Safari Jurnalistik kembali digelar PWI Pusat secara daring. Foto: pwipusat

JAKARTA (SUARABARU.ID)– Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, bekerja sama dengan PT Astra Intenational, kembali menggelar Safari Jurnalistik Perdana Tahun 2022, di Lantai 4 Sekretariat PWI Pusat, Gedung Dewan Pers, Kamis (7/7/2022).

Dalam Safari Jurnalistik ini menghadirkan Keynote Speaker, Raja Kuis Indonesia yang juga seorang konten kreator Helmi Yahya sebagai narasumber. Adapun tema yang diambil, ‘Kiat Membangun Konten yang Shareable dan Disukai Publik’.

Dalam paparannya, Helmi Yahya mengatakan, saat ini jurnalistik berkembang sangat pesat. ini seiring dengan berkembangnya teknologi dan juga dengan kehadiran platform lain yang semakin bervariasi, sehingga mengharuskan media harus tampil kreatif dan inovatif.

BACA JUGA: Gerakan Mayo Sekolah Ajak 276 Anak di Wonosobo Kembali Sekolah

”Tentunya, salah satu kunci untuk tetap bertahan adalah dengan menyesuaikan dan mengikuti kemajuan dunia digital. Hal yang terpenting dalam menghadapi revolusi digital saat ini adalah, melakukan yang harus dilakukan, tanpa adanya keraguan atau ketakutan akan kegagalan,” ujarnya.

Helmi menyebutkan, keberanian dalam melakukan apa yang harus dilakukan, adalah kunci utama dalam melakukan suatu perubahan, demi menghadapi revolusi digital. ”Namun itu semua harus tidak melanggar kode etik, dan kaidah-kaidah jurnalistik yang sudah ditetapkan,” kata mantan Dirut TVRI ini.

Sementara itu, Ketua Umum PWI Pusat, Atal S Depari dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan ini bisa menambah wawasan wartawan mengenai jurnalistik, terutama kode etik dan pers, di era konvergensi media.

BACA JUGA: Mahasiswa KPI FKSP Unsiq Jateng Gelar Pameran Seni Bertajuk “Jelas Exhibition”, Seperti Apa?

”Dalam setiap kesempatan, saya selalu mengingatkan kepada teman-teman seprofesi, untuk selalu update dengan perkembangan dan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Karena ini yang akan terus menjadi lingkungan tempat kita berkarya,” tuturnya.

Lebih lanjut Atal menjelaskan, ada perkembangan tiga hal yang harus diwaspadai. Yaitu sosial media, digitalisasi televisi dan 5G. Sosial media sudah bisa dirasakan manfaatnya, dan sekaligus tantangannya. Selanjutnya digitalisasi televisi dan menuju era 5G akan menyusul.

”Tentu saja ini bisa menjadi pedang bermata dua. Kita memanfaatkan atau dimanfaatkan dengan kehadiran dua hal terakhir ini,” katanya.

BACA JUGA: Gairahkan Kembali Ekonomi Masyarakat, Peringatan Hari Jadi Wonosobo ke-197 Dikemas Lebih Meriah

Dalam kesempatan yang sama, Head of Corporate Communication PT Astra International, Boy Kelana Soebroto, menyambut baik kerja sama dengan Sekolah Jurnalis PWI ini. ”Dukungan kami terhadap PWI ini akan terus berlangsung. Dan ini juga merupakan bentuk komitmen PT Astra Internasional, untuk ikut serta meningkatkan wawasan dan profesionalisme wartawan Indonesia,” sebutnya.

Sementara itu, Direktur Safari Jurnalistik PWI Pusat, Ahmed Kurnia Soeria Widjaja menyatakan, Safari Jurnalistik ini merupakan program reguler PWI Pusat bagi anggotanya, yang kali ini merupakan perdana di tahun 2022, dan dilakukan secara daring.

”Safari Jurnalistik ini merupakan program reguler, yang difokuskan pada pengenalan perkembangan jurnalistik. Baik regulasi maupun teknologinya. Kali ini kami lakukan secara daring, dan untuk tahap perdana ini diikuti hampir 300 peserta,” ujar Ahmed.

BACA JUGA: Tim Gabungan Semprot Disinfektan ke Pasar Hewan dan Kandang Sapi

Ditambahkan dia, saat ini sedang dirancang Safari Jurnalistik 2022. Direncanakan diadakan secara langsung pada Agustus dan September mendatang. Dua lokasi yang disiapkan untuk kegiatan ini, yakni di Makassa, Sulawesi Selatan dan Samarinda di Kalimantan Timur.

Kuliah Safari Jurnalistik ini juga dihadiri Head of Media Relation Astra, Regina Panontongan, Gede Andika (Penerima Apresiasi SATU Indonesia Awards 2021), Ketua Bidang Pendidikan PWI Pusat Nurjaman Mochtar, Wasekjen PWI Pusat Suprapto Sastro Atmojo, Humas PWI Pusat Mercys Charles Loho, Merdy Sofiansyah, serta para pengurus PWI Daerah yang hadir secara Virtual.

Riyan