blank
Gubernur Ganjar Pranowo saat menghadiri Dieng Culture Festival 2022. Foto: hms

PEMERINTAH Provinsi Jawa Tengah menunjukkan komitmennya, mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, melalui program penguatan desa wisata (deswita). Kemajuan desa wisata memang menjadi salah satu fokus Gubernur Ganjar Pranowo, guna mempercepat penanganan kemiskinan di Jateng.

Ganjar memang membuat langkah progresif, menjadikan desa sebagai sebuah destinasi pariwisata, dengan cara memadukan daya tarik wisata alam dan budaya, layanan fasilitas umum pariwisata, serta aksesibilitas yang memadai dengan tata cara kearifan lokal.

Membangun ekosistem wisata berbasis alam dan budaya, masif dilakukan Ganjar dengan sasaran bukan saja menggerakkan denyut ekonomi desa, namun menciptakan pori-pori lapangan kerja baru.

BACA JUGA: Ganjar Temui Bupati se-Indonesia, Apa yang Diinginkannya?

blank
Deswita Conto. Foto: dc

Selain itu, tumbuhnya deswita juga menjadi magnet para pelancong domestik dan mancanegara untuk datang. Apalagi, saat ini tren kunjungan wisatawan datang ke Jateng naik tajam.

Data dari Disporapar Jateng menyebutkan, kunjungan wisatawan pada tahun 2022 menembus angka 45.093.933 orang. Jumlah ini melampaui target sebesar 291 persen dari total target yang dipatok 11.530.429 wisatawan.

Warga Banyumas, Winarko, hanya bisa bersyukur, Deswita Pekunden yang dikelola bersama para anggota Pokdarwis Wisanggeni, dinobatkan masuk 75 Desa Wisata Terbaik pada ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023.

BACA JUGA: Ganjar dan Puan Bertemu di Klaten, Ini yang Dibicarakan

Beberapa hari lalu, deswita yang berlokasi di Desa Pekunden, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, diresmikan sebagai desa terbaik ADWI oleh Menparekraf Sandiaga Uno.

Pekunden bersama empat deswita lain di Jateng, menerima penghargaan ADWI 2023. Empat peraih ADWI di luar Pekunden, adalah Deswita Besani (Batang), Sidowarno (Klaten), Conto (Wonogiri), dan Sambongrejo (Blora).

”Kami ikut bangga dan bersyukur, Pekunden sudah menasional. Penghargaan ini memacu pengelola untuk intens memoles wisata ini agar bisa dikenal luas hingga mancanegara,” kata Wakil Ketua I Pokdarwis Wisanggeni, Winarko, Jumat (23/6/2023).

blank
Ganjar Pranowo saat mengunjungi Desa Wisata Lerep, Ungaran. Foto: hms

BACA JUGA: Ganjar Kembali Bertemu TGB Zainul Majdi, Calon Wapres?

Dia berharap pasca-penghargaan ini, Pekunden yang masih berstatus Desa Wisata Rintisan makin berkibar, dan mendapatkan support dari Pemprov Jateng. Sebelumnya, Pemprov memberikan apresiasi sebagai juara pertama dalam Gelar Desa Wisata Jawa Tengah tahun 2022.

Winarko tak menampik keberadaan Pekunden, mendatangkan tambahan income bagi warga dan para pemandu wisata di desanya. Spot menarik di sini meliputi, Kampung Nopia Mino, untuk menyaksikan langsung proses pembuatan oleh-oleh khas Banyumasan, yang masih dilakukan secara tradisional dengan tungku yang terbuat dari tanah liat, Oemah Gamelan dan petik buah naga.

Ketua Pokdarwis Cinta Conto Asef Indriyanto juga menyebut, Deswita Conto di Wonogiri telah memberikan dampak ikutan bagi masyarakatnya. Sebagai desa wisata rintisan, Conto pernah mendapatkan kucuran dana Rp 100 juta dari Pemprov, untuk pengembangan sarana. Deswita memantik wisatawan berkunjung karena identik dengan keindahan alam dan lahan pertanian.

