Para pemudik yang menggunakan jasa bus malam jenis AKAP, begitu tiba di terminal kedatangan Giri Adipura Wonogiri, langsung mendapatkan pelayanan pemeriksaan kesehatan oleh petugas medis.

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Ada fenomena baru mengenai perilaku pemudik yang belakangan ini pulang kampung ke Kabupaten Wonogiri. Sebagian pemudik, ternyata ada yang kemudian kembali boro lagi ke kota perantauannya, tanpa menunggu Lebaran tiba.

Fenomena kaum boro Wonogiri, menunjukkan adanya frekuensi mobilitas pergerakan mereka yang dinamis. Artinya, ada kedatangan untuk pulang kampung, dan juga ada keberangkatan untuk kembali merantau lagi ke kota. Bila ini tidak dibarengi dengan sikap disiplin mentaati protokol penanganan pandemi Corona Virus Disease (Covid)-19, dinilai dapat berpotensi menyebarkan wabah corona.

Karena itu, mereka diserukan untuk disiplin jaga jarak sebagaimana ditentukan dalam physical distancing, senantiasa memakai masker, memiliki budaya Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS), rajin cuci tangan memakai sabun (CTMS), jaga kebugaran.


Plt Sekda Wonogiri, Teguh Setiyono, selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) wabah virus corona Kabupaten Wonogiri, Kamis (16/4), menyatakan, total pemudik yang pulang kampung ke Wonogiri ada sebanyak 39.528 orang.

Jumlah tersebut, mengalami penambahan sebanyak 437 pemudik dibanding jumlah sehari sebelumnya, yang tercatat sebanyak 39.091 orang.
Bupati Wonogiri Joko Sutopo dan Kepala Dinkes Dokter Adhi Dharma (kesatu dan kedua dari kanan), didampingi Kapolres AKBP Christian Tobing beserta Dandim Letkol (Inf) Imron Masyhadi, memantau kedatangan pemudik di Terminal Giri Adipura.

Sebaran Kedatangan
Data jumlah pemudik ke Wonogiri, setiap harinya mengalami penambahan, sesuai dengan jumlah kedatangan kaum boro yang pulang kampung. Sebaran kedatangan pemudik merata ke 294 desa.kelurahan di 25 kecamatan se Kabupaten Wonogiri. Tapi di sisi lain, juga ditemukan adanya mobilitas pemudik yang kembali berangkat lagi ke kota perantauannya.

”Mengapa mereka ada yang kemudian kembali boro, pastinya perlu dicek. Tapi rata-rata mereka kembali boro karena kerja,” jelas Teguh Setiyono.

Data total kedatangan pemudik yang pulang kampung ke Kabupaten Wonogiri, lengkap dengan angka sebarannya di 294 desa/kelurahan di 25 kecamatan se Kabupaten Wonogiri.

Data pemudik Wonogiri yang kembali boro tercatat ada sebanyak 347 orang dari jumlah kedatangan sebanyak 39.528 orang kedatangan. Para pemudik yang kembali boro, merupakan warga yang berasal dari 6 kecamatan di Kabupaten Wonogiri.

Mereka itu warga dari Kecamatan Eromoko sebanyak 51 orang, Giritontro 32 orang (16+16), Girtontro 200 orang (90+110), Ngadirojo 42 orang (39+4), Puhpelem 6 orang (3+3) dan Kecamatan Sidoharjo 15 orang.

Tim GTPP Kecamatan Sidoharjo, Wonogiri, dipimpin Camat Sarosa bersama Forkompincam dan petugas medis, memberikan pengarahan tentang protokol pencegahan wabah corona kepada pemudik.

Bus Malam
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonogiri, Bambang Haryanto, selaku petinggi Posko GTPP wabah virus corona, Kamis (16/4), memberikan penegasan, pemudik yang bersatus kembali boro, adalah mereka yang berangkat ke luar Wonogiri lagi.

Seperti pernah diberitakan, Kepala Terminal Giri Adipura Wonogiri, Agus Hasto Purwanto, menyatakan, jumlah pemudik yang datang memakai bus malam jenis Antar-Kota Antar Provinsi (AKAP) ke Terminal Giri Adipura Wonogiri selama sebulan terakhir ini, tercatat ada sebanyak 35.630 orang yang diangkut dengan 3.124 bus.

Para pemudik yang pulang kampung ke pedesaan Kecamatan Sidoharjo, Wonogiri, diberikan pemahaman tentang protokol pencegahan Covid-19.

Bersamaan itu, data jumlah keberangkatan ada sebanyak 22.227 penumpang diangkut memakai 2.093 bus. Untuk kedatangan penumpang memakai bus bumel Antar-Kota Dalam Provinsi (AKDP) ada sebanyak 15526 orang diangkut dengan 843 bus. Kemudian jumlah keberangkatan ada sebanyak 16.256 penumpang diangkut dengan 909 bus.

Kecuali memakai bus malam, para pemudik yang pulang kampung ke Wonogiri ada yang menggunakan mobil pribadi, angkutan Kereta Api (KA) dan pesawat, serta memakai jasa mobil rental dan travel, yang tidak termonitor kedatangannya melalui Terminal Giri Adipura.

Bambang Pur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here