Bagikan
Produk-produkkerajinan yang ditampilkan dalam pameran kerajinan Dinas Perdsagangan Kota Semarang. Foto: Resty

SEMARANG- Pameran kerajinan kota Semarang yang berlangsung mulai 14 Februari hingga 19 Februari 2019  resmi dibuka oleh Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto. Pameran yang merupakan usaha kreatif dan bisnis yang menjanjikan ini dilangsungkan di Atrium Arjuna Lantai Dasar Plaza Simpang Lima Semarang (14/2).

Pameran yang rutin diadakan oleh Dinas Perdagangan Kota semarang ini rutin dilaksanakan tiap tahunnya. Dalam pameran ini tidak hanya mengenalkan produk kepada masyarakat, tetapi produk-produk yang dipamerkan tersebut juga dijual. Produk-produk yang dijual diantaranya ialah batik tulis, batik kriya, home decor, tas, sepatu, serta produk 3R (Reuse Reduce Recycle).

Kegiatan pameran ini tidak hanya menjual produk, tetapi juga mengadakan pelatihan seperti membuat batik dengan malam dingin. Ade, selaku pelatih workshop batik malam dingin menyampaikan “Bahan yang digunakan dari bahan kue, malam yang digunakan juga dari bahan kue, dari bahan makanan, tidak perlu direbus, cukup diseterika dan dicuci biasa, jadi aman buat anak-anak juga yang mau mengikuti pelatihan. Canting yang digunakan pakai botol, namanya botol canting.

Selain menyelenggarakan pelatihan membatik, pameran ini juga mengadakan pelatihan lain, seperti workshop membuat bros dan membuat kerajinan decoupage. Tidak hanya pelatihan, acara ini juga dilengkapi dengan hiburan dan akustik.

Hari pertama pembukaan pameran ini dimeriahkan penampilan dari Sanggar Kolintang Hen Devi, Spesialis Pembuat Kolintang dari Minahasa. Sanggar Hen Devi ini sudah mengisi beberapa event di Kota Semarang, salah satunya acara lomba kulintang tingkat nasional yang memperebutkan piala Wali Kota Semarang yang diadakan Bulan Oktober 2018 di Pelataran Balaikota Semarang.

“Sanggar Kolintang Hen Devi ini juga diminta oleh Wali Kota Semarang untuk mendukung acara pariwisata kota seperti Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Semarang,” ujar salah satu personel Hen Devi.

Emi, salah satu peserta yang memiliki stan pada pameran mengatakan, dia sudah mengikuti kegiatan pameran ini sejak tahun lalu dan menjual produk sepatu. “Harga sepatu yang saya jual kisaran Rp 150 ribu, harapannya supaya menambah pendapatan,” katanya.

suarabaru.id/Haresti A Amrihani

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here