Perhutani KPH Mantingan berikan Penyuluhan tanaman hutan warga Desa Gempolrejo dan Desa Nglangitan Tunjungan, di Balaidesa setempat.

BLORA (SUARABARU.ID) – Untuk kesuksesan tanaman dalam kawasan hutan, Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Mantingan menggelar acara penyuluhan bagi warga dukuh Kaliceper, Desa Gempolrejo Kecamatan Tunjungan, Blora. Kegiatan penyuluhan dilakukan dibalai desa Gempolrejo Blora. Jum,at (24/09/2021).

Hadir pada kegiatan penyuluhan Asisten Perhutani (Asper) Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Medang Jadi Kurniawan, Babinsa Gempolrejo Rustam, Bhabinkamtibmas Gempolrejo Laksono, Kades Gempolrejo Pujo Wicaksono, Kades Nglangitan Sunarto, Ketua LMDH Wana Mukti Nglangitan, Ketua LMDH Jatimulyo Gempolrejo, Kepala Sub Seksi (KSS) Komper Ismartoyo dan jajaran perangkat desa Gempolrejo.

KSS Komper Ismartoyo berikan Penyuluhan tanaman hutan warga Desa Gempolrejo dan Desa Nglangitan Tunjungan, di Balaidesa setempat.

Administratur KPH Mantingan melalui KSS Komper Ismartoyo sebagai Narasumber penyuluhan menyampaikan beberapa hal untuk keberhasilan tanaman di hutan BKPH Medang.

“Hutan sebagai sumber kehidupan, mengatur tata air, penghasil oksigen, tempat bersarangnya hewan, yakni burung, kera, maupun binatang lainya,” jelas Ismartoyo.

Lanjut Ismartoyo, untuk menjadikan hutan perlu adanya adanya kerjasama dengan lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) dan para penggarap dalam menjadikan lahan hutan menjadi hutan kembali. Untuk itu bagi warga penggarap dan juga masyarakat dukuh kaliceper Desa Gempolrejo untuk bersama-sama dengan Perhutani membangun hutan.

“Perlu diketahui bahwa untuk kesuksesan tanaman harus ada kerjasama yang baik antara penggarap, LMDH dan juga petugas Perhutani. Kalau sinergitas ini terjalin baik tanaman di BKPH Medang akan tumbuh baik. Inilah yang harus di jaga kerjasamanya antara Pesanggem sebagai Mitra Perhutani,” tutur Ismartoyo.

Pada kesempatan itu, Kepala Desa Gempolrejo Pujo Wicaksono mengingatkan kepada warganya untuk tetap mengikuti aturan yang telah disepakati dengan Perhutani.

“Sebagai mitra ya tentunya harus sepakat sebelum menggarap di lahan kawasan hutan. Ini demi suksesnya tanaman dan juga sukses membuat hutan dikawasan Pangkuan desa Nglangitan dan desa Gempolrejo. Kalau sudah ditanam ya harus dipelihara dengan baik,” terang Pujo.

Warga Dukuh Kaliceper, Tunjungan mengikuti Penyuluhan tanaman hutan warga Desa Gempolrejo dan Desa Nglangitan Tunjungan, di Balaidesa setempat.

Bintara Pembina Desa (Babinsa) Gempolrejo Rustam menambahkan kepada warga masyarakat untuk ikut handarbeni dan nyengkuyung kelestarian Kawasan Hutan di Kabupaten Blora. kalau sudah menanda tangani kontrak tanaman dengan Perhutani ya harus dijaga dan ditaati aturannya.

“Jangan sampai kalau sudah ditanam kemudian dirempeli( diambili ) daunnya, agar tanaman bisa tumbuh dengan baik,” ungkap Rustam.

Sementara itu, Asper BKPH Medang Jadi Kurniawan menjelaskan bahwa Perhutani sedang mengembangkan tanaman daur pendek 3 hingga 5 tahun. tanaman ini sebagai pengganti bahan bakar batubara yang ramah lingkungan. tanaman gamal ini jarak tanamnya 2×1 dan tidak boleh lagi digarap. Ini butuh pengertian dari para penggarap di lahan kawasan hutan. Masih banyak tanah garapan lainnya dikawasan hutan yang perlu untuk digarap.

“Untuk keluasan tanaman klereside atau gamal BKPH Medang tahun 2019 sekira 163 hektar dan tahun 2020 70 hektar untuk tahun 2021 kita tidak ada tanaman klereside,” tandas Kurniawan.

Kudnadi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here