Haerudin, SH, MH, Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Jawa Tengah, memberikan secara simbolis bantuan modal kerja dari BAZNAS Provinsi Jawa Tengah kepada eks napiter dari Purworejo, Ahmad Supriyanto didampingi istrinya di Kantor Kesbangpol Jawa Tengah, Jalan A Yani Semarang, Senin (10/10/2022). Foto : Absa

SEMARANG (SUARABARU.ID) Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jawa Tengah, jalankan program penguatan deradikalisasi eks napiter (narapidana terorisme) dengan memberikan modal kerja untuk para eks napiter, agar bisa tercipta para wirausaha atau pelaku usaha dalam pengolahan kopi atau membuka kafe.

Program tersebut, dilaksanakan bekerjasama dengan Badan Amil Zakat Infaq (BAZNAS) Jawa Tengah didampingi Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jateng, di ruang Cendrawasih Kantor Kesbangpol Pemprov Jateng, Jalan A Yani Kota Semarang, Senin (10/10/2022).

Haerudin, Kepala Badan Kesbangpol Jateng menyampaikan pesan kepada eks napiter yang hadir, untuk tidak ragu-ragu dan segera memantabkan niat untuk berubah, dalam menjalankan usaha agar mandiri.

“Jadi mantabkan niat dan harus bertekat untuk berani dalam menjalankan usaha. Karena yang akan merubah nasib itu adalah diri kita sendiri. Tanpa usaha mandiri kita, tidak akan ada perubahan yang lebih baik,” imbaunya.

KH Ahmad Daroji, Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Tengah dalam kesempatan itu juga memberikan nasehat dan motivasi kepada para eks napiter yang hadir agar selalu rendah hati dan bisa pembawa rahmat untuk semua orang nantinya.

Eks Napiter bersama para pendampingnya ikut menyanyikan Lagu Indonesia Raya, pada pembukaan pelaksanaan program penguatan deradikalisasi eks napiter dengan memberikan modal kerja di Kantor Kesbangpol Jawa Tengah, Jalan A Yani Semarang, Senin (10/10/2022). Foto : Absa

“Dengan membawa Rahmat bagi semua umat, maka jadilah manusia yang dapat bermanfaat untuk orang lain. Khoirunnas Anfauhum Linnas, yang artinya sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang bisa memberikan manfaat kepada manusia lainnya,” urai Kyai Daroji.

Kepala Disperindag Jawa Tengah M Arif Sambodo memberikan penegasan jika akan membantu para eks napiter untuk bisa menjalankan setiap usahanya, melalui program-program yang ada di dinas yang dipimpinnya. Bahkan menyatakan, akan membantu salah satu eks napiter yang berasal dari Kabupaten Purworejo, Ahmad Supriyanto dan istrinya yang hadir menerima bantuan modal kerja dari BAZNAS Provinsi Jawa Tengah.

“Setelah mereka lepas dan menjadi eks napiter, pemerintah akan memfasilitasi dengan modal kerja hingga pelatihan-pelatihan. Mulai dari awal hingga naik kelas ke skala importir” jelasnya.

Ahmad Supriyanto (39), eks napiter dari Purworejo menyatakan senang dan berterima kasih atas bantuan yang diberikan melalui Badan Kesbangpol Jateng, sebab diakuinya baru saat sekarang ini pikirannya terbuka dan ingin bersosialisasi dengan masyarakat sekitarnya.

“Ya kalau sebelumnya kan kita sifatnya ekslusif. Hanya komunitas saja yang kami kenal. Selalu berfikir untuk berjuang demi agama. Tapi dengan bantuan ini, kami (bersama istrinya) akan berusaha untuk berbagi dengan sesama. Karena sebenarnya, rekan-rekan yang lain (eks napiter) juga menginginkan program-program seperti ini,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, imbuh Suami Ika Puspitasari ini, agar ke depan sering diselenggarakan kegiatan-kegiatan yang positif. Apalagi sebelumnya dipaparkan oleh salah satu Kepala Dinas (Kadisperindag Jawa Tengah), sudah banyak yang telah dibantu untuk bisa berusaha ekspor maupun import.

Absa