blank

JEPARA(SUARABARU.ID) – Kecintaan Luluk Agus Yulianto terhadap olahraga, tidak mudah dipatahkan. Meski cedera anterior cruciate ligament (ACL) memaksanya berhenti menjadi seorang karateka, tapi Luluk tetap menekuni olahraga bela diri itu sebagai pelatih, kemudian wasit. Kini, Luluk Agus Yulianto menyandang status sebagai wasit karate berlisensi Asia.
“Pada kejurnas karate Piala Panglima TNI tahun 2017 yang lalu, saya bersama 6 wasit lain terpilih sebagai wasit terbaik. Lalu Panglima TNI waktu itu, Jenderal Gatot Nurmantyo, memberi banyak kesempatan kepada saya untuk mengikuti penataran dan pengambilan lisensi wasit internasional,” demikian Luluk menceritakan langkah awalnya menjadi wasit internasional.
blank
Pria yang berdinas di Disdikpora Kabupaten Jepara ini memperoleh lisensi internasional sebagai Juri B Asian Karate Federation (AKF) pada 2016 di Porth Dickson Malaysia. Lalu Juri B Kata AKF pada Desember 2022 di Uzbekistan. Luluk telah mulai bertugas di luar negeri pada tahun 2019 di Thailand.
Lisensi internasional lain yang dia kantongi adalah Juri B Kumite AKF (Uzbekistan, 2022), Juri A Kumite AKF (2023, Kazakhstan), dan Juri A Kata (2023, Kazakstan). Tentu saja, sebelumnya Luluk telah mengantongi lisensi sebagai Wasit A Nasional (Forki). Lisensi itu dia peroleh tahun 2015, baik untuk memimpin pertandingan nomor Kata maupun Kumite.
Pengalaman internasionalnya sebagai wasit, di antaranya memimpin pertandingan pada kejuaraan dunia WSKF pada September 2023 di Jakarta dan Kejuaraan Asia di Kazakstan pada tahun yang sama.
Kecintaanya pada bela diri karate, juga ditunjukkan Luluk melalui pembinaan. Pria yang juga Sekum KONI Kabupaten Jepara ini membangun gedung pemusatan latihan karate di Bangsri. Akhir tahun lalu, salah satu atlet pelajar yang dia gembleng di puslat tersebut, meraih medali perunggu dan ikut mengantarkan Indonesia menjadi juara umum kejuaraan dunia karate pelajar di Portugal.
Sebelumnya, pria yang tinggal di RT 2 RW 17 Desa Bangsri, Kecamatan Bangsri oini sering mengirim para karateka dari dojo yang berlatih di puslatnya, ke berbagai kejuaraan internaisonal, seperti di Vietnam, Jepang, dan Kroasia.
“Semoga dari puslat ini lahir karateka nasional,” kata pria yang saat menjadi atlet pernah meraih medali perunggu pada kejuaraan Asia-Pasifik tahun 1997.
Hadepe