blank

BLORA (SUARABARU.ID) – Peta pesebaran kasus baru covid-19 di Blora, Jawa Tengah, masih terus berubah naik turun. Terdata empat dari 16 kecamatan, Minggu (17/1/2021), bersatus zona merah atau zona risiko tinggi virus corona.

Empat kecamatan berstatus zona merah covid-19, terdiri Kecamatan Ngawen, Cepu, Kota Blora dan Kedungtuban. Sedangkan saat ini terdapat 11 kecamatan dengan zona orange, dan satu lagi kecamatan pada level zona kuning.

Menurut pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinkes setempat, Henny Indriyanti, Minggu (17/1/2021), 12 kecamatan zona kuning (resiko sedang) itu, Japah, Kunduran, Tunjungan, Banjarejo, Jati, Randublatung, Kradenan, Jepon, Bogorejo, Jiken dan Sambong.

Kecamatan dengan status zona kuning atau kawasan resiko rendah pesebaran virus corona, ada di Kecamatan Todanan. Jadi tidak ada satu pun kecamatan zona hijau, zona nihil terpapar, tambah Henny.

Menurut mantan Kepala Dinas Kesahatan (Dinkes) Kabupaten Blora, update kasus baru covid-19 pada Sabtu (16/1/2021), bertambah 115 pasien, sehingga selama pendemi virus corona warga Blora positif virus corona sebanyak 3.619 orang.

Juga dalam sehari kemarin, data yang masuk ke Dinkes terdapat empat pasien meninggal, dan total warga Blora pasien positif virus corona yang meninggal sebanyak 164 orang, terang Henny.

Swab 18.034 Orang

Adapun pasien virus corona yang sembuh kemarin bertambah 61 orang, kini data keluruhan pasien covid-19 yang sembuh berdasar hasil swab-lab polymerase chain reaction (PCR) sudah leboh dari 3.000 atau sebanyak 3.051 pasien.

Sedangkan pasien yang kini masih dirawat di rumah sakit umum (RSU), lanjut dia,  ada 18 orang, dan 386 pasien lainnya menjalani isolasi mandiri baik di rumah maupun di tempat lain pilihan pasien sendiri.

Pejabat Asisten Administrasi Umum Sekda Blora itu melanjutkan, jajaran Dinkes terus melakukan pemeriksaan swab test terbaru terhadap 230 sasaran, dan selama pandemi covid-19 warga yang sudah swab test mencapai 18.034 orang.

Di sisi lain upaya Pemkab bersama institusi lainnya dalam menegakkan protokol kesehatan (prokes), sosialisasi terkait antisipasi pesebaran virus corona, dan sanksi bagi pelanggar prokes aktif digeber setiap hari di tempat-tempat berbeda.

Di tempat lain Bupati H. Djoko Nugroho, menegaskan Pemkab Blora bersama institusi terkait seperti Polres serta Kodim, tidak pernah merasa lelah menghimbau warganya agar tetap waspada dengan virus corona dan disipilin prokes.

“Bersama insitusi lain, Pemkab aktif operasi yustisi pelanggar prokes, dan tidak penah lelah menghimbau masyarakat tetap waspada covid-19,” kata Bupati Blora.

Upaya itu terus dilakukan, karena kasus baru virus corona terus bermunculan dengan peningkatan yang signifikan, maka Pemkab pun berharap covid-19 segera sirna, dan pasien yang masih dirawat cepat sembuh, pungkas Djoko Nugroho.

Wahono-wied