Ilustrasi Nataru/Media Indonesia

 

Oleh: JC Tukiman Tarunasayoga

JC Tukiman Tarunasayoga

Renungan Senin kali ini, akan cukup banyak membahas tentang singkatan. Sebagaimana semua pihak tahu, relasi sosial secara tertulis, -tidak menutup kemungkinan lewat lesan-  , sering ditempuh lewat sejumlah singkatan yang sudah barang tentu dimaksudkan agar mempercepat, baik penulisannya maupun pengucapannya.

Tokoh hebat Ir Soekarno, -beliau ini jago menulis namun lebih jago orasi (pidato)- , menyiptakan banyak sekali singkatan, dan terus terpakai sampai saat ini. Salahsatu contohnya ialah berdikari, singkatan dari empat kata dan sertamerta menjadi satu makna, itulah: berdiri di atas kaki sendiri.

Sekarang ini, berdikari sudah sangat dikenal sebagai satu kata satu makna, searti dengan mandiri (sering dimaknai sebagai kelakar: makan di rumah sendiri).

Saat kini, siapa tidak mengenal nataru, gabungan tiga kata:  natal dan tahun baru; sebuah konsep (baru) berupa kerangka berfikir tentang keterkaitan erat antara hari raya Natal yang tepat seminggu kemudian dirayakanlah Tahun Baru.  

Kerangka berpikirnya antara lain: bagaimana perayaan Natal dan perayaan Tahun Baru dapat dirayakan sebaik dan semeriah mungkin tanpa harus membawa dampak buruk apalagi di masa masih pandemi ini. Maka, muncullah berbagai kebijakan termasuk peraturannya.

Di tahun 2022 yang segera datang ini, singkatan nataru saya renungkan lebih luas dan kontekstual lagi, -maaf ya- ,  dan  menjadi nantikan talenta baru. Mengapa begitu? Baru-baru ini, Bapak Presiden telah menandatangani dan menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres)  No 21 Tahun 2021, -nomer cantik- , tentang pembentukan gugus tugas Manajemen Talenta Nasional. Mau disingkatkah?

Jika “iya” saya usul disingkat menjadi  Mentalnas untuk memberikan gambaran dan dorongan betapa gugus tugas ini perlu memiliki mental yang kuat karena menyiapkan rancangan berikut kerja cerdasnya secara nasional.

Saat ini, di bawah pimpinan Bappenas, Pemerintah, melalui program Mentalnas yang tengah dipersiapkan dengan matang, akan hadir untuk menangani dan memberi perhatian kepada anak-anak bangsa dengan talenta unggul di sejumlah bidang.

Kami sedang menyusun sebuah grand design untuk memastikan Manajemen talenta nasional itu bisa terbentuk dan bidang-bidang yang telah kita tetapkan itu menjadi ruang lingkup di dalam manajemen talenta nasional.”

Mentalnas, salah satu kegiatannya akan berfokus pada bidang riset dan inovasi. Dalam bidang ini, pemerintah menargetkan peningkatan rasio sumber daya manusia per satu juta penduduk yang mendapatkan pengakuan dari dunia internasional di bidang tersebut.

Baca Juga: BL: Adol BarAang Lawas

Nah… keyen…..keyen…..keyen. Betapa kerennya program Mentalnas ini,  dan yang dibidik terutama adalah anak cucu kita generasi Z, generasi usia muda yang memang harus semakin berkembang potensinya di bidang apa pun.

Tegasnya, di tahun 2022 mendatang ini, mari kita cermati berbagai talenta anak muda kita, lalu melalui Mentalnas potensi dan talenta itu dikembangkan secara optimal. Tahun 2022 menjadi tahun penuh penyemaian talenta anak muda, dan hal ini pasti sangat terkait dengan tahun 2045, tahun emas Indonesia Merdeka.

Selamat tahun Baru 2022, selamat menyermati dan mengembangkan berbagai talenta anak muda, sehingga  yang “memiliki 5 talenta dapat berlipat ganda menjadi sepuluh, dua puluh atau bahkan menjadi lima puluh kali lipat. Selamat datang gugus tugas Mentalnas.

(JC Tukiman Tarunasayoga, Pengamat Kemasyarakatan)