blank
Sekda Jateng, Sumarno (kedua dari kanan), memberikan pengarahan kepada Plt Ketua Umum KONI Jateng, Bambang Rahardjo Munadjat (kedua dari kiri), saat melakukan audiensi di Sekretariat Provinsi. Foto: riyan

SEMARANG (SUARABARU.ID)- Plt Ketua Umum KONI Jawa Tengah, Bambang Rahardjo Munadjat mengatakan, pihaknya melakukan audiensi dengan Sekda Jateng, terkait kesiapan KONI menggelar Porprov dan menghadapi babak Pra-PON Aceh-Sumut, yang dilaksanakan dalam tahun yang sama.

Hal itu seperti yang disampaikannya, saat bertemu dengan Sekda Sumarno, di Sekretariat Provinsi Jalan Pahlawan, Semarang, Senin (16/1/2023). Hadir dalam audiensi itu Kabid Keolahragaan Disporapar Jateng Aria Chandra Destianto, Wakil Ketua Umum II dan III KONI Jateng Soedjatmiko dan Harry Nuryanto, serta Sekum Ahmad Ris Ediyanto.

Dijelaskan Bambang, kedua even yang membutuhkan anggaran tidak sedikit itu, harus digelar dan diikuti, demi menjaga prestasi olahraga Jateng. ”Pada tahun ini, ada dua kerja besar yang dikelola KONI Jateng, yakni Porprov dan Pra-PON. Ini harus kerjakan dalam waktu yang berhimpitan,” papar Bambang.

BACA JUGA: Bersyukur, Jalan yang Diimpikan Masyarakat Gedompol Pacitan Terwujud

Guna menghadapi Pra-PON, Jateng sudah menyiapkan 450 atlet dalam Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda). Untuk bisa tampil pada PON 2024 di Aceh-Sumut, seorang atlet atau cabang olahraga beregu, harus lolos dari Pra-PON.

”Itu pun jika kelolosannya hanya menempati peringkat empat ke bawah, kecil kemungkinan untuk bisa dikirim. Kami hanya memprogram untuk mengirim atlet yang lolos, dengan minimal peringkat ketiga. Asumsinya, nanti bisa meraih medali perunggu atau melesat jadi perak atau bahkan emas,” jelas Bambang.

Para atlet yang masuk Pelatda, imbuhnya, akan mendapatkan insentif setiap bulannya. Soal besarannya, disesuaikan dengan anggaran dari APBD Jateng. ”Kita memberi insentif sesuai besaran anggaran,” ungkap dia.

BACA JUGA: Agar Kamtibmas Kondusif, Ini yang Dilakukan TNI-Polri di Wuryantoro Wonogiri

Sementara itu, Wakil Ketua Umum II KONI Jateng, Soedjatmiko, memaparkan kesiapan KONI Jateng menggelar Porprov 2023. Dosen FIK Unnes itu menjelaskan, jadwal awal Porprov adalah 9-16 September 2023, kemungkinan besar dimajukan menjadi 5-11 Agustus 2023.

”Pada September 2023, ada sekitar 23 cabang olahraga yang menggelar babak Pra-PON, sedangkan Agustus hanya dua cabang olahraga. Karena proyeksi kita PON, maka jangan sampai kita mengirim atlet ke Pra-PON ala kadarnya, bukan lapis pertama. Atau sebaliknya Porprov dikorbankan, dengan malarang atlet utama tampil. Jadi biar keduanya jalan seirama, Porprov direncanakan maju,” paparnya.

Porprov sendiri akan mempertandingkan 57 cabang olahraga, dengan 70 disiplin dan 869 nomor pertandingan. Even yang akan digelar di enam kabupaten itu, akan diikuti sekitar 9.500 atlet dan ofisial.

BACA JUGA: Di Tarub Tegal, Pohon Tumbang Menimpa Truk dan Sepeda Motor

Disamping itu, karena keterbatasan venue tuan rumah, maka ada lima cabang olahraga yang digelar di luar Pati Raya, yakni balap motor, golf (Semarang), balap sepeda (Karanganyar), arung jeram (Kabupaten Magelang) dan biliar (Kota Pekalongan).

Atas laporan itu, Sumarno pun langsung merespon. Dia menyarankan, untuk segera menyusun anggaran tahun 2024, guna persiapan PON secepat mungkin. Dengan demikian, ketika DPRD dan Pemprov membahas rancangan APBD 2024, bisa segera ikut dibahas. Sehingga dimungkinkan mendapat anggaran sesuai proyeksinya.

Dia juga mengajak masyarakat, untuk menyukseskan Porprov Jateng 2023, yang sangat dimungkinkan akan dimajukan jadwalnya.

”Ayo kita sukseskan Porprov Jateng. Para pengurus sudah komitmen untuk melakukan pembinaan olahraga, salah satunya dengan menggelar Porprov. Tentu saja, kita juga mengimbau masyarakat, untuk ikut menyukseskan gelaran ini,” pesan Sumarno.

Riyan