blank
Suasana workshop seni tempa pembuatan pisau yang digelar  Himpunan Mahasiswa Program Studi Sejata Tradisional Keris, FSRD ISI Surakarta. (Dok/ISIska)

SURAKARTA (SUARABARU.ID)– Himpunan Mahasiswa Program Studi (Prodi) Sejata Tradisional Keris, Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD), Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta menggelar workshop seni tempa pembuatan pisau.

Kegiatan yang merupakan pelaksanaan  Program Pemberdayaan Masyarakat Desa (P2MD) Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Vokasi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi tahun 2023, diikuti 10 orang pemuda/pemudi Karang Taruna Desa Plesungan, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar.

blank
Praktik menempa besi  peserta workshop seni tempa pembuatan pisau yang digelar  Himpunan Mahasiswa Program Studi Sejata Tradisional Keris, FSRD ISI Surakarta. (Dok/ISIska)

Ketua tim P2MD Hima Prodi Keris ISI Surakarta Hadi Sulisno melalui Humas, Jumat (13/10) mengatakan, kegiatan pertama diikuti Hima Prodi Keris dan berhasil lolos pendanaan bacth 1 berlangsung akhir pekan lalu dan dibuka Ketua Jurusan Kriya, FSRSD, ISI Surakarta Aries Budi Marwanto.

Melalui program kolaborasi antara perguruan tinggi dalam hal ini organisasi kemahasiswaan dengan desa diharapkan terjalin kerjasama yang konkret supaya desa lebih berdaya.

Bagi mahasiswa, kegiatan yang berlangsung menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas organisasi kemahasiswaan melalui keterlibatan secara langsung dalam memberdayakan masyarakat desa dengan segenap potensinya.

Ketua Jurusan Kriya, FSRSD ISI Surakarta Aries Budi Marwanto dalam sambutannya mengatakan, seni tempa pembuatan karya tosan aji merupakan bagian dari seni budaya adiluhung yang layak dikenalkan kepada generasi muda.

Sebagai bagian dari upaya pelestarian dan pengembangan, karya tosan aji khususnya pembuatan karya pisau memiliki nilai ekonomi yang belum banyak diketahui masyarakat khususnya kelompok pemuda karang taruna Desa Plesungan.

Lewat kegiatan yang berlangsung diharapkan pemuda desa setempat

tertarik menekuni dunia seni tempa tosan aji. “Dengan kata lain ada kesinambungan dan keberlanjutan, supaya praktik seni tempa tosan aji di Desa Plesungan tetap terjaga dari generasi ke generasi,” terangnya.

Bagus Adji