BACA JUGA: Polres Wonogiri Menggelar Turnamen Bola Voli

”Kini sudah ada investor yang melirik ke kami. UMKM juga mulai maju. Semoga penghargaan ADWI mendorong kami lebih inovatif dan kreatif,” tambahnya.

Ya, Ganjar mengoptimalkan sektor pariwisata untuk pemulihan dan pertumbuhan ekonomi. Caranya Pemprov mengucurkan dana stimulan melalui Bantuan Keuangan Desa (Bankeudes). Sejak 2020 hingga 2022, telah menggelontorkan dana sebesar Rp 66,3 miliar untuk menumbuhkembangkan deswita di Jateng.

Kucuran dana itu ditebar untuk memoles 464 dari 818 desa wisata yang ada di 35 kabupaten/kota, agar lebih inovatif dan kreatif, sehingga menyedot lebih banyak wisatawan domestik maupun mancanegara.

blank
Salah satu spot Deswita Pekunden. dp

BACA JUGA: 15 Tahun Cabor Sepakbola Tidak Ikut Porprov Jateng, Kali ini Kota Magelang Harus Meraih Prestasi

Kucuran Bankeudes yang dikelola Disporapar Jateng untuk desa wisata, dibagi menjadi tiga kategori. Yaitu Rp 1 miliar untuk kategori Desa Wisata Maju, Rp 500 juta untuk Desa Wisata Berkembang, dan Rp 100 juta untuk Desa Wisata Rintisan.

Tahun 2022 total ada 131 desa wisata yang mendapat dana stimulan dengan anggaran Rp 18,5 miliar. Yakni dua desa wisata maju masing-masing Rp 1 miliar, sembilan desa wisata berkembang masing-masing Rp 500 juta, 120 desa wisata rintisan masing-masing Rp 100 juta.

Ganjar menyampaikan, Jateng memiliki 818 desa wisata yang telah berjalan sampai dengan 2023. Jumlah itu meningkat sebanyak 229 desa sejak 2018, sebanyak 353 desa pada 2019, sebanyak 633 desa pada 2020, dan sebanyak 717 desa pada 2021.

BACA JUGA: PSSI Bikin Yayasan untuk Hargai Pemain dan Mantan Pemain

Dengan jumlah itu, jumlah desa wisata telah melampaui target dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) di Provinsi Jawa Tengah tahun 2023 sebanyak 500 desa wisata.

Tak hanya bantuan dana, Pemprov juga menggulirkan program kemitraan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat. Misalnya, pemandu wisata lokal, pengelola homestay, pengelola restoran, dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).

”Selain dikelola langsung oleh desa, kita juga melakukan pendampingan lewat pemberian bantuan sampai membuka kemitraan dengan perusahaan maupun perguruan tinggi, agar bisa menggali dan mengoptimalkan seluruh potensi,” kata Ganjar.

BACA JUGA: Lapas Kelas I Semarang Gelar Parenting Intervention untuk WBP

blank
Gubernur Jateng mengunjungi Desa Wisata Sangiran, yang ada di Kabupaten Sragen. Foto: hms

Keseriusan Jateng untuk memacu peningkatan desa wisata, baik secara kuantitas maupun kualitas, memang mendapatkan apresiasi dari Kemenparekraf.

Saat hadir di Desa Wisata Sidowarno, Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno menjelaskan, pada tahun 2023, Provinsi Jawa Tengah berhasil menyumbang sebanyak 41 desa wisata yang masuk dalam 500 besar desa wisata Nasional. Keberhasilan itu sekaligus merupakan pencapaian tertinggi di antara provinsi-provinsi lain di Indonesia.

Sejak berkomitmen menumbuhkan sektor pariwisata melalui bantuan keuangan desa, deswita di Jateng berkembang pesat. Di antaranya yang menonjol, Deswita Dieng Kulon Banjarnegara, yang aktif menggelar Dieng Culture Festival yang go international, dan tradisi pemotongan rambut gimbalnya.

Deswita ini pernah meraih penghargaan ADWI 2021, Deswita Berkelanjutan dan penghargaan The 4th ASEAN Homestay Award 2023-2025 dalam ajang ASEAN Tourism Award 2023 di Yogyakarta.

Tim SB