Suasana haru menyelimuti pelepasan jenazah di pelataran RSUD dr Soedjati Purwodadi. Foto: ist/dok

GROBOGAN (SUARABARU.ID)– Saat masa isolasi, dr Sovian Endy Pradjoko sempat menyanyikan lagu ‘Tak Ingin Sendiri’, yang pernah dipopulerkan Dian Pieshesa. Video itu diunggah di akun Instagram milik Dinas Kesehatan Grobogan.

Unggahan video ini dilihat ribuan pemirsa. Beberapa di antara mereka menyampaikan ucapan duka yang mendalam, atas kepergian dokter terbaik di RSUD dr Soedjati Purwodadi itu.

Sosok dr Sovian Endy Pradjoko, dikenal baik hati dan lemah lembut. Foto: ist/dok

Dr Endy, sapaan akrabnya, meninggal dalam perawatan di RS dr Moewardi Solo, pukul 16.10 WIB, Rabu (8/7/2020). Dari informasi yang diperoleh, dr Endy dirujuk pada Selasa (7/7/2020) ke RS itu, untuk menjalani perawatan dengan status positif covid-19.

BACA JUGA : Kasus Positif di Grobogan Tambah 2, Satu Dokter Pejuang Covid-19 Meninggal

Jenazah dr Endy kemudian dibawa ke RSUD dr Soedjati Purwodadi, dan dilakukan upacara pelepasan yang dipimpin langsung Bupati Grobogan Sri Sumarni. Hadir dalam upacara pelepasan jenazah itu, Sekretaris Daerah Mohammad Soemarsono, serta jajaran Forkopimda lain dan rekan-rekan medis RSUD dr Soedjati Purwodadi.

Isak tangis menyelimuti pelepasan jenazah dr Endy. Terlihat jajaran perawat dan dokter berkali-kali menyeka air matanya, melepas kepergian dokter yang baik hati itu.

”Beliau adalah garda terdepan dalam penanganan covid-19 di RSUD dr Soedjati Purwodadi ini. Saya tidak bisa berkata apa-apa, karena beliau sangat berjasa bagi masyarakat Kabupaten Grobogan,” ucap Bupati.

Duka Mendalam
Dia juga mengungkapkan, atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Grobohan, menyampaikan duka yang mendalam. Semoga amal ibadahnya diterima di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.

”Saya berpesan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Grobogan, agar terus disiplin untuk menerapkan protokol kesehatan, supaya pandemi ini segera berakhir,” ungkap Sri Sumarni lagi.

Almarhum dr Sovian Endy Pradjoko merupakan alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Sultan Agung Semarang. Banyak orang menilai, dr Endy merupakan sosok yang baik hati, halus dan tulus.

Heddy Adriyansah, misalnya. Rekan almarhum saat bersekolah di SMPN 1 Tawangharjo dan SMAN 1 Purwodadi itu, tak menyangka dr Endy meninggal akibat terpapar covid-19.

Lemah Lembut
”Dokter Endy ini teman sekolah waktu di SMP dan SMA. Selama saya mengenal beliau, orangnya halus dan baik hatinya. Setiap bertutur kata selalu halus. Tapi dari awal kita tahu, kalau beliau ini menjadi garda terdepan dalam penanganan pasien di IGD RSUD dr Soedjati Purwodadi,” ungkap Heddy.

Hal yang sama diungkapkan Tri Handoko, yang sehari-harinya bertugas sebagai driver ambulans di RSUD dr Soedjati Purwodadi. Bagi Handoko, dia melihat sosok dr Endy sebagai sosok yang baik dan lemah lembut.

”Beliau sosok yang baik. Orangnya suka bercanda dengan siapa pun, tanpa mengenal kaya ataupun miskin orang yang diajaknya bercanda itu. Beliau juga suka berbagi. Sangat halus saat berbicara kepada siapa saja. Istilah jawanya, beliau ngajeni orang-orang di sekitarnya, tanpa memandang kaya ataupun miskin,” kenang Handoko.

Hana Eswe-Riyan