blank
Dua anggota Pramuka menanam bibit pohon di lereng Sumbing, beberapa hari lalu. Foto: ist

KOTA MUNGKID(SUARABARU.ID)-Saka Adhyasta, Bawaslu Kabupaten Magelang, melakukan penanaman pohon di kawasan hutan Gunung Sumbing wilayah Desa Mangli, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang, beberapa hari lalu. Penanaman pohon itu dimaksudkan untuk menghijaukan kawasan lereng Gunung Sumbing, agar tidak mudah terbakar pada musim kemarau.

Penanaman pohon melibatkan anggota Saka Adhyasta dari SMA Kota Mungkid, SMK Walisongo – Kajoran, Dewan Kerja Cabang (DKC) Pramuka Kabupaten Magelang, serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Magelang. Penanaman pohon itu dilakukan bersamaan dengan Kemah Bakti Pemilu 2024 yang dilakukan Bawaslu Kabupaten Magelang di Mangli Sky View, Kaliangkrik, Kabupaten Magelang.

Ketua Bawaslu Kabupaten Magelang, MH Habib Shaleh, hari ini Rabu (31/8) mengungkapkan, pihaknya menanam pohon beringin, gayam dan mahoni. Jenis pohon tersebut dipilih karena bisa membantu melestarikan sumber mata air. Disebutkan, beringin memiliki karakteristik perakaran yang kuat, tumbuh ke dalam dan jumlahnya banyak, sehingga sangat baik untuk membuka rekahan tanah guna membantu peresapan air hujan.

Adapun tanaman gayam (inocarpus fagiferus) memiliki sistem perakaran sangat padat dan dalam, sehingga berfungsi sebagai biopori, menjadi resapan air hujan dan melindungi sumber mata air. “Beringin dan gayam termasuk jenis tanaman konservasi air yang dapat menyimpan dan mendekatkan air ke permukaan tanah,” kata Habib.

Menurut Habib, pohon gayam merupakan jenis pohon yang mampu memberikan pengaruh dalam pengisian air tanah (intersepsi dan infiltrasi), serta mampu mengendalikan penguapan (evapotransprasi dan evaporasi) dan memberikan pengaruh dalam penyerapan aquifer. Gayam adalah salah satu jenis pohon yang mendapat rekomendasi dari tim inventarisasi Balai Litbang Teknologi Kehutanan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai, Kementerian LHK) sebagai tanaman pelindung sumber air.
“Kami berharap penghijauan ini bermanfaat untuk lingkungan dan masyarakat. Begitu juga semangat yang dibangun Saka Adhyasta. Pramuka itu selalu cinta alam dan kasih sayang sesama manusia,” ujar Habib.

Pola Pohon Asuh

Habib menambahkan, Saka Adhasta, Bawaslu Kabupaten Magelang, menerapkan Pola Pohon Asuh dalam penghijauan di lereng Gunung Sumbing itu. Yakni setiap peserta Kemah Bakti Pemilu 2024 diminta menanam satu pohon dan menjadikannya pohon asuh mereka. Mereka tidak hanya diwajibkan untuk menanam pohon namun juga menyirami dan merawatnya secara rutin. Hal itu dimaksudkan untuk memastikan pohon yang ditanam bisa tumbuh besar.

“Dengan pola pohon asuh, bibit yang ditanam akan lebih cepat tumbuh. Anak-anak akan kembali di kemudian hari untuk merawatnya. Mereka bahkan menamai pohon yang ditanam. Hal itu akan membangun hubungan batin antara penanam dan pohon yang ditanam. Itu sekaligus mendidik dan membangun karakter cinta alam generasi muda,” kata Habib.

Pimpinan Saka Adhyasta, Bawaslu Kabupaten Magelang, M Dwi Anwar Kholid, mengatakan, Kemah Bakti Pemilu 2024 diselenggarakan untuk memperingati satu tahun kelahiran Saka Adhyasta Bawaslu Kabupaten Magelang, serta Hari Pramuka 2024. Menurut Anwar, Kemah Bakti Pemilu 2024 diisi berbagai kegiatan Krida Pengawasan Pemilu, Krida Pencegahan dan Krida Penanganan Pelanggaran Pemilu.

Kemah Bakti juga dimeriahkan pentas seni (pensi) di dekat api unggun, renungan malam, bersih lingkungan dan pemungutan sampah, jelajah gunung, serta penanaman pohon di hutan Gunung Sumbing. “Peserta kemah bakti juga membersihkan sampah di jalur pendakian ke Gunung Sumbing. Itu bagian dari mendidik anggota pramuka mencintai lingkungan dan sekaligus menanamkan karakter, disiplin, dan jiwa korsa” kata Anwar.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMK Maarif Walisongo, Kajoran, Maksum, menyambut baik kegiatan Kemah Bakti Pemilu 2024 oleh Saka Adhyasta Bawaslu Kabupaten Magelang itu. Dia menilai kegiatan Saka Adhyasta sangat bermanfaat untuk mengembangkan Gerakan Pramuka Nawa Kartika dan Bumi Pertiwi SMK Ma’arif Walisongo Kajoran.

“Siswa kami diberikan pemahaman tentang pengawasan pemilu dan bagaimana menjadi pemilih yang baik. Selain itu siswa dilibatkan dalam kegiatan penghijauan penanaman pohon. Hal itu merupakan pengalaman sangat berharga bagi siswa kami,” kata dia.

Maksum menilai kegiatan Kemah Bakti Pemilu 2024 itu akan dapat meningkatkan kecintaan pada lingkungan dan menghijaukan lokasi yang sudah mulai gundul. “Siswa kami begitu bersemangat melakukan kegiatan tersebut terutama kegiatan kegiatan kepramukaan yang bernuasa alam,” katanya.

Eko Priyono