blank
Genangan banjir yang merendam ruas Pantura Tanggulangin mambuat satu jalur harus ditutup total. foto:Suarabaru.id

KUDUS (SUARABARU.ID) – Genangan banjir yang  terjadi di wilayah Tanggulangin, Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati Kudus tak kunjung surut lantaran tingginya curah hujan. Bahkan, genangan air semakin tinggi hingga luber ruas jalan Pantura Kudus-Semarang.

Pantauan lapangan, Senin (8/1), banjir menggenangi sepanjang ruas jalan di depan terminal Induk Jati. Sementara, di sisi selatan, banjir menggenang di ruas jalan depan Ponpes Al Muayad hingga hampir mendekati tugu Kudus Kota Kretek.  Ketinggian air bervariasi hingga mencapai 50 cm.

Akibat genangan tersebut, terminal Induk Jati untuk saat ini lumpuh total. Petugas menutup akses pintu masuk terminal karena landasan parkir bus tergenang hingga 1 meter.

Akibat kondisi tersebut, arus lalu lintas dari Semarang yang ingin melaju ke arah Pati harus dialihkan menuju jalan lingkar di utara Hotel Gripta. Sementara, dari arah Pati yang menuju Semarang, mengalami ketersendatan lantaran tingginya genangan serta jalan yang berlubang.

Aparat kepolisian harus bekerja keras mengatur lalu lintas agar ketersendatan tidak terlalu panjang. Arus dari perempatan sebelah Terminal Jati Kudus diberlakukan contra flow.

Baca Juga:

Pemkab Kudus Bakal Lockdown Desa Zona Merah

Kebijakan Ganjar Persulit Penanganan Korban Banjir

Kendaraan berat dari Pati melintas jalan sisi timur yang masih tergenang air. Sementara kendaraan kecil dilewatkan jalan sebelah barat berlawanan arah dari Semarang.

”Kami menerjunkan 25 personil. Kami imbau agar berhati-hati, mobil kecil yang tak berani melintas diharapkan lewat jalur alternatif yang telah disediakan,” kata Kasatlantas Polres Kudus, AKP Pandu.

Hanya Dua Unit Pompa

Sementara, Plt Bupati Kudus Hartopo mengatakan  untuk mengatasi genangan air di wilayah Tanggulangin, pihaknya sudah menginstruksikan untuk memaksimalkan pompanisasi. Sebab, jika air surut diperkirakan akan memakan waktu lama lama karena wilayah di Desa Jati Wetan tergolong cekungan.

”Satu-satunya jalan adalah air harus dipompa dulu,”katanya.

Hartopo menyebut, saat ini ada dua unit pompa dari tiga pompa yang dimiliki Pemkab Kudus sudah dioperasikan dengan kapasitas per pompa sebanyak 600 meter kubik per detik.

“Kita punya tiga pompa, tapi yang satu mengalami kerusakan,”kata Hartopo.

Hartopo menambahkan, Pemkab sebenarnya sudah berupaya menambah unit pompa di wilayah Tanggulangin dengan mengajukan bantuan ke Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Namun, sampai saat ini masih belum ada jawaban.

Tm-Ab