Desty Dwiyanasari, S.Kom. narasumber digital marketing sekaligus pendiri duaide.

SEMARANG (SUARABARU.ID) – Pada era sekarang ini, personal branding menjadi penting untuk menunjukkan identitas siapa kita, keterampilan kita, pengalaman dibalik kesuksesan kita. Tujuaannya untuk  untuk berkomunikasi  baik kepada calon mitra atau klien maupun  untuk menarik persepsi publik. Personal branding menampilkan pencitraan seseorang dan  efektif  untuk menyasar target pemasaran. Ini bisa disampaikan  secara offline maupun online.

Fasilitator Women Will dan Gapura Digital Semarang Desty Dwiyanasari, S.Kom menyampaikan bahwa jika ingin menjangkau dan menyasar pemasaran dalam jangkauan di luar area kita, maka bermainlah secara online. “Mengapa? Agar orang yang sebelumnya tidak kenal akhirnya bisa tahu brand kita melalui kinerja matriks google,” ujarnya.

Desty memotivasi para peserta Shibori Craft yang mengikuti pelatihan di Balatkop Semarang (20/5-2022) untuk selalu mem-blow up karya-karya mereka ke media online. “Kita harus rajin mem-blow up tentang kita baik kegiatan maupun produk yang kita hasilkan melalui tulisan,” jelasnya. Google lebih membaca tulisan, bukan gambar, tambahnya.

Pastikan tulisan yang diunggah di google tidak plagiat. Sebab, kata Desti yang juga pemilik konsultan bisnis dan UMKM ini, kalau kita copy paste  maka kita akan meng-copy yang sudah dijelajah oleh google. “Gunakan hashtag setiap kali mengunggah tulisan,” tegasnya.

Mengapa penting? Digital marketing dapat memberikan arah yang pasti untuk bisnis kita. “Ada tujuan yang jelas, lebih mudah mendapatkan pelanggan baru, dapat memanfaatkan transformasi teknologi untuk memberi arah yg jeas bagi bisnis kita, membangun kepercayaanjika kita ada reviewnya dan itu baik,” ungkap Desty yang juga yang juga pendiri Duaide.com Digital Marketing Strategy. Posisikan diri kita di posisi pelanggan dan lakukan pengamatan terhadap toko lain, imbuhnya.

Mengingat sejak pandemi terjadi, penggunaan internet menjadi semakin bertambah maka pelaku bisnis tidak boleh hanya berpangku tangan tanpa melakukan apa-apa terhadap adanya batasan untuk tidak boleh melakukan kegiatan secara offline. Pengguna internet di Indonesia pada Januari 2022 sebanyak 204,7 juta jiwa. Pada Januari 2022 terdapat 191,4 juta pengguna media sosial di Indonesia baik facebook, instagram, tiktok, maupun youtube. Keempat platform media sosial ini disarankan bagi kita pelaku bisnis digital. “Jika tak memiliki digital marketing, siap-siap saja pelanggan kita direbut oleh kompetitor,” tegasnya.

Menurut Desty, website pribadi lebih disarankan untuk membangun personal branding. “Kita punya hak sendiri untuk membranding diri kita. Website bak rumah atau toko jika kita memiliki link id,” jelasnya. Website lebih membranding dan meminimalisir kompetitor pelaku bisnis online, imbuhnya lagi.

Alvaros