adanya peningkatan perjalanan masyarakat pada masa liburan.</p>
<p>Rerie sapaan akrab Lestari, juga menghimbau masyarakat, untuk terus memantau perkiraan cuaca terkini, dan kondisi wilayah yang akan menjadi tujuan perjalanannya.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2022/12/27/wapres-maruf-amin-apresiasi-komitmen-jateng-fasilitasi-umkm">Wapres Ma’ruf Amin Apresiasi Komitmen Jateng Fasilitasi UMKM</a></strong></p>
<p>Sehingga dalam melakukan perjalanan selama liburan akhir tahun ini, jelas Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI dari Dapil II Jawa Tengah itu, masyarakat dapat benar-benar aman dan terhindar dari ancaman bencana alam.</p>
<p>Bagi wilayah-wilayah yang diperkirakan rawan terhadap cuaca ekstrem, tegas anggota Majelis Tinggi Partai Nasdem itu, pemerintah setempat harus mampu menggalang potensi masyarakat di wilayahnya, untuk bersama-sama melakukan upaya antisipasi bencana.</p>
<p>&#8221;Langkah-langkah membangun semangat gotong-royong antarwarga dalam menghadapi ancaman bencana alam di setiap wilayah, harus dikedepankan. Hal ini dalam rangka memperkokoh nilai-nilai persatuan Indonesia, pada setiap warga negara,&#8221; pinta dia.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/12/27/semangat-kebersamaan-untuk-antisipasi-ancaman-cuaca-ekstrem">Semangat Kebersamaan untuk Antisipasi Ancaman Cuaca Ekstrem</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Potensi Bencana di Kawasan Pemukiman Harus Dipahami Masyarakat</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/11/27/potensi-bencana-di-kawasan-pemukiman-harus-dipahami-masyarakat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Nov 2022 10:44:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika]]></category>
		<category><![CDATA[Badan Nasional Penanggulangan Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[Dapil II Jawa Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Komisi X DPR RI]]></category>
		<category><![CDATA[lestari moerdijat]]></category>
		<category><![CDATA[Majelis Tinggi Partai Nasdem]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Wakil Ketua MPR RI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=296209</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)&#8211; Upaya peningkatan kewaspadaan terhadap bencana alam, harus mengedepankan peningkatan pemahaman masyarakat. Hal ini terkait dengan cara menyikapi sejumlah ancaman bencana di lingkungannya. &#8221;Potensi bencana di kawasan pemukiman, dan bagaimana cara menghindari terjadinya korban jiwa, harus benar-benar dipahami masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana,&#8221; kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, dalam keterangan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/11/27/potensi-bencana-di-kawasan-pemukiman-harus-dipahami-masyarakat">Potensi Bencana di Kawasan Pemukiman Harus Dipahami Masyarakat</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Upaya peningkatan kewaspadaan terhadap bencana alam, harus mengedepankan peningkatan pemahaman masyarakat. Hal ini terkait dengan cara menyikapi sejumlah ancaman bencana di lingkungannya.</p>
<p>&#8221;Potensi bencana di kawasan pemukiman, dan bagaimana cara menghindari terjadinya korban jiwa, harus benar-benar dipahami masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana,&#8221; kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (27/11/2022).</p>
<p>Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi, cuaca ekstrem di musim hujan 2022 akan terjadi hingga April 2023 mendatang di Indonesia. Selain itu, sejumlah perkiraan ancaman gempa bumi di sejumlah daerah pun, dikemukakan sejumlah peneliti.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2022/11/27/pegiat-seni-dan-literasi-adakan-festival-kebudayaan-di-welahan">Pegiat Seni dan Literasi Adakan Festival Kebudayaan di Welahan</a></strong></p>
<p>Belum lagi peningkatan aktivitas sejumlah gunung berapi di Tanah Air yang terjadi beberapa bulan terakhir. Berdasarkan catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), selama periode 1 Januari–18 Oktober 2022, telah terjadi 2.860 peristiwa bencana alam di Indonesia.</p>
<p>Jumlah korban yang terdampak ada 3.593.497 orang. Sebanyak 3.592.471 orang atau 99,97 persen dari total korban terdampak itu, kini berstatus menderita dan mengungsi.</p>
<p>&#8221;Berbagai ancaman bencana alam itu harus benar-benar dipahami masyarakat, terutama yang bertempat tinggal di kawasan yang rawan bencana,&#8221; terang Lestari.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2022/11/27/mantabkan-niat-rtl-orientasi-pandu-hw-paud-di-igaba-jepara">Mantabkan Niat RTL Orientasi Pandu HW PAUD di IGABA Jepara</a></strong></p>
<p>Setiap daerah, ujar Rerie, sapaan akrab Lestari, seyogianya sudah memetakan zona-zona rawan bencana di wilayahnya. Sehingga, tata ruang daerah itu harus segera disesuaikan dengan hasil pemetaan itu.</p>
<p>Literasi tentang kebencanaan dan bagaimana menyikapinya, tegas Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI dari Dapil II Jawa Tengah itu, harus menjadi pemahaman masyarakat di kawasan rawan bencana.</p>
<p>Sehingga, tegas anggota Majelis Tinggi Partai Nasdem itu, bila masyarakat terpaksa bermukim di kawasan rawan bencana, sejumlah upaya adaptasi bisa segera diwujudkan, untuk menghindari munculnya korban bila bencana terjadi.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2022/11/27/ribuan-santri-34-provinsi-ikuti-pospenas-bersalawat">Ribuan Santri 34 Provinsi Ikuti  Pospenas Bersalawat</a></strong></p>
<p>Menurut Rerie, dengan mengedepankan sejumlah kearifan lokal yang berkembang secara turun temurun, dalam upaya mencegah dan menyikapi bencana alam di sejumlah daerah, merupakan sebuah pilihan yang bijak.</p>
<p>&#8221;Sejumlah langkah evaluasi pasca-terjadinya bencana alam, harus benar-benar direalisasikan dengan berbagai upaya strategis, agar kerugian dan terjadinya korban tidak terulang kembali,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Jadi, tegas Rerie, selain peningkatan literasi masyarakat terkait kebencanaan, upaya relokasi pemukiman masyarakat dari kawasan rawan bencana dan berbagai upaya adaptasi lewat perbaikan infrastruktur yang ada, merupakan langkah strategis yang bisa dilakukan.</p>
<p>Dia juga sangat berharap, para pemangku kepentingan dan masyarakat, memahami bahwa kita hidup di negeri yang rawan bencana alam. Sehingga berbagai kebijakan yang dibuat, seharusnya mampu beradaptasi dengan kondisi itu.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/11/27/potensi-bencana-di-kawasan-pemukiman-harus-dipahami-masyarakat">Potensi Bencana di Kawasan Pemukiman Harus Dipahami Masyarakat</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>