blank
Acara pelantikan PD Muhammadiyah Wonosobo di komplek RS PKU Muhammadiyah setempat. Foto : SB/Muharno Zarka

WONOSOBO(SUARABARU.ID)-Ketua Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Wonosobo periode 2022-2027 Bambang Wen mengatakan di kepengurusan PDM kali ini ada majelis baru, yakni Majelis Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

“Majelis UMKM ini merupakan amal usaha baru, dimaksudkan sebagai upaya pemberdayaan masyarakat di bidang ekonomi. Terutama untuk penguatan dan pembinaan pelaku UMKM di daerah. Keberadaan majelis baru diharapkan bisa meningkatkan kualitas ekonomi masyarakat,” katanya.

Bambang Wen yang merupakan pensiunan ASN dan pernah menjabat sebagai Camat Leksono itu, mengatakan hal tersebut usai dilantik oleh Ketua PD Muhamadiyah Jateng Dr KH Tafsir, MAg sebagai Ketua PD Muhammadiyah Wonosobo di komplek RS PKU Muhammadiyah setempat, Kamis (21/7/2023).

Pada pelantikan yang disaksikan juga oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Dr Haidar Nasir, MA dan Sekda Wonosobo One Andang Wardoyo itu, dilantik pula Ketua PD ‘Aisyiyah setempat, Herawati Alya dan pengurus lainnya. Adapun Bambang Wen dilantik sebagai Ketua PD Muhammadiyah untuk periode jabatan kedua.

Menurutnya, pada kepengurusan PD Muhammadiyah Wonosobo kali ini, sebanyak 5 personil merupakan unsur generasi muda dan 6 orang dari tokoh kasepuhan di Muhammadiyah. Pelibatan unsur muda di kepengurusan harian PDM ini, sebagai ikhtiar memberikan semangat baru untuk meneruskan kepemimpinan PDM sebelumnya.

Bangun Universitas

blank
Ketua PD Muhammadiyah Wonosobo, Bambang Wen. Foto : SB/Muharno Zarka

“Fokus kegiatan sesuai keputusan Musyawarah Daerah (Musda) Muhammadiyah, yakni khikmat di amal usaha bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial dan dakwah keagamaan. Semua amal usaha tersebut sangat mendukung program pemerintah untuk mensejahterakan masyarakat,” ujarnya.

Dikatakan Bambang, capaian yang sudah dilakukan saat ini, PDM Wonosobo telah memiliki 1 RS PKU Muhammadiyah. Di bidang pendidikan, SMA dan SMK yang ada, telah ditetapkan sebagai sekolah Muhammadiyah unggulan dan menjadi proyek percontohan di PW Muhammadiyah Jawa Tengah.

Bahkan, tambah dia, kini PD Muhammadiyah Wonosobo tengah merintis berdirinya sebuah universitas. Kini sudah ada Sekolah Tinggi Kesehatan (Stikes) Muhammadiyah di Wonosobo. Nanti Stikes yang ada di Temanggung dan Wonosobo akan digabung menjadi sebuah Universitas Muhammadiyah yang besar dan maju.

“Adapun lembaga sosial, seperti Panti Asuhan Muhammadiyah, juga diukur kinerjanya. Hal itu, dilakukan sebagai alat ukut untuk menilai kinerja dan capaian program yang telah dilaksanakan. Jadi semua amal usaha yang dilakukan PD Muhammadiyah Wonosobo dipacu untuk terus maju, berkembang dan berprestasi untuk kepentingan organisasi dan umat,” ucapnya.

Guna mengoptimalkan kinerja dalam mengelola organisasi, semua jajaran pengurus telah mengikuti pembekalan ideologi, politik dan organisasi ke-Muhammadiyah-an. Sehingga diharapkan mereka akan bisa menjalankan roda organisasi sesuai ideologi dan politik yang telah ditetapkan bersama.

Muharno Zarka