Bagikan
TOX : Gangguan area Thermal Oxidizer (TOX) CPP Gundih, di Desa Sumber, Kecamatan Krtadenan, Blora, mengakibatkan keluarnya percikan api dan terbakar. Foto : SB/Ist

 

BLORA (SUARABARU.ID) – Warga Blora selatan, Kamis (9/4/2020), sempat dibuat panik oleh kobaran api dan asap tebal dari Central Processing Plant (CPP) proyek pengembangan gas Jawa (PPGJ) Gundih di Sumber, Kradenan, Blora.

“Ada kobaran api besar, asap membumbung tinggi, warga sempat panik,” ungkap Sutarji (44), warga Kradenan, Blora.

Akibat kobaran api itu, sejumlah petugas di kompleks PPGJ kalang kabut, bahkan sejumlah kendaraan bermotor harus diungsikan, dibawa keluar lokasi CPP. Warga merasa lega, setelah kobaran api padam, tutur Sutarji lagi.

PENANGANAN : Tim Penanganan Keadaan Darurat (PKD) PT Pertamina EP Cepu Field bersiap di kompleks CPP Gundih. Foto : SB/Ist

Asset 4 General Manager PT Pertamina EP, Agus Amperianto, membenarkan ada gangguan area Thermal Oxidizer (TOX) CPP Gundih, di Desa Sumber, Kecamatan Kradenan, Blora, mengakibatkan keluarnya percikan api (terbakar).

Kejadiannya sekitar pukul 09.40 WIB. Gangguan tersebut mengakibatkan adanya api yang muncul di fasilitas tersebut, kini sedang dilakukan stabilisasi pasca adanya gangguan di area TOX, jelas Agus Amperianto.

Tim Penanganan Keadaan Darurat (PKD) PT Pertamina EP Cepu Field, lanjutnya, langsung melakukan upaya stabilisasi seluruh fasilitas di CPP Gundih dan api di Fasilitas TOX sudah berhasil dikendalikan.

“Api di Fasilitas TOX sudah berhasil dikendalikan, dan tidak ada korban jiwa atas kejadian ini,” jelas Asset 4 General Manager PT Pertamina EP, Agus Amperianto.

Kondisi Stabil

FASILITAS PPGJ : Sebagian fasilitas CPP PPGJ di Desa Sumber, Kecamatan Kradenan yang diresmikan Dirut Pertamina Karen Agustiawan (2013) lalu. Foto : SB/Dok/Wahono

Saat ini, lanjutnya, operasi di CPP Gundih dan sumur gas sudah dilakukan shutdown untuk proses stabilisasi. Seluruh pekerja didalam area CPP Gundih sudah dievakuasi

“Fire Truck 2 unit serta ambulance, dan paramedic kami standby di lokasi,” jelasnya lagi.

Agus Amperianto menambahkan, saat ini tim PKD masih terus menjaga fasilitas CPP Gundih untuk mengamankan hingga kondisi stabil, dan suasana sudah kondusif.

“Kami harapkan masyarakat di sekitar lokasi untuk tidak panik, karena tim kami masih terus menangani kondisi ini sampai tuntas,” tandasnya.

Agus berharap fasilitas CPP Gundih bisa segera beroperasi normal, dan produksi gas sebesar 50 million standard cubic feet (MMSCFD) perhari bisa kembali disalurkan.

Menurut Agus Amperianto, CCP Gundih di Blora menyaklurkan gas ke konsumen yang antara lain PT SPP, Pusat Listrik Tegana Gas (PLTGU) Tambak Lorok Semarang dan Perusahan Gas negara (PGN) Jargas Blora dan s semarang.

 Perlu diketahui CPP untuk proyek pengembangan gas Jawa (PPGJ) milik PT Pertamina (Persero) di Desa Sumber, Kecamatan Kradenan, Blora, diresmikan, Jumat (13/12/2003) lalu.

PPGJ merupakan proyek pengembangan lapangan gas Blok Gundih yang berasal dari struktur Kedungtuban, Randublatung, dan Kedunglusi di wilayah Blora, Jawa Tengah.

Blok Gundih saat ini memproduksi 50 MMSCFD yang disalurkan sebagai bahan bakar pembangkit listrik di Tambak Lorok Semarang, dan konsumen lainnya.

Wahono-Wahyu

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here