Peserta dan narasumber Workshop Kehumasan yang diselenggarakan FITk UIN Walisongo, melakukan foto bersama usai acara. Foto: dok/ist

SALATIGA (SUARABARU.ID)– Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, Lift Anis Ma’sumah, mengajak para dosen mudanya untuk aktif mempublikasikan kegiatan, prestasi, agenda, dan isu-isu pendidikan lainnya.

”Melalui kegiatan Workshop Kehumasan, kami berharap FITK bisa menjadi fakultas yang the best dalam publikasi di media, melalui konten-konten berita yang diperlukan masyarakat,” kata Lift Anis, dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Wakil Dekan II FITK, Muslam, akhir pekan lalu.

Dia menyatakan hal itu, ketika membuka Workshop Kehumasan untuk dosen di FITK UIN Walisongo. Ketua Panitia Achmad Muchamad Kamil menjelaskan, workshop selama dua hari itu diikuti 22 orang peserta. Menghadirkan tiga narasumber, Agus Fathuddin Yusuf wartawan Suara Merdeka, M Nur Huda (wartawan Tribun Jateng) dan Hery Pamungkas (Direktur TVKU Semarang).

BACA JUGA: Operasi Zebra Candi Mulai Digelar Hari Ini, Berikut Sasarannya

Muslam menambahkan, kegiatan yang diinisiasi Dekan FITK itu diharapkan menjadi titik awal untuk mengembangkan branding fakultas.

”Hal ini tentu menjadi relevan, karena saat ini kita disibukkan dengan dunia digital yang sarat dengan hoaks. Memahami hal itu, maka kegiatan ini memiliki dua tujuan baik secara langsung maupun tidak. Yang pertama, latihan bagi calon tenaga kehumasan, dan yang kedua untuk mengedukasi dan mewarnai konten-konten yang menarik dan edukatif,” imbuh Muslam.

Sementara itu, dalam materi ‘Penulisan Press Release, Pemberitaan, dan Publikasi Media Massa’, Agus Fathuddin Yusuf, mengajak para dosen menjalin kerja sama, networking, silaturahmi dengan semua media. Baik itu media cetak, radio, televisi maupun media online.

BACA JUGA: Ikuti Jejak Sang Ayah

”Masing-masing mempunyai keunggulan dan kelebihan. Di luar itu, para dosen dan mahasiswa dituntut menulis berita juga untuk mengisi ruang-ruang media sosial (medsos). Hari ini semua orang bisa menulis berita citizen journalism atau jurnalisme warga. Yang penting 5W 1H lengkap, ada konfirmasi dan narasumbernya,” kata Dosen Fisip Unwahas Semarang itu.

Untuk melawan hoaks, Agus Fathuddin menawarkan Jurnalisme Santri, dengan platform Sidiq, Amanah, Tabligh dan Fathonah.

Pembicara yang lai, M Nur Huda yang menyampaikan materi ‘Strategi Kehumasan dan Branding Lembaga’, memberikan kesempatan kepada peserta untuk mempraktikkan apa yang telah didapatkan peserta, yakni menulis berita untuk kemudian dievaluasi bersama.

Sedangkan Hery Pamungkas, mengajak peserta untuk mengetahui dasar serta praktik seputar penyiaran. Dia berharap, kegiatan ini menjadi agenda rutin fakultas, sehingga bisa memunculkan regenerasi Tim Humas FITK UIN Walisongo Semarang.

Riyan