blank
Ganjar Pranowo saat berdialog dengan kuasa hukum FPI, Zaenal Petir, saat meninjau tempat karantina pasien covid-19 di asrama BPSDM, Kamis (10/12/2020). Foto: hery priyono

SEMARANG (SUARABARU.ID)– Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta pasien covid-19 kategori Orang Tanpa Gejala (OTG), yang menjalani isolasi di BPSDM Jateng, untuk jadi relawan kampanye protokol kesehatan.

Hal itu disampaikan Ganjar, kala mengunjungi mereka saat gowes pagi, Kamis (10/12/2020). Ganjar mendatangi BPSDM Jateng, untuk menengok kondisi para pasien OTG covid-19 di sana.

”Pripun kabare pak? nopo sing dirasakke? (gimana kabarnya pak? apa yang dirasakan?,”) tanya Ganjar, pada salah satu pasien OTG covid-19 yang ada di halaman.

BACA JUGA : Rizieq Shihab Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Pelanggaran Prokes

”Berjemur pak. Alhamdulillah baik. Nggak ngerasain apa-apa,” kata salah satu pasien yang mengaku dari lembaga auditor.

Ganjar kemudian bertanya, apa saja yang dirasakan dan darimana mereka tertular covid-19. Beberapa mengaku tidak tahu tertular darimana, ada juga yang mengaku tertular dari istrinya atau klaster keluarga.

Setelah berbincang dengan sejumlah pasien OTG covid-19, termasuk dengan Zaenal Abidin Petir, yang juga Komisioner KIP Jateng, dan juga Ketua Bidang Pembelaan Wartawan PWI Jateng, Ganjar kemudian meminta salah satu dari mereka untuk secara terbuka menceritakan pada masyarakat, tentang apa yang mereka alami.

blank
Gubernur Jateng (kanan), menjenguk pasien covid-19 yang di karantina di asrama BPSDM. Foto: hery priyono

”Jangan malu, justru ini kesempatan bagi Anda yang sedang merasakan langsung untuk mengedukasi masyarakat. Ini penting, supaya tidak ada yang menyepelekan,” tegas Ganjar.

Sementara itu, salah satu perawat di BPSDM Jateng, Sulis menyebutkan, saat ini ada 80 pasien OTG covid-19 yang diisolasi. Hari ini, 37 di antaranya dinyatakan negatif covid-19, dan diizinkan untuk pulang.

”Totalnya ada 80 pasien OTG, 37 sudah negatif hari ini pulang. Dari 37 itu, 22 di antaranya siswa SMK Jateng. Semuanya yang di sini OTG,” terang dia.

Hery Priyono-Riyan