JEPARA (SUARABARU.ID) – KKN ISI Surakarta turut merayakan pagelaran Festival Barikan Kubro di karimunjawa belum lama ini. Tari Renjana diciptakan untuk merayakan festival ini.
Larungan Tumbeng (foto: ISI)
Perayaan Festival Barikan Kubro yang ke-7 ini digelar tepat pada bulan Suro Kamis sore pon menunju Jumat wage bertemakan Eling Dhawuh Obahing Rasa.
Rasa syukur dalam perayaan ini oleh masyarakat Karimunjawa kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat dan kekayaan alam Karimunjawa diwujudkan melalui prosesi ritual.
Tari Minagara (foto: ISI)
“Prosesi ini menggunakan berbagai elemen yang harus dilengkapi, yaitu garam krosok, kacang ijo, telur 1, sego buceng kuning yang atasnya ada cabe merah, trasi, dan bawang merah di sunduk, uang wajib sedekah 1000/2000 rupiah,” ujar Fahrul Ketua BPD yang juga seniman dan panitia Barikan Kubro.
Festival dolanan (Foto: ISI)
Setelah ritual berlangsung nasi dibuang agar masyarakat terhindar dari marabahaya dan keburukan. Garam dan kacang hijau ditebarkan keliling rumah agar pemilik rumah aman dari kondisi buruk, imbuh Fahrul.
Adapun perayaan ini diselenggarakan selama 7 hari meliputi seni tari, seni musik, dan seni batik.
Ritual kirab Barikan Kubro sebagai acara utama dilaksanakan di alun-alun dan dermaga Karimunjawa dengan diiringi 20 tumbeng dan musik rebana terbang telon sebagai kesenian asli Karimunjawa. “Masyarakat percaya bahwa isi tumbeng membawa berkah,” ujar Danu Baskara mahasiswa ISI Surakarta.
Selain itu, tari Minagara asli Karimunjawa turut mengiringi kirab Festival Barikan Kubro. Juga penampilan Tari Renjana ciptaan mahasiswa ISI Surakarta yang bisa ditarikan oleh perempuan maupun laki-laki.
Pada malam hari festival dolanan tradisional dimunculkan seperti batokan dan tempurung yang sudah hampir punah. “Kami ingin mengenalkan kembali dolanan tradisional kepada anak-anak,” ungkap Fahrul.
Berbagai acara digelar dalam festival ini termasuk festival kuliner dan pentas seni.
Diana – Danu